JAKARTA, Cobisnis.com – Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Proses pemadaman masih menghadapi kendala akibat kondisi medan yang sulit dan terbatasnya peralatan pendukung.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, relawan, serta instansi terkait terus berupaya mengendalikan api agar tidak merambat ke kawasan lain.
Kondisi geografis yang menantang membuat petugas masih mengandalkan metode pemadaman konvensional. Karena itu, koordinasi terus dilakukan untuk mencari dukungan tambahan guna mempercepat penanganan kebakaran.
Roy menyebut pihaknya tengah mengupayakan bantuan helikopter dari Penerbad. Armada tersebut diharapkan dapat mendukung pemadaman melalui teknik pengeboman air atau water bombing, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas darat.
Selain itu, opsi modifikasi cuaca juga dibahas bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah tersebut dipertimbangkan untuk membantu mengatasi kondisi kemarau berkepanjangan dan angin kencang yang menyulitkan proses pemadaman.
“Angin cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG untuk membuat status modifikasi cuaca itu kata Roy, dikutip dari berbagai sumber, Minggu(18/10).
Terkait penyebab kebakaran, Roy mengatakan dugaan kelalaian manusia masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan karena pemeriksaan tempat kejadian perkara belum dilakukan.













