• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, May 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Menakar Dampak Wabah Covid-19 terhadap Industri Pembiayaan

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
March 11, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Menakar Dampak Wabah Covid-19 terhadap Industri Pembiayaan

Cobisnis.com – Meluasnya kasus virus corona alias covid-19 dipastikan bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha. Bagaimana dampaknya di industri perusahaan pembiayaan?

Kepala Departemen Industri Keuangan Non-Bank 2B OJK Bambang W Budiawan menjelaskan, pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan kepada debitur sebagian besar untuk kendaraan bermotor untuk kegiatan produktif maupun konsumtif, termasuk alat berat, mesin-mesin produksi dan barang produktif maupun konsumtif lainnya.

Perekonomian Indonesia cukup stabil selama tahun 2015-2019 dengan tingkat pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 5%. Sektor pariwisata berkontribusi 4,8% dari total Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) nasional dengan CAGR 9%.

“Pertumbuhan sektor pariwisata didukung oleh ketersediaan transportasi ke destinasi pariwisata, peningkatan turis asing, peningkatan investasi pada 10 destinasi wisata prioritas yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Bambang di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5% hingga 5,4%. Namun, pemburukan kondisi makroekonomi akibat penyebaran virus corona merupakan risiko yang perlu diwaspadai seluruh pihak. Bank Indonesia telah mengestimasi pada kuartal pertama 2020 terjadi perlambatan ekonomi global menjadi hanya sebesar 4,9% dikarenakan merebaknya virus corona.

Pembatasan jalur transportasi dan akses pariwisata dengan China oleh beberapa negara yang terkena dampak virus corona akan menekan sektor pariwisata karena adanya travel warning dan penurunan minat para pelaku wisata.

“Hal tersebut akan cukup berdampak pada debitur di sektor pariwisata yang memiliki usaha menyediakan moda transportasi dengan sumber pendanaan dari perusahaan pembiayaan,” papar Bambang.

Namun demikian, kata dia, porsi pembiayaan untuk kendaraan yang mendukung kegiatan pariwisata tidak terlalu signifikan dari total portofolio industri pembiayaan.

Lihat saja, outstanding piutang pembiayaan pariwisata untuk Januari 2020 adalah sebesar Rp12,10 triliun atau menurun sebesar 0,77% dari piutang pembiayaan pariwisata Desember 2019 sebesar Rp12,20 triliun. Selanjutnya, penyaluran piutang pembiayaan pariwisata pada bulan januari 2020 adalah sebesar Rp668,86 miliar atau lebih rendah dibandingkan posisi januari 2019 sebesar Rp767,65 miliar. 

“Berdasarkan hasil pengawasan kami, penurunan piutang pembiayaan pariwisata banyak terjadi didaerah pariwisata seperti Bali, Batam, Manado dan Yogyakarta,” ungkap Bambang.

Selain potensi dampak terhadap penurunan penyaluran, perlambatan ekonomi akibat virus corona juga berpotensi meningkatkan rasio non performing finance (NPF) di industri pembiayaan. “Debitur dari perusahaan pembiayaan yang memiliki supply chain bisnis dari suplyer di China juga berpotensi mengalami perlambatan bisnis,” tuturnya.

Jika diperlukan, kata dia, OJK dapat mengambil langkah-langkah stimulus untuk menjaga pertumbuhan, kualitas portofolio pembiayaan atau kestabilan industri pembiayaan, sebagaimana dilakukan juga oleh beberapa negara yang terdampak.

“OJK terus melakukan monitoring atas dampak virus corona pada pertumbuhan piutang pembiayaan pada triwulan I. Apabila dampak ini berkelanjutan, tentu saja hal tersebut dapat menyebabkan adanya koreksi pertumbuhan piutang pembiayaan khususnya di bidang pariwisata,” ucapnya.

Di atas semua itu, dampak corona sangat bergantung pada seberapa cepat dan luas penyebaran virus corona, serta seberapa cepat penanganannya oleh petugas kesehatan di lapangan. 

“Dengan melihat aksi kongkrit pemerintah dalam menyiapkan dan melaksanakan protokol penanganan virus corona, kami optimistis pembiayaan pariwisata masih ada potensi tumbuh terutama untuk destinasi wisata yg masih banyakan dikunjungi wisatawan lokal,” dia membeberkan.

Selain virus Corona, tantangan lain pertumbuhan industri perusahaan pembiayaan adalah dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang juga berdampak ke pertumbuhan industri otomotif dan industri alat berat. “Saat ini pertumbuhan industri otomotif di Indonesia diperkirakan masih stagnan sehingga menyebabkan kompetisi yang cukup ketat,” ungkap dia.

Sektor industri alat berat juga masih sangat sensitif dengan harga komoditas global, harga batu bara dan harga crude palm oil alias CPO yang cendrung menurun sehingga dapat mengakibatkan adanya penurunan permintaan alat berat. “Meski terdapat perluang, namun industri Perusahaan Pembiayaan perlu waspada terhadap tantangan yang menghadang,” pungkas Bambang.

Tags: Cobisniscobisnis & bisnisCorona Viruscovid-19ojkPerusahaan Pembiayaan

Related Posts

Luhut Blak-blakan soal Investor yang Masih Wait and See, Reformasi Pasar Modal Harus Jalan Lebih Berani

Luhut Blak-blakan soal Investor yang Masih Wait and See, Reformasi Pasar Modal Harus Jalan Lebih Berani

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menemui jajaran Otoritas Jasa Keuangan di kantor OJK, Senin (18/5/2026)....

Masinis Positif Narkoba, Kereta Tabrak Bus di Bangkok hingga Terbakar: 8 Orang Tewas

Masinis Positif Narkoba, Kereta Tabrak Bus di Bangkok hingga Terbakar: 8 Orang Tewas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tragedi maut terjadi di perlintasan kereta api Bangkok, Thailand, Sabtu (16/5/2026) sore waktu setempat. Sebuah kereta barang...

Pertumbuhan KPR Anjlok, Bank Disebut Lebih Waspada Hadapi Risiko Kredit

Pertumbuhan KPR Anjlok, Bank Disebut Lebih Waspada Hadapi Risiko Kredit

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan pada Maret 2026 tercatat melambat cukup tajam. Pertumbuhannya hanya 4,79 persen...

Pertamina Siapkan 5,8 Juta Tabung Elpiji Tambahan untuk Libur Kenaikan Isa Almasih

Pertamina Siapkan 5,8 Juta Tabung Elpiji Tambahan untuk Libur Kenaikan Isa Almasih

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran elpiji 3 kilogram sebanyak 5,8 juta tabung selama libur panjang Kenaikan Yesus...

Drake Serang DJ Khaled di Lagu Baru, Sindir Sikap Diam Produser Keturunan Palestina Itu

Drake Serang DJ Khaled di Lagu Baru, Sindir Sikap Diam Produser Keturunan Palestina Itu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Drake membuat kejutan besar di industri musik dengan merilis tiga album sekaligus pada Kamis malam, 14 Mei...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Barang Diperkirakan Naik pada 2026, BI Soroti Kenaikan Bahan Baku

Harga Barang Diperkirakan Naik pada 2026, BI Soroti Kenaikan Bahan Baku

May 18, 2026
Sidang Isbat Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Idul Adha 2026 Segera Ditentukan

Sidang Isbat Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Idul Adha 2026 Segera Ditentukan

May 17, 2026
Eks Projo Bongkar Dampak Serangan Isu SARA ke JK, Jokowi dan PSI Disebut Bisa Babak Belur

Eks Projo Bongkar Dampak Serangan Isu SARA ke JK, Jokowi dan PSI Disebut Bisa Babak Belur

May 17, 2026
Herbalife Libatkan 36.000 Peserta di 130 Kota dalam PESAN 2026

Herbalife Libatkan 36.000 Peserta di 130 Kota dalam PESAN 2026

May 18, 2026
Real Madrid Siap Sambut Mourinho Lagi, Klub Setujui Empat Syarat Penting

Real Madrid Siap Sambut Mourinho Lagi, Klub Setujui Empat Syarat Penting

May 18, 2026
Daya Beli Masyarakat Membaik, Pembiayaan Griya BSI Tembus Rp60 Triliun

Daya Beli Masyarakat Membaik, Pembiayaan Griya BSI Tembus Rp60 Triliun

May 18, 2026
Prudential Indonesia Perkuat Program ESG dan Literasi Keuangan di 2025

Prudential Indonesia Perkuat Program ESG dan Literasi Keuangan di 2025

May 18, 2026
Teknologi Treatment Skin XERF Telah Hadir Klinik Aestheglow

Teknologi Treatment Skin XERF Telah Hadir Klinik Aestheglow

May 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved