• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, September 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengapa Orang Cina Masih Makan Pakai Sumpit?

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
September 3, 2026
in Lifestyle
0
Sumpit telah digunakan selama ribuan tahun di Cina. Awalnya alat ini dipakai untuk memasak sebelum akhirnya menjadi bagian dari budaya makan.

Sumpit telah digunakan selama ribuan tahun di Cina. Awalnya alat ini dipakai untuk memasak sebelum akhirnya menjadi bagian dari budaya makan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Sumpit sudah menjadi bagian yang sangat melekat dalam budaya masyarakat Cina. Meski kini tersedia berbagai pilihan alat makan, penggunaan dua batang kecil ini tetap bertahan hingga sekarang.

Lantas, kenapa sumpit bisa begitu populer dan bahkan digunakan sejak ribuan tahun lalu?

Dikutip dari kanal YouTube Kok Bisa?, sumpit tertua yang pernah ditemukan diketahui telah berusia ribuan tahun. Bahkan, berdasarkan catatan salah satu sejarawan Cina, penggunaan sumpit diperkirakan telah berlangsung jauh lebih lama.

Menariknya, sumpit pada masa awal ternyata tidak secara khusus digunakan sebagai alat makan. Nama dan penggunaannya pada masa itu justru menunjukkan bahwa sumpit lebih dominan berfungsi sebagai alat untuk memasak.

Pada zaman dahulu, makanan masyarakat Cina umumnya diolah dengan cara direbus atau dibakar. Karena masyarakat Cina kuno sudah mahir membuat tembikar, mereka banyak mengolah makanan dengan cara merebusnya.

Dalam proses tersebut, sumpit digunakan untuk mengaduk makanan sekaligus mengambil makanan dari dalam wadah.

Lalu, bagaimana sumpit yang awalnya digunakan untuk memasak akhirnya menjadi alat makan?

Pada masa itu, sumpit sebenarnya sudah digunakan di meja makan, tetapi hanya sebagai alat makan pelengkap. Salah satu alasannya karena makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat saat itu belum terlalu praktis untuk disantap menggunakan sumpit.

Seiring masyarakat Cina memperluas wilayah dan mengenal semakin banyak jenis makanan pokok, bentuk makanan yang dikonsumsi pun semakin beragam. Beberapa di antaranya ternyata lebih mudah disantap menggunakan sumpit.

Dari sinilah penggunaan sumpit perlahan berpindah dari dapur ke meja makan dan akhirnya menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan sumpit juga ikut memengaruhi cara makanan Cina disiapkan. Banyak masakan Cina dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum disajikan.

Cara tersebut bukan hanya membuat makanan lebih cepat matang, tetapi juga membuatnya lebih mudah dimakan menggunakan sumpit. Dengan begitu, orang tidak perlu repot memotong makanan lagi ketika sudah berada di meja makan.

Selain faktor kepraktisan, perkembangan penggunaan sumpit juga berkaitan dengan pandangan filosofis.

Salah satu filsuf ternama dalam tradisi Cina memandang pisau dan garpu sebagai benda yang menyerupai senjata dan melambangkan kekerasan. Sebaliknya, sumpit dianggap sebagai simbol kelembutan dan alat makan yang lebih sesuai bagi orang beradab.

Pandangan tersebut bahkan tercatat dalam salah satu kitab Konfusianisme.

Karena itu, sumpit bukan sekadar alat untuk mengambil makanan. Penggunaannya kemudian menjadi bagian dari nilai dan kebudayaan masyarakat Cina.

Popularitas sumpit pun semakin berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Asia Timur dan negara-negara tetangga Cina.

Hingga kini, sumpit tidak hanya ditemukan dalam hidangan tradisional Cina, tetapi juga menjadi alat makan yang umum digunakan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Perjalanan sumpit menunjukkan bagaimana sebuah benda sederhana dapat memiliki sejarah yang panjang. Dari awalnya digunakan untuk mengaduk dan mengambil makanan saat memasak, sumpit akhirnya berubah menjadi alat makan sekaligus bagian dari identitas budaya.

Jadi, kalau selama ini sumpit dianggap hanya sebagai dua batang kecil untuk mengambil makanan, ternyata benda tersebut menyimpan perjalanan sejarah yang cukup panjang.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
download redmi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: alat makan Cinaasal usul sumpitbudaya Cinacobisnis.comsejarah sumpitsumpit Cina

Related Posts

Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

by Hidayat Taufik
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan sejumlah pesan tentang kepemimpinan saat menghadiri Resepsi...

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Beralih Jadi Penuh Waktu 2027

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Beralih Jadi Penuh Waktu 2027

by Hidayat Taufik
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan mendapatkan perubahan status menjadi pegawai penuh...

Warga Gunung Sindur Berebut Air Kolam yang Berubah Merah, Dikira Obat

Warga Gunung Sindur Berebut Air Kolam yang Berubah Merah, Dikira Obat

by Hidayat Taufik
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Fenomena tak biasa terjadi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Air sebuah kolam di wilayah tersebut dilaporkan berubah...

Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

by Desti Dwi Natasya
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden FIFA Gianni Infantino dijadwalkan hadir langsung dalam acara penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia pada...

Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

by Rizki Meirino
September 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menengs dan Katabroto mendorong Kota Banjar, Jawa Barat, membangun ekosistem “Kota Afiliat” melalui pemanfaatan affiliate marketing. Inisiatif...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Chandra Asri Dukung World Cleanup Day (WCD) 2026

Chandra Asri Dukung World Cleanup Day (WCD) 2026

September 20, 2026
Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Jakut, Abdullah Syauqi Dihukum Seumur Hidup

Pelajaran dari Sengketa CHERIA: Keluarga Pendiri Pertahankan Hak Merek dan Persoalkan Dugaan Informasi Keuangan yang Tidak Sesuai

September 20, 2026
Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

Menengs dan Katabroto Dorong Banjar Jadi Kota Afiliat

September 21, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

Pidato KH Hasan Sahal Jadi Perhatian, Pesan Kepemimpinan Jangan Dipahami sebagai Sindiran

September 21, 2026
Jakarta Bahas Penerbitan Obligasi, Zohran Mamdani Siap Kirim Tim Keuangan

Jakarta Bahas Penerbitan Obligasi, Zohran Mamdani Siap Kirim Tim Keuangan

September 21, 2026
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat di Usia 50 Tahun

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat di Usia 50 Tahun

September 21, 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Beralih Jadi Penuh Waktu 2027

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Beralih Jadi Penuh Waktu 2027

September 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved