• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kinerja Campuran Emiten LQ45 Kuartal I-2025: Perbankan Tumbuh, Energi Tertekan

Saeful Imam by Saeful Imam
May 5, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
IHSG Turun Tipis di Awal Perdagangan, IDX Transportasi dan Logistik Menguat

Laba Perbankan Naik, Energi dan Tambang Terpukul di LQ45

JAKARTA, COBISNIS.COM – Mayoritas emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 telah merilis laporan keuangan kuartal I-2025. Namun, tidak semua mencatatkan hasil menggembirakan. Beberapa emiten, khususnya dari sektor energi dan pertambangan, justru mengalami penurunan kinerja, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Data dari Kontan menunjukkan bahwa emiten sektor energi dan pertambangan dalam LQ45 mayoritas mengalami pelemahan. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), misalnya, mencatat penurunan pendapatan sebesar 22,33% secara tahunan menjadi US$ 381,62 juta, dan laba bersihnya turun 52,27% menjadi US$ 76,70 juta.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 50,50% secara tahunan menjadi Rp 391,45 miliar. Meskipun demikian, pendapatan PTBA justru naik tipis sebesar 5,84% menjadi Rp 9,96 triliun.

Di sisi lain, sektor perbankan menunjukkan hasil lebih baik. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,1 triliun, naik 9,80% dari tahun sebelumnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatat kenaikan laba sebesar 3,94% menjadi Rp 13,20 triliun.

Namun, tidak semua bank mengalami peningkatan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru mengalami penurunan laba bersih sebesar 13,92% menjadi Rp 13,67 triliun.

Sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG) dan ritel menunjukkan performa yang cukup positif. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sama-sama membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih dua digit di kuartal I-2025.

INDF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,20% menjadi Rp 2,72 triliun, sedangkan ICBP mencatatkan kenaikan laba sebesar 12,95% menjadi Rp 2,65 triliun. Namun, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan kinerja dengan pendapatan turun 6,09% dan laba bersih anjlok 14,60%.

Emiten ritel dari Grup MAP juga menunjukkan kinerja positif. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) mencatat kenaikan laba bersih 14,07%, sedangkan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) tumbuh 20,81%. Pendapatan keduanya juga meningkat masing-masing 5,82% dan 16,95%.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, mencatat pertumbuhan pendapatan 11,75% menjadi Rp 32,77 triliun dan kenaikan laba 9,52% menjadi Rp 975,11 miliar.

Sementara itu, sektor telekomunikasi belum menunjukkan perbaikan. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat penurunan pendapatan sebesar 2,11% dan laba bersih turun 4,01% menjadi Rp 5,81 triliun.

CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo, menyampaikan bahwa kinerja emiten LQ45 masih dalam tekanan, meskipun masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurutnya, harga komoditas yang melemah serta nilai tukar rupiah yang lemah turut memperkecil margin keuntungan, terutama di sektor energi.

Faktor global seperti kebijakan tarif Amerika Serikat dan pelemahan daya beli di dalam negeri juga menjadi tantangan. VP Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa depresiasi rupiah dan tingginya suku bunga turut menambah beban emiten.

Audi menilai bahwa performa keuangan emiten memiliki pengaruh terhadap harga sahamnya. Ia menyebut sektor perbankan mengalami capital outflow terbesar, yang berdampak langsung pada indeks LQ45 karena bobot sektor ini cukup besar.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menyampaikan bahwa rilis laporan keuangan bisa menimbulkan fluktuasi harga saham dalam jangka pendek. Namun, pengaruh terhadap IHSG harus dilihat secara menyeluruh, karena ada beberapa emiten besar seperti ANTM dan BBCA yang mencatat pertumbuhan dan menyeimbangkan kinerja indeks.

Ekky juga menyebut valuasi IHSG saat ini relatif murah dan menyentuh level seperti saat pandemi. Oleh karena itu, tekanan dari laporan keuangan kuartal I-2025 diperkirakan hanya bersifat sementara, dan kinerja emiten LQ45 ke depan akan sangat bergantung pada situasi makroekonomi.

Tags: EnergiLQ45perbankansaham hari ini

Related Posts

Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terguncang

Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terguncang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Iran menutup sebagian Selat Hormuz pada Selasa (17/2) waktu setempat. Penutupan ini dilakukan seiring latihan militer di...

Berbuka Puasa dengan Kurma: Sunnah yang Didukung Ilmu Kesehatan

Berbuka Puasa dengan Kurma: Sunnah yang Didukung Ilmu Kesehatan

by Hidayat Taufik
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tradisi berbuka puasa dengan kurma bukan hanya bagian dari sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga memiliki dasar ilmiah...

5 Orang Terkaya RI 2026, Prajogo Pangestu Masih di Puncak Tanpa Lawan

5 Orang Terkaya RI 2026, Prajogo Pangestu Masih di Puncak Tanpa Lawan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Daftar orang terkaya Indonesia kembali jadi sorotan. Awal 2026 dibuka dengan lonjakan harta sejumlah taipan nasional yang...

Tabungan di Atas Rp5 Miliar Melonjak, Orang Kaya RI Makin Banyak

Tabungan di Atas Rp5 Miliar Melonjak, Orang Kaya RI Makin Banyak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah orang Indonesia dengan tabungan di atas Rp5 miliar terus bertambah signifikan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat...

Pemerintah Targetkan Bea Keluar Batu Bara Maksimal 5% Mulai 2026

Pemerintah Targetkan Bea Keluar Batu Bara Maksimal 5% Mulai 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menargetkan tarif bea keluar batu bara maksimal sebesar 5% pada 2026 sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Ilustrasi aduan saham MTN

MNC Kapital Diterpa Keluhan soal MTN, Ada 60.000 Aduan

February 24, 2026
Ignasius Jonan

Mantan Menhub Ignasius Jonan Jadi Presiden Komisaris SOHO, Geser Eng Liang Tan

February 24, 2026
Pria Mengaku Polisi Aniaya Petugas SPBU di Pulogadung, Polisi Pastikan Pelaku Warga Sipil

Pria Mengaku Polisi Aniaya Petugas SPBU di Pulogadung, Polisi Pastikan Pelaku Warga Sipil

February 25, 2026
Kolaborasi Ramadan 1447 H, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim Lewat Sinergi Ziswaf

Kolaborasi Ramadan 1447 H, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim Lewat Sinergi Ziswaf

February 25, 2026
Mudik dan Staycation Lebaran Makin Hemat, Traveloka Soroti Pesona Malang dan Batu

Mudik dan Staycation Lebaran Makin Hemat, Traveloka Soroti Pesona Malang dan Batu

February 25, 2026
China Desak AS dan Iran Prioritaskan Dialog, Tahan Eskalasi Militer di Tengah Negosiasi Nuklir

China Desak AS dan Iran Prioritaskan Dialog, Tahan Eskalasi Militer di Tengah Negosiasi Nuklir

February 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved