• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, November 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

Dwi Natasya by Dwi Natasya
December 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang akhir tahun 2025, stabilnya kondisi likuiditas domestik serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga terus memberikan dorongan positif bagi industri perbankan. Berbagai stimulus dan kebijakan moneter yang diterapkan, ditambah meredanya tekanan pendanaan di pasar, membuka ruang bagi perbankan untuk menjaga momentum pertumbuhan secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Bank Mandiri terus menunjukkan performa yang konsisten dengan fundamental yang solid. Berdasarkan laporan keuangan Bank Only per akhir November 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.452 triliun. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

Pertumbuhan kredit tersebut turut didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.584 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri terjaga pada level sekitar 91 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat sekaligus memberikan ruang ekspansi pembiayaan hingga akhir tahun seiring struktur pendanaan yang semakin stabil.

Sejalan dengan kinerja kredit dan pendanaan, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 meningkat menjadi Rp2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Pencapaian ini menegaskan ketahanan model bisnis Bank Mandiri di tengah dinamika global, termasuk volatilitas pasar keuangan, normalisasi likuiditas, serta penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil penerapan strategi pertumbuhan yang disiplin dan terukur. “Bank Mandiri senantiasa menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental. Pengalaman melewati berbagai siklus ekonomi menjadi bekal penting dalam memperkuat manajemen risiko, permodalan, serta kesiapan operasional,” ujar Novita dalam keterangan resmi, Senin (15/12).

Ia menambahkan, arah kebijakan bisnis perseroan tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. “Prospek ekonomi yang tetap terjaga menjadi peluang bagi kami untuk mempertahankan kinerja yang solid. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada di level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terkelola dengan baik,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan, Bank Mandiri dengan kode emiten BMRI mencatat kinerja yang stabil. Pendapatan bunga tumbuh 9,5 persen secara tahunan per November 2025. Di sisi lain, beban bunga menunjukkan tren penurunan. Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II 2025. Secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), beban bunga turun 1,7 persen hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV.

Menurut Novita, perkembangan tersebut mencerminkan kondisi likuiditas pasar yang semakin kondusif serta efisiensi pengelolaan struktur pendanaan, seiring menurunnya tingkat persaingan penghimpunan dana pihak ketiga. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan margin ke depan.

“Perbaikan biaya pendanaan memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Fokus kami tetap pada kualitas pendanaan dan pengelolaan likuiditas secara prudent,” ujarnya.

Kinerja positif juga tercermin dari pendapatan non bunga. Hingga November 2025, pendapatan non bunga tumbuh 12,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan transaksi digital serta optimalisasi solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

“Transaksi digital yang bersifat berulang terus meningkat dan menjadi kontributor utama fee based income, yang tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan. Fee dari Livin’ by Mandiri tercatat tumbuh hingga 19,8 persen year on year. Sementara itu, solusi treasury mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan aktivitas trading dan layanan kepada nasabah,” lanjut Novita.

Dari sisi efisiensi, pengelolaan biaya yang efektif mendorong penurunan operating expenses (OPEX) sebesar 20,2 persen secara bulanan (month on month/MoM). Rasio Cost to Income Ratio (CIR) tetap terjaga pada level optimal sebesar 42,97 persen, sejalan dengan peningkatan produktivitas melalui pertumbuhan Net Interest Income (NII) dan Fee Based Income (FBI).

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Mandiri tercatat sebesar 0,99 persen per November 2025, dengan tingkat pencadangan yang kuat dan coverage ratio sekitar 260 persen. Kondisi ini mendorong penurunan beban pencadangan sebesar 36 persen secara tahunan, yang berdampak langsung pada penguatan kinerja laba.

Seiring perbaikan fundamental tersebut, laba bersih Bank Only Bank Mandiri pada November 2025 tercatat tumbuh 28,7 persen secara bulanan (MoM). Capaian ini menegaskan ketahanan profitabilitas perseroan menjelang penutupan tahun, didukung oleh likuiditas yang terjaga serta tekanan biaya yang semakin terkendali.

Menutup pernyataannya, Novita menegaskan bahwa fokus perseroan tetap pada keberlanjutan kinerja jangka panjang. “Dengan fundamental bisnis yang kuat, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan kinerja solid hingga akhir tahun sekaligus menyiapkan basis pertumbuhan yang sehat untuk periode berikutnya melalui penguatan strategi bisnis dan digitalisasi, serta likuiditas, kualitas aset, dan permodalan yang berada pada level memadai,” pungkasnya.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: bank mandiricobisnis.comDPKKreditlikuiditas domestikprospek pertumbuhan ekonomi nasional

Related Posts

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

by Hidayat Taufik
November 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penampilan seseorang kerap dikaitkan dengan kondisi finansial. Namun, pakaian bermerek, kendaraan mewah, hingga rumah megah ternyata bukan...

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bersama 10 mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Hambalang, Kabupaten...

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa impresif dalam balapan Moto3 Qatar 2026 di Sirkuit Lusail,...

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kondisi kuku ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan penampilan. Perubahan warna, munculnya garis, hingga tekstur yang...

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Indonesia, Malaysia, dan Vietnam memiliki agenda berbeda dalam menyambut FIFA Matchday November 2026 yang berlangsung pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Banyak Disasar Aktivitas Siber

Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Banyak Disasar Aktivitas Siber

November 8, 2026
Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

November 8, 2026
128 Bank di Jepang Lumpuh, Gangguan Siber Juga Hantui Perbankan Dunia

128 Bank di Jepang Lumpuh, Gangguan Siber Juga Hantui Perbankan Dunia

November 8, 2026
Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

November 8, 2026
Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

November 9, 2026
Nusantara Luxury Exchange, Upaya Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

Nusantara Luxury Exchange, Upaya Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

November 8, 2026
Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

November 8, 2026
Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

November 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved