• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

Dwi Natasya by Dwi Natasya
December 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang akhir tahun 2025, stabilnya kondisi likuiditas domestik serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga terus memberikan dorongan positif bagi industri perbankan. Berbagai stimulus dan kebijakan moneter yang diterapkan, ditambah meredanya tekanan pendanaan di pasar, membuka ruang bagi perbankan untuk menjaga momentum pertumbuhan secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Bank Mandiri terus menunjukkan performa yang konsisten dengan fundamental yang solid. Berdasarkan laporan keuangan Bank Only per akhir November 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.452 triliun. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

Pertumbuhan kredit tersebut turut didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.584 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri terjaga pada level sekitar 91 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat sekaligus memberikan ruang ekspansi pembiayaan hingga akhir tahun seiring struktur pendanaan yang semakin stabil.

Sejalan dengan kinerja kredit dan pendanaan, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 meningkat menjadi Rp2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Pencapaian ini menegaskan ketahanan model bisnis Bank Mandiri di tengah dinamika global, termasuk volatilitas pasar keuangan, normalisasi likuiditas, serta penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil penerapan strategi pertumbuhan yang disiplin dan terukur. “Bank Mandiri senantiasa menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental. Pengalaman melewati berbagai siklus ekonomi menjadi bekal penting dalam memperkuat manajemen risiko, permodalan, serta kesiapan operasional,” ujar Novita dalam keterangan resmi, Senin (15/12).

Ia menambahkan, arah kebijakan bisnis perseroan tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. “Prospek ekonomi yang tetap terjaga menjadi peluang bagi kami untuk mempertahankan kinerja yang solid. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada di level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terkelola dengan baik,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan, Bank Mandiri dengan kode emiten BMRI mencatat kinerja yang stabil. Pendapatan bunga tumbuh 9,5 persen secara tahunan per November 2025. Di sisi lain, beban bunga menunjukkan tren penurunan. Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II 2025. Secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), beban bunga turun 1,7 persen hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV.

Menurut Novita, perkembangan tersebut mencerminkan kondisi likuiditas pasar yang semakin kondusif serta efisiensi pengelolaan struktur pendanaan, seiring menurunnya tingkat persaingan penghimpunan dana pihak ketiga. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan margin ke depan.

“Perbaikan biaya pendanaan memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Fokus kami tetap pada kualitas pendanaan dan pengelolaan likuiditas secara prudent,” ujarnya.

Kinerja positif juga tercermin dari pendapatan non bunga. Hingga November 2025, pendapatan non bunga tumbuh 12,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan transaksi digital serta optimalisasi solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

“Transaksi digital yang bersifat berulang terus meningkat dan menjadi kontributor utama fee based income, yang tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan. Fee dari Livin’ by Mandiri tercatat tumbuh hingga 19,8 persen year on year. Sementara itu, solusi treasury mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan aktivitas trading dan layanan kepada nasabah,” lanjut Novita.

Dari sisi efisiensi, pengelolaan biaya yang efektif mendorong penurunan operating expenses (OPEX) sebesar 20,2 persen secara bulanan (month on month/MoM). Rasio Cost to Income Ratio (CIR) tetap terjaga pada level optimal sebesar 42,97 persen, sejalan dengan peningkatan produktivitas melalui pertumbuhan Net Interest Income (NII) dan Fee Based Income (FBI).

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Mandiri tercatat sebesar 0,99 persen per November 2025, dengan tingkat pencadangan yang kuat dan coverage ratio sekitar 260 persen. Kondisi ini mendorong penurunan beban pencadangan sebesar 36 persen secara tahunan, yang berdampak langsung pada penguatan kinerja laba.

Seiring perbaikan fundamental tersebut, laba bersih Bank Only Bank Mandiri pada November 2025 tercatat tumbuh 28,7 persen secara bulanan (MoM). Capaian ini menegaskan ketahanan profitabilitas perseroan menjelang penutupan tahun, didukung oleh likuiditas yang terjaga serta tekanan biaya yang semakin terkendali.

Menutup pernyataannya, Novita menegaskan bahwa fokus perseroan tetap pada keberlanjutan kinerja jangka panjang. “Dengan fundamental bisnis yang kuat, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan kinerja solid hingga akhir tahun sekaligus menyiapkan basis pertumbuhan yang sehat untuk periode berikutnya melalui penguatan strategi bisnis dan digitalisasi, serta likuiditas, kualitas aset, dan permodalan yang berada pada level memadai,” pungkasnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: bank mandiricobisnis.comDPKKreditlikuiditas domestikprospek pertumbuhan ekonomi nasional

Related Posts

Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

by Hidayat Taufik
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian Resor Tangerang Selatan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga merupakan pelaku pengganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri...

Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

by Hidayat Taufik
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar yang menyebut megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo akan menikahi tunangannya, Georgina Rodríguez, pada 1 Agustus 2026...

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

by Dwi Natasya
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Obesitas tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan berat badan atau penampilan, tetapi merupakan penyakit metabolik kronis yang...

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

by Rizki Meirino
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026....

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

by Rizki Meirino
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat kinerja positif pada Semester I 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp4 triliun....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

July 30, 2026
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

July 30, 2026
AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

July 30, 2026
Dorong Digitalisasi Industri Fesyen, BTN Hadir di Panggung IFW 2026

Dorong Digitalisasi Industri Fesyen, BTN Hadir di Panggung IFW 2026

July 30, 2026
Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

Tiga Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap di Pamulang, Polisi Tindak Tegas Dua Tersangka

July 30, 2026
Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

Viral Undangan Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Begini Fakta Sebenarnya

July 30, 2026
Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

Dokter Ungkap Bahaya Obesitas bagi Perempuan dari Remaja hingga Menopause

July 30, 2026
Bali Gapura Marina Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Yachting Asia Pasifik

Bali Gapura Marina Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Yachting Asia Pasifik

July 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved