• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Trump Ingin Mengambil Alih Greenland

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 8, 2026
in News
0
Mengapa Trump Ingin Mengambil Alih Greenland

JAKARTA, Cobisnis.com – Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperluas pengaruh global kini mengarah ke wilayah Arktik. Setelah mengklaim keberhasilan besar di Venezuela, Trump disebut mulai serius mengincar Greenland wilayah otonom Denmark yang selama ini dianggap aman dari ambisi ekspansionis AS.

Jika pada masa jabatan pertamanya wacana pembelian Greenland kerap dianggap lelucon atau sekadar provokasi politik, situasinya kini berubah drastis. Para pemimpin Eropa tidak lagi menertawakan gagasan tersebut. Mereka justru menyatakan kekhawatiran serius, terutama setelah pemerintahan Trump menolak secara tegas untuk menyingkirkan opsi penggunaan kekuatan militer.

Trump berdalih bahwa penguasaan Greenland diperlukan demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Secara geografis dan strategis, argumen ini memiliki dasar. Greenland sejak lama menjadi titik penting di Atlantik Utara. Pada Perang Dunia II, wilayah ini dikenal melalui “Greenland Air Gap,” jalur laut strategis yang pernah menjadi medan pertempuran sengit kapal selam Nazi. Hingga kini, pangkalan militer AS di Greenland berperan penting dalam sistem peringatan dini rudal Amerika.

Selain nilai militernya, Greenland juga semakin penting secara geopolitik seiring mencairnya es Arktik. Perubahan iklim membuka jalur pelayaran baru dan mempermudah akses terhadap cadangan minyak, gas, serta mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri teknologi dan persenjataan modern. China dan Rusia telah lama memandang kawasan ini sebagai wilayah strategis masa depan.

Namun, para pengamat menilai alasan keamanan Trump tidak sepenuhnya konsisten. Greenland adalah wilayah semi-otonom dari negara anggota NATO, Denmark, yang memiliki perjanjian pertahanan dengan AS. Amerika Serikat secara hukum sudah memiliki keleluasaan besar untuk memperkuat kehadiran militernya di sana tanpa harus mengambil alih kedaulatan wilayah tersebut.

Baik pemerintah Denmark maupun otoritas Greenland juga telah menyatakan keterbukaan untuk kerja sama ekonomi dan eksplorasi sumber daya alam, termasuk mineral tanah jarang. Meski demikian, tidak ada indikasi Trump tertarik pada kemitraan. Sebaliknya, sikap Gedung Putih dinilai semakin mencerminkan pola pikir imperialistik, dengan simbol-simbol nasionalisme ekstrem yang menegaskan klaim kepemilikan penuh.

Kekhawatiran Eropa meningkat setelah Trump secara terbuka menyebut dirinya “menjalankan” Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Langkah itu dipandang sebagai pergeseran dari retorika ke praktik nyata intervensi terhadap negara berdaulat. Jika pendekatan serupa diterapkan pada Greenland, dampaknya dinilai akan menghancurkan NATO dan tatanan keamanan Barat pasca-Perang Dunia II.

Para pemimpin Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Polandia, dan Spanyol bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa “Greenland adalah milik rakyatnya.” Kanada pun mengirim delegasi tingkat tinggi sebagai sinyal dukungan. Frederiksen bahkan memperingatkan bahwa upaya AS merebut Greenland dengan paksa akan menjadi akhir dari aliansi NATO.

Meski skenario invasi militer masih dianggap ekstrem, ketimpangan kekuatan antara AS dan Eropa memberi Trump posisi tawar yang besar. Ketergantungan Eropa pada perlindungan militer Amerika membuat respons mereka cenderung berhati-hati.

Secara hukum dan politik, pembelian Greenland juga bukan perkara sederhana. Diperlukan persetujuan Kongres AS, ratifikasi Uni Eropa, serta negosiasi kompleks dengan Denmark dan rakyat Greenland sendiri. Biaya akuisisi pun diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar AS angka yang sulit diterima publik Amerika di tengah tekanan biaya hidup.

Sejumlah tokoh militer dan diplomat AS menyerukan agar krisis ini diselesaikan melalui diplomasi, bukan konfrontasi. Namun, dengan Gedung Putih yang semakin agresif setelah operasi di Venezuela, banyak pihak di Eropa kini memandang ancaman terhadap Greenland sebagai sesuatu yang nyata, bukan lagi sekadar retorika politik.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download karbonn firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: cobisnis.comDonal TrumpGreenlandnato

Related Posts

Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Tunggu Keputusan Sidang Isbat

Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Tunggu Keputusan Sidang Isbat

by Hidayat Taufik
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah....

Potensi Perbedaan Lebaran 2026, MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat

Potensi Perbedaan Lebaran 2026, MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat

by Desti Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat dalam penentuan Hari Raya Idul...

Potensi Perbedaan Lebaran 2026, MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat

Babak Penentuan Liga Champions: Madrid Diunggulkan, Chelsea Terancam Tersingkir

by Desti Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA musim 2025/2026 akan kembali digelar pada Rabu (18/3/2026) dini...

Pemprov DKI Berangkatkan 744 Bus Mudik Gratis, Angkut 34 Ribu Pemudik

Pemprov DKI Berangkatkan 744 Bus Mudik Gratis, Angkut 34 Ribu Pemudik

by Desti Dwi Natasya
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberangkatkan program mudik gratis Lebaran 2026 dari kawasan Monumen Nasional, Jakarta, pada...

Bank Jakarta

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

by Iwan Supriyatna
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta kembali dukung Program Mudik Gratis Lebaran di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Pemerintah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

Awal 2026 Positif, Jamkrindo Bukukan Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun

March 16, 2026
Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Tunggu Keputusan Sidang Isbat

Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Tunggu Keputusan Sidang Isbat

March 17, 2026
Potensi Perbedaan Lebaran 2026, MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat

Potensi Perbedaan Lebaran 2026, MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat

March 17, 2026
Potensi Perbedaan Lebaran 2026, MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat

Babak Penentuan Liga Champions: Madrid Diunggulkan, Chelsea Terancam Tersingkir

March 17, 2026
Pemprov DKI Berangkatkan 744 Bus Mudik Gratis, Angkut 34 Ribu Pemudik

Pemprov DKI Berangkatkan 744 Bus Mudik Gratis, Angkut 34 Ribu Pemudik

March 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved