• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Makin Dewasa, Kenapa Lingkaran Pertemanan Justru Menyempit?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 5, 2026
in Lifestyle
0
Jangan Asal Tanam, 4 Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular

JAKARTA, Cobisnis.com — Menjalin pertemanan baru sering kali terasa lebih sulit setelah seseorang memasuki usia dewasa. Berbeda dengan masa sekolah, orang dewasa tidak lagi memiliki banyak kesempatan untuk bertemu orang baru secara rutin.

Ketika masih bersekolah atau kuliah, interaksi berlangsung hampir setiap hari. Lingkungan kelas, kegiatan kampus, hingga pertemanan keluarga membuat seseorang lebih mudah menemukan orang yang memiliki minat serupa.

Namun, situasi tersebut berubah ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan dewasa. Kesibukan, perbedaan jadwal, serta lingkungan sosial yang semakin terbatas membuat kesempatan membangun hubungan baru ikut berkurang.

Psikolog Janice McCabe, PhD, penulis buku Making, Keeping, and Losing Friends, menjelaskan bahwa terdapat periode tertentu ketika seseorang lebih mudah membentuk pertemanan.

Masa awal SMA dan kuliah, misalnya, menjadi periode ketika banyak orang berada dalam lingkungan baru dan sama-sama terbuka untuk membangun relasi.

Psikolog dan pakar pertemanan Marisa Franco, PhD, mengatakan kesempatan untuk berinteraksi secara rutin tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu menjadi semakin terbatas ketika seseorang dewasa.

“Kita tidak lagi berada di banyak lingkungan yang memungkinkan interaksi berkelanjutan tanpa rencana dan keterbukaan emosional,” kata Franco dikutip dari berbagai sumber,  Sabtu (5/9/26).

Tempat kerja sebenarnya dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun pertemanan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Seseorang mungkin baru bergabung dengan perusahaan ketika rekan-rekan lainnya sudah memiliki hubungan yang erat. Perbedaan minat dan karakter juga dapat membuat hubungan pertemanan sulit berkembang.

Mencari Teman Baru lewat Aktivitas

Rebecca Marcus, LCSW, direktur klinis sekaligus pendiri RM Psychotherapy, menyarankan orang dewasa untuk mencari lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan mereka.

Mengikuti kegiatan berdasarkan hobi dapat menjadi salah satu cara bertemu orang yang memiliki minat serupa. Pilihannya beragam, mulai dari olahraga, kelas seni, hingga kegiatan komunitas keagamaan bagi mereka yang menjalankannya.

“Ada banyak hal terkait olahraga atau aktivitas, seperti kelas seni,” jelas Marcus.

Selain pertemuan secara langsung, aplikasi khusus untuk mencari teman juga dapat menjadi alternatif. Salah satunya adalah Bumble BFF yang dirancang untuk membantu pengguna menemukan koneksi pertemanan.

Menurut Marcus, menggunakan aplikasi untuk mencari teman tidak jauh berbeda dari cara seseorang menggunakan aplikasi kencan. Hal terpenting adalah memastikan metode tersebut terasa nyaman bagi penggunanya.

“Aplikasi atau cara yang lebih formal untuk bertemu orang bisa jadi pilihan bagus kalau memang cocok buatmu. Yang lebih penting bukan soal detail di mana bertemu orang, tapi bagaimana perasaanmu saat menggunakan aplikasi itu,” jelasnya.

Terapis asal New York, Kathryn Lee, LMHC, juga melihat manfaat dari aplikasi pertemanan. Menurutnya, pengguna platform seperti Bumble BFF umumnya memiliki tujuan yang lebih jelas karena memang ingin membangun hubungan sosial.

Dengan begitu, seseorang tidak perlu terlalu khawatir apakah orang yang ditemuinya memiliki keinginan untuk menjalin pertemanan.

Jangan Terlalu Takut dengan Rasa Canggung

Mendapatkan teman baru bukan berarti hubungan tersebut harus langsung terasa akrab sejak pertemuan pertama. Rasa kikuk justru menjadi bagian yang wajar dalam proses membangun kedekatan.

Kandidat doktor psikologi klinis Carolyn Bruckmann dalam artikelnya pada 2025 untuk Harvard Kennedy School berjudul The Friendship Recession: The Lost Art of Connecting menyebut bahwa membangun pertemanan membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko.

Menurutnya, situasi yang terasa canggung merupakan bagian normal ketika seseorang mencoba menjalin hubungan baru. Pengalaman baru dan tantangan yang dilewati bersama bahkan dapat memperkuat ikatan antarteman.

Karena itu, Kathryn Lee menyarankan kegiatan yang melibatkan aktivitas tertentu sebagai cara untuk mengurangi kecanggungan saat bertemu orang baru.

Aktivitas bersama membuat perhatian tidak sepenuhnya tertuju pada percakapan. Kondisi ini dapat membantu pembicaraan mengalir lebih alami sekaligus mengurangi tekanan.

Misalnya, seseorang dapat mencoba olahraga seperti pickleball, mengikuti kegiatan kreatif seperti paint-and-sip, atau menghadiri konser musisi yang disukai.

Pada akhirnya, kesibukan sebagai orang dewasa memang dapat membuat kehidupan sosial semakin terbatas. Namun, pertemanan tetap bisa dibangun selama seseorang bersedia membuka diri dan mengambil langkah untuk bertemu orang baru.

Membangun pertemanan juga sebaiknya tidak dibebani ekspektasi bahwa setiap hubungan harus bertahan lama. Sama seperti hubungan romantis, tidak semua perkenalan akan berkembang menjadi hubungan yang dekat.

Karena itu, terus mencoba berbagai lingkungan dan aktivitas dapat memperbesar peluang menemukan teman yang benar-benar cocok.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
online free course
download intex firmware
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comhubungan sosialkesehatan mentalmencari temanPersahabatanpertemanan dewasapsikologitips pertemanan

Related Posts

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kemampuan mengendalikan emosi memengaruhi cara seseorang menghadapi masalah, merespons tekanan, hingga berinteraksi dengan orang lain. Ketika perasaan...

Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keyakinan mengenai kehidupan setelah kematian masih dianut oleh banyak masyarakat di Asia. Namun, tingkat kepercayaan terhadap keberadaan...

Lereng Gunung Lawu Terbakar, Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

Lereng Gunung Lawu Terbakar, Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah....

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengadakan jamuan makan malam bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, dan delegasinya...

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seiring bertambahnya usia dan kesibukan, pria dapat mengalami perubahan kebugaran yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Tubuh yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prabowo Panggil Menteri ke Istana Bogor, Ada Agenda Apa?

Prabowo Panggil Menteri ke Istana Bogor, Ada Agenda Apa?

October 17, 2026
Gunung Arjuno-Welirang Dilalap Api, Petugas Berjuang Padamkan Kebakaran

Gunung Arjuno-Welirang Dilalap Api, Petugas Berjuang Padamkan Kebakaran

October 17, 2026
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Meta Rilis Muse Spark Open, AI untuk Mac Apple

October 17, 2026
Ilustrasi Suplemen - pexels/Ready Made

Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Probiotik?

October 18, 2026
Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

October 18, 2026
Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

October 18, 2026
Lereng Gunung Lawu Terbakar, Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

Lereng Gunung Lawu Terbakar, Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved