• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, September 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketika Jurnalis Ngomongin Brand

Nina Karlita by Nina Karlita
February 27, 2020
in Nasional
0
Ketika Jurnalis Ngomongin Brand

Cobisnis.com – MIX MarComm—Era digital menciptakan peta media di Indonesia semakin clutter. Hal ini dipicu hadirnya beragam channel di luar media mainstream yang kerap mempengaruhi strategi komunikasi para pemilik brand.

Dalam situasi seperti ini, peran jurnalis sebagai earned media menjadi sangat penting untuk menyebarkan pesan dan informasi kepada khalayak, sekaligus memberi value dalam kampanye brand dan korporat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu saja penting bagi pengelola brand memahami tuntutan dan kebutuhan dari para jurnalis dalam menjalankan profesinya.

Pentingnya para pemilik brand memahami jurnalis dalam menjalankan praktek jurnalistik inilah yang menjadi tema utama sharing session dalam acara MIX Marketing Gathering sekaligus memperingati HUT ke-16 Majalah MIX Marcomm yang diadakan di Auditorium London School Public Relations (LSPR) Jakarta, Rabu 26 Februari 2020.

Acara menghadirkan jurnalis dari berbagai media, serta para praktisi PR dan pengelola brand dari sejumlah korporat.

Prita Kemal Gani, Founder and CEO LSPR Jakarta, dalam keynote speech-nya menyampaikan tantangan dan peluang bagi para praktisi komunikasi perusahaan di era digital.

Menurut dia, terdapat lima tantangan sekaligus peluang tersebut, yaitu pertama, konvergensi media tradisional dan digital; kedua, bentuk komunikasi interaktif; ketiga, informasi sekarang mengalir dengan cepat dan grati; keempat, segala sesuatu didukung teknologi; dan kelima, kecepatan perubahan dan kecepatan respons.

President ASEAN PR Network (APRN) ini menekankan, aktivitas PR yang proaktif sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah brand. Terlebih di era digital yang semakin heterogen dengan tampilnya new audience, new relations, new tool, serta new standard.

“Jelas, itu menjadi tantangan bagi pengelola brand maupun praktisi komunikasi,” ujarnya.

Menurut dia, ada tiga strategi PR di era digital (3 PR insight on digital age) saat ini, yakni pentingnya menjalin hubungan yang baik (build important relationship); melakukan endorse melalui orang-orang yang kompeten dan memiliki kredibilitas yang baik (endorse frienship); serta berupaya menciptakan image brand maupun kroporat yang juga baik (build good image).

Dalam kata sambutannya, Prita juga memaparkan kompetensi yang harus dimiliki seorang PR di era digital saat ini hingga lima tahun ke depan.

Kompetensi tersebut antara lain relationship skill; resources skill; management skill; leadership skill; multimedia development skill; research skill & analysis; written & verbal communications skill; multicultural & adaptable; entrepreneurial skill; serta finance & budgeting skill.

Sejumlah fakta tentang convergence media tradisional dan digital, penyampaian pesan brand dan customer yang semakin cepat, interaktif, dan semua orang bisa berkomentar di sosial media, dinilai Prita, adalah tantangan dan juga peluang.

“Yang paling penting adalah bagaiman pemilik brand dapat merancang strategi PR dengan jitu melalui orang-orang di bagian PR yang memiliki skill dan kompetensi yang andal,” imbuh Prita.

Pemimpin Redaksi Majalah MIX Lis Hendriani menambahkan, peta media yang sekarang semakin clutter dengan kehadiran beragam channel di luar media mainstream menjadi tantangan baru bagi para praktisi komunikasi brand maupun korporat.

Jurnalis sebagai pelaku earned media, katanya, seharusnya semakin meningkatkan kompetensinya dalam membuat berita yang berimbang untuk membedakannya dengan para selebgram, endorser, atau Key Opinion Leader (KOL) yang selama ini banyak yang diperlakukan sebagai paid media oleh brand/korporat.

Sementara pihak korporat, katanya, seharusnya lebih menghargai berita yang ditulis para jurnalis yang lebih berimbang karena value-nya lebih besar (sebagai earned media).

Pada acara sharing session bertema “Ketika Jurnalis Ngomongin Brand” tampil lima orang wartawan senior dari berbagai desk sebagai pembicara, yakni Dwi Wulandari, wartawan majalah MIX MarComm; Eny Wibowo, wartawan hidupgaya.co; Herning Banirestu, wartawan majalah bisnis SWA; Lilis Setyaningsih, wartawan Wartakota; dan M. Syakur Usman, wartawan Merdeka.com.

Para pembicara berbagi pengalaman terkait dalam kegiatan jurnalistik di lapangan, dari soal kesulitan menembus narasumber untuk wawancara, sikap narasumber yang “pelit” memberikan data, konten rilis yang minim informasi, persoalan sikap tertutup narasumber saat diterpa isu, dan persaingannya dengan para selebgram yang menjadi brand endorser.

Menurut para pembicara, pemilik brand atau korporat dan jurnalis sebenarnya saling membutuhkan. Bagi jurnalis, yang dibutuhkan adalah data atau statement dari pejabat yang kompeten terkait tema tulisan.

Oleh karena itu, memberi akses seluasnya bagi jurnalis untuk menggali informasi menjadi tuntutan dan kebutuhan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam menjalankan praktik jurnalistik.

“Agar terjalin hubungan harmonis, PR di korporat maupun pengelola brand mesti membuka akses seluasnya bagi jurnalis untuk memperoleh informasi. Ini bisa tercipta jika PR di korporat atau brand bersikap komunikatif dan interaktif dengan jurnalis, serta kreatif dengan menyuguhkan konten informasi yang lengkap dan detail,” tandas Dwi Wulandari.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: Cobisniscobisnis & bisnisdiskusi jurnalismix marcomm

Related Posts

Fajar dan Fikri Kalah di Asian Games 2026, Indonesia Tertinggal 0-2

Fajar dan Fikri Kalah di Asian Games 2026, Indonesia Tertinggal 0-2

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan Liang Weikeng dan Wang Chang dalam final beregu...

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg 2027 Dipangkas Rp11,4 Triliun

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg 2027 Dipangkas Rp11,4 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Anggaran DPR RI bersama pemerintah menyepakati pemangkasan anggaran subsidi energi dalam RAPBN 2027. Total subsidi energi...

Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Meluncur, Layak Jadi Rival iPhone 18 Pro?

Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Meluncur, Layak Jadi Rival iPhone 18 Pro?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Xiaomi resmi meluncurkan Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max untuk meramaikan pasar ponsel premium. Keduanya...

Terpujilah GURU 2026, Telkomsel Dorong Guru Manfaatkan AI di Ruang Kelas

Terpujilah GURU 2026, Telkomsel Dorong Guru Manfaatkan AI di Ruang Kelas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ribuan guru mulai mendapatkan pelatihan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam kegiatan belajar mengajar. Program tersebut...

Jensen Huang Yakin AI Tak Akan Musnahkan Manusia pada 2030

Jensen Huang Yakin AI Tak Akan Musnahkan Manusia pada 2030

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - CEO Nvidia Jensen Huang menolak prediksi bahwa kecerdasan buatan atau AI dapat memusnahkan manusia dalam beberapa tahun...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 digelar 22–25 Oktober dengan tema Buy Local Go Global untuk memperluas akses pasar produk lokal ke pasar global.

BSI International Expo 2026 Usung Buy Local Go Global

September 23, 2026
Usung Tema Buy Local Go Global, BSI International Expo 2026 Digelar 22–25 Oktober

Usung Tema Buy Local Go Global, BSI International Expo 2026 Digelar 22–25 Oktober

September 23, 2026
ASABRI Gencarkan Sosialisasi Program Manfaat di Maluku

ASABRI Gencarkan Sosialisasi Program Manfaat di Maluku

September 23, 2026
Jamkrindo Perkuat Penjaminan UMKM di Jawa Barat

Jamkrindo Perkuat Penjaminan UMKM di Jawa Barat

September 23, 2026
HCM Talks 7th Series 2026 Bahas Kepemimpinan Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045

HCM Talks 7th Series 2026 Bahas Kepemimpinan Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045

September 24, 2026
Tiga Pameran Furnitur Satukan Rantai Industri dari Hulu ke Hilir

Tiga Pameran Furnitur Satukan Rantai Industri dari Hulu ke Hilir

September 24, 2026
Fajar dan Fikri Kalah di Asian Games 2026, Indonesia Tertinggal 0-2

Fajar dan Fikri Kalah di Asian Games 2026, Indonesia Tertinggal 0-2

September 24, 2026
Perkuat Akses Pariwisata Indonesia, WITF 2026 Siap Hadir Oktober 2026

Perkuat Akses Pariwisata Indonesia, WITF 2026 Siap Hadir Oktober Mendatang

September 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved