• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Kisah Pasien Meninggal karena Diduga Salah Anestesi Saat Dioperasi Gigi Bungsu di RSHS, Pihak Rumah Sakit Angkat Bicara

Saeful Imam by Saeful Imam
December 17, 2023
in Sport
0
Kisah Pasien Meninggal karena Diduga Salah Anestesi Saat Dioperasi Gigi Bungsu di RSHS, Pihak Rumah Sakit Angkat Bicara

RSHS angkat bicara tentang kasus pasien meninggal saat operasi gigi

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah peristiwa menyedihkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ketika seorang pasien yang akan menjalani operasi gigi bungsu meninggal dunia. Informasi tersebut menjadi viral di platform media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @latashaqntas (Latasha), yang mengklaim sebagai anggota keluarga korban.

“Secara singkat, sepupu saya akan menjalani operasi gigi bungsu dari Garut dan dirujuk ke @rshs_bandung. Rumah Sakit di Garut (RSHS Bandung) ini dianggap bagus,” tulis Latasha dalam unggahannya yang dikutip pada Jumat, 15 Desember 2023.

Setelah tiba di RSHS Bandung, Latasha menyatakan bahwa tim dokter diduga segera melakukan tindakan dengan memberikan anestesi pada pasien. “Beberapa saat kemudian, suami sepupu saya dipanggil dan disampaikan bahwa pasien mengalami henti detak jantung,” ungkapnya.

Pasien kemudian segera dilarikan oleh tim medis ke Neonatal Intensive Care Unit (NICU) karena kondisinya yang kritis. “Di sana, pasien tak sadarkan diri selama beberapa hari, dan tiba-tiba diberi berbagai diagnosis. Dikatakan paru-parunya menghitam, kondisinya buruk, dan sebagainya,” papar Latasha.

Menurut keluarga, sebelum menjalani operasi gigi bungsu, kondisi pasien telah diperiksa dan dianggap aman untuk prosedur tersebut. Namun, setelah bius, pasien tidak sadarkan diri dan mengalami keadaan yang mengkhawatirkan.

Kelompok keluarga yang merasa ada ketidaknormalan dalam kejadian tersebut, mulai menanyakan kondisi pasien kepada beberapa dokter kepercayaan mereka. Berdasarkan penjelasan dari beberapa dokter yang mereka konsultasikan, semuanya menduga bahwa terdapat kesalahan dalam pemberian anestesi.

“Kemungkinan besar terjadi kesalahan dalam proses anestesi oleh dokter anestesi. Hanya dalam waktu singkat, semua organ terutama ginjal langsung mengalami gangguan, itulah sebabnya terjadi henti jantung,” urainya.

Latasha mengungkapkan bahwa selama dua minggu terakhir tidak ada perkembangan signifikan dalam kondisi pasien. Tubuhnya terus diobati dan ginjalnya sudah dicuci dua kali lebih kurang. Ventilator juga dipindahkan dan melakukan tindakan pada leher.

Sejak saat itu, kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan. Dia kehilangan kemampuan untuk menerima makanan dan minuman, serta tidak lagi melakukan proses pembuangan urine atau tinja. Keluarga pasien mencoba meminta penjelasan dan pertanggungjawaban kepada pihak RSHS Bandung, namun hingga artikel ini dibuat, belum ada tanggapan resmi dari rumah sakit tersebut.

Sementara itu, akun Instagram Rumah Sakit terlihat telah menutup kolom komentar, sementara pihak RSHS Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

KLARIFIKASI RSHS

Direktur Medik & Keperawatan dr. Iwan Abdul Rachman, Sp.An, M.Kes menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menjadi perbincangan.

“Dalam menghadapi video yang beredar di media sosial mengenai kepergian salah seorang pasien saat menerima perawatan di RSHS, kami mengungkapkan turut berduka cita atas kehilangannya. Semoga ia mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” ujar Iwan dalam pernyataan resmi pada Sabtu (16/12).

Iwan menjelaskan bahwa RSHS telah melakukan segala upaya dan pelayanan yang terkait dengan pasien tersebut, sesuai dengan prosedur standar yang berlaku di rumah sakit.

“Kami ingin menekankan bahwa RSHS telah memberikan upaya terbaik dalam memberikan perawatan kepada setiap pasien. Semua prosedur yang dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku di lingkungan rumah sakit,” tambahnya.

Namun, Iwan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap upaya beberapa pihak yang dinilai mencoba memojokkan citra RSHS dengan membuat konten-konten di media sosial.

“Kami merasa prihatin dengan adanya pihak yang membuat konten di platform sosial tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit,” jelasnya.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download mobile firmware
Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: kasus operasi gigi rshsoperasi gigi rshspasien meninggal saat operasi gigi

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Standard Chartered Indonesia Borong Dua Penghargaan Euromoney Awards 2026

Standard Chartered Indonesia Borong Dua Penghargaan Euromoney Awards 2026

July 22, 2026
Laba Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun pada Semester I 2026

Laba Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun pada Semester I 2026

July 23, 2026
Kemenkeu Ambil Peran dalam Penataan Ulang Pembiayaan Kereta Cepat Whoosh

3.333 Layang Layang Ditertibkan KCIC karena Berpotensi Ganggu Operasional Whoosh

July 23, 2026
BNI Dukung Festival Seni dan Bazaar MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

BNI Dukung Festival Seni dan Bazaar MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

July 22, 2026
Akun Threads Ini Ajak Warga Jelajahi Masjid Bersejarah di Jakarta

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Rahmad Gobel

July 23, 2026
Akun Threads Ini Ajak Warga Jelajahi Masjid Bersejarah di Jakarta

Akun Threads Ini Ajak Warga Jelajahi Masjid Bersejarah di Jakarta

July 23, 2026
Taspen dan Bank Mandiri Taspen Serahkan Santunan kepada Keluarga Rahmad Gobel

Taspen dan Bank Mandiri Taspen Serahkan Santunan kepada Keluarga Rahmad Gobel

July 23, 2026
Austria Jadikan Rumah Kelahiran Hitler Markas Polisi untuk Cegah Ziarah Neo Nazi

Austria Jadikan Rumah Kelahiran Hitler Markas Polisi untuk Cegah Ziarah Neo Nazi

July 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved