• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

Dwi Natasya by Dwi Natasya
December 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Terjaga Dukung Akselerasi Kinerja Bank Mandiri Jelang Tutup Buku 2025

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang akhir tahun 2025, stabilnya kondisi likuiditas domestik serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga terus memberikan dorongan positif bagi industri perbankan. Berbagai stimulus dan kebijakan moneter yang diterapkan, ditambah meredanya tekanan pendanaan di pasar, membuka ruang bagi perbankan untuk menjaga momentum pertumbuhan secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Bank Mandiri terus menunjukkan performa yang konsisten dengan fundamental yang solid. Berdasarkan laporan keuangan Bank Only per akhir November 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.452 triliun. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

Pertumbuhan kredit tersebut turut didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.584 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri terjaga pada level sekitar 91 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat sekaligus memberikan ruang ekspansi pembiayaan hingga akhir tahun seiring struktur pendanaan yang semakin stabil.

Sejalan dengan kinerja kredit dan pendanaan, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 meningkat menjadi Rp2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Pencapaian ini menegaskan ketahanan model bisnis Bank Mandiri di tengah dinamika global, termasuk volatilitas pasar keuangan, normalisasi likuiditas, serta penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil penerapan strategi pertumbuhan yang disiplin dan terukur. “Bank Mandiri senantiasa menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental. Pengalaman melewati berbagai siklus ekonomi menjadi bekal penting dalam memperkuat manajemen risiko, permodalan, serta kesiapan operasional,” ujar Novita dalam keterangan resmi, Senin (15/12).

Ia menambahkan, arah kebijakan bisnis perseroan tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. “Prospek ekonomi yang tetap terjaga menjadi peluang bagi kami untuk mempertahankan kinerja yang solid. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada di level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terkelola dengan baik,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan, Bank Mandiri dengan kode emiten BMRI mencatat kinerja yang stabil. Pendapatan bunga tumbuh 9,5 persen secara tahunan per November 2025. Di sisi lain, beban bunga menunjukkan tren penurunan. Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II 2025. Secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), beban bunga turun 1,7 persen hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV.

Menurut Novita, perkembangan tersebut mencerminkan kondisi likuiditas pasar yang semakin kondusif serta efisiensi pengelolaan struktur pendanaan, seiring menurunnya tingkat persaingan penghimpunan dana pihak ketiga. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan margin ke depan.

“Perbaikan biaya pendanaan memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Fokus kami tetap pada kualitas pendanaan dan pengelolaan likuiditas secara prudent,” ujarnya.

Kinerja positif juga tercermin dari pendapatan non bunga. Hingga November 2025, pendapatan non bunga tumbuh 12,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan transaksi digital serta optimalisasi solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

“Transaksi digital yang bersifat berulang terus meningkat dan menjadi kontributor utama fee based income, yang tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan. Fee dari Livin’ by Mandiri tercatat tumbuh hingga 19,8 persen year on year. Sementara itu, solusi treasury mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan aktivitas trading dan layanan kepada nasabah,” lanjut Novita.

Dari sisi efisiensi, pengelolaan biaya yang efektif mendorong penurunan operating expenses (OPEX) sebesar 20,2 persen secara bulanan (month on month/MoM). Rasio Cost to Income Ratio (CIR) tetap terjaga pada level optimal sebesar 42,97 persen, sejalan dengan peningkatan produktivitas melalui pertumbuhan Net Interest Income (NII) dan Fee Based Income (FBI).

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Mandiri tercatat sebesar 0,99 persen per November 2025, dengan tingkat pencadangan yang kuat dan coverage ratio sekitar 260 persen. Kondisi ini mendorong penurunan beban pencadangan sebesar 36 persen secara tahunan, yang berdampak langsung pada penguatan kinerja laba.

Seiring perbaikan fundamental tersebut, laba bersih Bank Only Bank Mandiri pada November 2025 tercatat tumbuh 28,7 persen secara bulanan (MoM). Capaian ini menegaskan ketahanan profitabilitas perseroan menjelang penutupan tahun, didukung oleh likuiditas yang terjaga serta tekanan biaya yang semakin terkendali.

Menutup pernyataannya, Novita menegaskan bahwa fokus perseroan tetap pada keberlanjutan kinerja jangka panjang. “Dengan fundamental bisnis yang kuat, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan kinerja solid hingga akhir tahun sekaligus menyiapkan basis pertumbuhan yang sehat untuk periode berikutnya melalui penguatan strategi bisnis dan digitalisasi, serta likuiditas, kualitas aset, dan permodalan yang berada pada level memadai,” pungkasnya.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free online course
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: bank mandiricobisnis.comDPKKreditlikuiditas domestikprospek pertumbuhan ekonomi nasional

Related Posts

Komjak Minta Evaluasi Teknis Jaksa dalam Kasus Hogi Minaya, Soroti Penerapan KUHP

Komjak Minta Evaluasi Teknis Jaksa dalam Kasus Hogi Minaya, Soroti Penerapan KUHP

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) mendorong Kejaksaan Tinggi serta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) untuk melakukan evaluasi...

PPATK Karyawan Sembunyikan Rp 12,49 Triliun Siapa Menampung !

PPATK Karyawan Sembunyikan Rp 12,49 Triliun Siapa Menampung !

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan mencengangkan sepanjang tahun 2025 terkait dugaan penyembunyian omzet...

Sosok Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

Sosok Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Ia menggantikan Adies...

PDC

PDC Bukukan Pendapatan Rp 2,83 Triliun dan Laba Bersih Rp 141 Miliar di 2025

by Iwan Supriyatna
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025 sekaligus strategi bisnis 2026 dalam kegiatan...

PGN

PGN Salurkan Gas Perdana ke Pabrik Baterai Kendaraan Listrik CATIB di Karawang

by Iwan Supriyatna
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, melalui Sales and Operation Region II (SOR...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
Deretan Film Bioskop Februari 2026: dari Horor Mencekam hingga Animasi Keluarga

Deretan Film Bioskop Februari 2026: dari Horor Mencekam hingga Animasi Keluarga

January 20, 2026
Mengundurkan diri

Wakil Presdir Bussan Auto Finance Mengundurkan Diri

January 28, 2026
Komjak Minta Evaluasi Teknis Jaksa dalam Kasus Hogi Minaya, Soroti Penerapan KUHP

Komjak Minta Evaluasi Teknis Jaksa dalam Kasus Hogi Minaya, Soroti Penerapan KUHP

January 29, 2026
AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

January 29, 2026
PPATK Karyawan Sembunyikan Rp 12,49 Triliun Siapa Menampung !

PPATK Karyawan Sembunyikan Rp 12,49 Triliun Siapa Menampung !

January 29, 2026
Sosok Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

Sosok Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir

January 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved