• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Mengenal Nyamuk Wolbachia yang Sedang Viral, Benarkah Bisa Berdampak Negatif pada Manusia dan Lingkungan?

Saeful Imam by Saeful Imam
November 16, 2023
in Sport
0
Mengenal Nyamuk Wolbachia yang Sedang Viral, Benarkah Bisa Berdampak Negatif pada Manusia dan Lingkungan?

dampak negatif nyamuk wolbachia

JAKARTA, Cobisnis.com – Saat ini sedang ramai diberitakan nyamuk bionik wolbachia yang konon dapat berdampak negatif, tidak hanya pada manusia tapi juga lingkungan. Konon, nyamuk hasil rekayasa genetika ini bisa menyebabkan gangguan genetika pada tubuh manusia.

Sebelum membahas itu, mari kita gali informasi tentang nyamuk wolbachia.

DBD dan Nyamuk Wolbachia 

DBD, penyakit yang diakibatkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Menurut laman Kementerian Kesehatan, DBD menjadi salah satu penyakit yang paling meresahkan di Indonesia, mencatat 1,1 juta kasus pada 2022.

Hal ini menandakan betapa seriusnya masalah DBD di Indonesia. Untuk mencegah penyebarannya, pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti telah diupayakan. Salah satu metode yang sedang dikembangkan adalah penggunaan nyamuk yang terinfeksi Wolbachia.

Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi bakteri Wolbachia, seperti yang dijelaskan oleh laman Centers for Disease Control and Prevention. Bakteri ini ditemukan secara alami pada berbagai serangga, termasuk nyamuk.

Wolbachia memiliki kemampuan menghambat perkembangan virus dengue dalam tubuh nyamuk, mengurangi kemungkinan nyamuk Wolbachia untuk menyebarkan virus tersebut ke manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Wolbachia dapat secara signifikan mengurangi kasus DBD. Di Yogyakarta, penelitian menunjukkan penurunan kasus DBD hingga 77 persen setelah pelepasan nyamuk Wolbachia.

Di Australia, penelitian juga mencatat penurunan kasus DBD sebesar 80 persen akibat nyamuk Wolbachia. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan nyamuk Wolbachia di beberapa kota, termasuk Yogyakarta, Semarang, dan Denpasar.

Implementasi ini dilakukan dengan melepaskan telur nyamuk Wolbachia di lingkungan masyarakat. Telur tersebut akan menetas menjadi nyamuk dewasa dan berkembang biak bersama nyamuk Aedes aegypti liar.

Dampak Negatif Nyamuk Wolbachia

Ada beberapa diskusi dan penelitian terkait potensi dampak negatif Wolbachia pada genetika nyamuk dan dampaknya pada lingkungan. Meskipun umumnya dianggap sebagai metode yang aman dan efektif untuk mengendalikan populasi nyamuk pembawa penyakit, ada beberapa pertimbangan terkait dengan efek jangka panjangnya terhadap genetika.

Beberapa risiko atau dampak yang telah diperhatikan dalam kaitannya dengan penggunaan Wolbachia pada nyamuk adalah:

  1. Perubahan genetika pada populasi nyamuk: Penggunaan Wolbachia pada nyamuk bisa menyebabkan perubahan genetika dalam populasi nyamuk tersebut. Meskipun ini terjadi secara alami dan diharapkan dalam upaya pengendalian, perubahan genetika bisa memiliki konsekuensi yang tidak terduga.
  2. Kemungkinan resistensi terhadap Wolbachia: Ada potensi bahwa nyamuk yang terinfeksi Wolbachia dapat mengembangkan mekanisme resistensi terhadap bakteri tersebut. Ini dapat mengakibatkan penurunan efektivitas Wolbachia sebagai metode pengendalian populasi nyamuk pembawa penyakit.
  3. Pengaruh terhadap ekosistem: Pengenalan nyamuk Wolbachia ke dalam populasi nyamuk liar juga dapat memengaruhi dinamika ekosistem secara keseluruhan. Perubahan dalam populasi nyamuk dapat berdampak pada rantai makanan dan ekologi lokal di daerah yang terpengaruh.
  4. Keseimbangan ekosistem: Dalam jangka panjang, perubahan populasi nyamuk dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya, mengurangi populasi nyamuk tertentu juga dapat berdampak pada organisme lain yang bergantung pada nyamuk sebagai sumber makanan.

Meskipun demikian, penelitian intensif terus dilakukan untuk memahami secara lebih baik dampak penggunaan Wolbachia pada genetika nyamuk dan ekosistem. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan teknologi ini dalam pengendalian populasi nyamuk pembawa penyakit, sambil memperhitungkan dampaknya pada lingkungan.

Tags: dampak negatif nyamuk wolbachianyamuk bioniknyamuk wolbachia

Related Posts

Ini yang akan Terjadi Bila Nyamuk Wolbachia Menggigitmu

Ini yang akan Terjadi Bila Nyamuk Wolbachia Menggigitmu

by Saeful Imam
November 29, 2023
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nyamuk yang dibawa bakteri Wolbachia memang telah terbukti mampu mengurangi penyebaran demam berdarah pada manusia. Namun, terdapat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Mengundurkan diri

Jajaran Komisaris MKNT Kompak Mengundurkan Diri, Ini Kata Manajemen

January 14, 2026
Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

Fundamental Kuat, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp9,3 Triliun

January 14, 2026
Iran Siap Hadapi Konflik Terbuka Usai Ancaman Militer dari Trump

4 ABK WNI Diculik Bajak Laut di Laut Gabon

January 14, 2026
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

January 15, 2026
Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

January 15, 2026
Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?

Pilihan Buah Rendah Gula yang Cocok untuk Menu Diet Sehari-hari

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved