• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, November 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Asuransi

Mengenal PSAK 117, Standar Akutansi Baru Bagi Asuransi di Indonesia

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
May 28, 2025
in Asuransi
0
Mengenal PSAK 117, Standar Akutansi Baru Bagi Asuransi di Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri asuransi di Indonesia menyambut era baru pelaporan keuangan dengan diberlakukannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. Standar ini akan menggantikan PSAK 62 dan mengadopsi prinsip dari IFRS 17 Insurance Contracts, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan konsistensi pelaporan keuangan di sektor asuransi.

Berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, seluruh perusahaan asuransi seharusnya sudah melaporkan laporan keuangan Kuartal I-2025 dengan format PSAK 117. Transisi untuk standar akuntansi keuangan baru ini telah dilakukan sejak 2024 lalu.

Lalu apa saja perbedaan PSAK 117 dengan sebelumnya?

Dalam PSAK 62, pengakuan liabilitas asuransi masih banyak mengacu pada pendekatan berbasis historis, seperti metode unearned premium dan claims incurred. Sementara PSAK 117 memperkenalkan pendekatan baru bernama General Measurement Model (GMM) yang mencakup proyeksi arus kas masa depan, discounting, dan risk adjustment. Ini menjadikan estimasi lebih mencerminkan nilai ekonomi saat ini.

Pada prakteknya dalam PSAK 117 pendapatan asuransi atau premi tidak langsung diakui sekaligus, tapi diakui bertahap sesuai masa pertanggungan. Kedua, Liabilitas perusahaan asuransi dihitung berdasarkan estimasi pembayaran klaim di masa depan, ditambah margin untuk ketidakpastian.

Berikutnya, PSAK 117 mengenalkan Contractual Service Margin (CSM), yaitu keuntungan masa depan dari kontrak asuransi yang ditangguhkan dan diakui secara sistematis selama masa manfaat polis. Konsep ini tidak ada dalam PSAK sebelumnya.

Salah satu perusahaan asuransi di Indonesia yang sudah mulai menerapkan PSAK 117 adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU). Salah dampak dari penerapan ini dalam laporan keuangan TUGU adalah total aset menembus Rp30,1 triliun pada akhir Maret 2025, meningkat 12,29% hanya dalam waktu 3 bulan atau year to date.

Meski demikian, pada laba tahun berjalan, terlihat ada penurunan sebesar 31% menjadi Rp271,3 miliar, bila dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu yang disajikan ulang atau restated senilai Rp397,04 miliar. Sambil mengingatkan, pada tahun lalu TUGU melaporkan laba tahun berjalan Kuartal I-2024 sebesar Rp241,66 miliar.

Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi mengatakan PSAK 117 memiliki tujuan untuk memperkuat transparansi dan tanggung jawab dalam penyajian laporan keuangan. Melalui standar yang lebih rinci ini, diharapkan para pemangku kepentingan, seperti pemegang polis maupun investor, dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangan serta risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi.

“Standar ini juga dimaksudkan untuk menyelaraskan praktik pelaporan keuangan di Indonesia dengan standar internasional, sehingga mampu meningkatkan reputasi dan daya saing industri asuransi di kancah global,” ujarnya.

Menurut dia, dampak PSAK 117 pada laporan keuangan perusahaan asuransi akan berbeda. Sehingga belum bisa disamaratakan bahwa PSAK akan ini akan membuat laba perusahaan asuransi berkurang.

“Misal untuk kasus TUGU, laba kuartal I-2025 terlihat turun dengan PSAK baru, karena ada restated laba kuartal I-2024. Namun dalam perhitungan, laba kuartal I-2025 itu sudah setara dengan 35% laba full year 2024. Tentunya ini berpeluang laba yang dicatatkan pada 2025 akan lebih besar daripada tahun sebelumnya, meskipun hanya karena PSAK baru,” ujarnya

Menurut dia, satu tahun ini masih tergolong transisi dalam PSAK 117 karena masih banyak yang belum terbiasa dengan standar akuntansi keuangan baru ini. “Tentunya masih banyak yang perlu dipahami agar bisa memberikan proyeksi kinerja keuangan yang lebih akurat dengan PSAK baru ini,” ujarnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download redmi firmware
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: Akuntansicobisnis.comPT Tugu Insurance

Related Posts

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Veda Ega Pratama mengukir hasil positif dengan menempati podium kedua pada seri Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit...

Respons Gerindra, PDIP, dan PKB Usai Putusan MA soal Suket Gibran

Respons Gerindra, PDIP, dan PKB Usai Putusan MA soal Suket Gibran

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Putusan Mahkamah Agung mengenai surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat respons dari...

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobinis.com - Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan paru-paru, tetapi juga berpotensi mengubah kualitas suara. Paparan asap rokok...

Memahami Perbedaan Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert serta Ciri-cirinya

Memahami Perbedaan Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert serta Ciri-cirinya

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Ada yang merasa...

Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ayah atau Ibu? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ayah atau Ibu? Simak Penjelasan Ilmiahnya

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecerdasan anak kerap dikaitkan dengan faktor keturunan dari kedua orang tua. Namun, anggapan yang berkembang selama ini...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

Jisoo BLACKPINK Rilis ADDICTED, Ini Makna di Balik Lagunya

October 30, 2026
Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

October 31, 2026
Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

October 31, 2026
Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

November 1, 2026
Kismis - pexels/Yusuf Çelik

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kismis dan Plum Kering? Ini Penjelasannya Dari Ahli

November 1, 2026
Susu Kedelai - pexels/Polina Tankilevitch

4 Protein Nabati yang dipercaya Dapat Menjaga Kesehatan Tulang

November 1, 2026
Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

November 1, 2026
Jalan Kaki - pexels/Ihsan Adityawarman

Jalan Kaki Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Baik untuk Mengelola Gula Darah?

November 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved