• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ketika Data dan Teknologi Mengubah Wajah Pertambangan AMMAN

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Aktivitas pertambangan menggunakan truk angkut milik AMMAN.

Aktivitas pertambangan menggunakan truk angkut milik AMMAN.

JAKARTA, Cobisnis.com – Hampir 100.000 ton bijih mengalir menuju fasilitas pengolahan Batu Hijau setiap hari, membawa tantangan besar tentang bagaimana mineral berharga dapat dipulihkan semaksimal mungkin, proses berjalan aman dan efisien, serta sumber daya alam yang telah diambil dari bumi tetap dikelola secara bertanggung jawab.

Di tengah tuntutan tersebut, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) semakin mengandalkan data dan teknologi untuk mengubah cara operasi pertambangan dijalankan, mulai dari kecerdasan buatan yang membantu mengoptimalkan pemulihan mineral hingga pemindaian laser yang mendeteksi material berpotensi mengganggu proses pengolahan.

Bagi industri yang bekerja dengan sumber daya alam terbatas dan menghadapi kondisi operasional yang terus berubah, kemampuan membaca kondisi lapangan secara cepat dan akurat menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi risiko.

Teknologi dalam konteks ini bukan sekadar perangkat tambahan bagi aktivitas pertambangan, melainkan menjadi bagian dari cara perusahaan memahami kondisi operasi, mengolah informasi, mengambil keputusan, dan memastikan setiap tahapan berjalan dengan tingkat ketepatan yang semakin tinggi.

Salah satu inovasi yang dikembangkan AMMAN adalah Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA), sistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan yang membantu tim operasi mengoptimalkan mineral recovery dalam proses pengolahan.

AMMAN Terapkan Sistem AI untuk Meningkatkan Perolehan Tembaga dan Emas di Batu Hijau
AMMAN Terapkan Sistem AI untuk Meningkatkan Perolehan Tembaga dan Emas di Batu Hijau

Setiap ton bijih mengandung mineral berharga, tetapi tidak seluruh kandungan tersebut dapat dipulihkan sehingga peningkatan kecil dalam tingkat recovery sekalipun dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya mineral secara lebih optimal.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting dalam operasi pertambangan berskala besar karena peningkatan tingkat pemulihan mineral berarti lebih banyak kandungan berharga yang dapat dimanfaatkan dari material yang sudah ditambang dan diproses.

Di balik AIDA terdapat lebih dari 25 tahun pengetahuan operasional AMMAN yang kemudian dipadukan dengan jutaan titik data historis maupun real-time untuk membantu sistem menganalisis kondisi pabrik secara berkelanjutan.

Data tersebut menjadi dasar bagi sistem untuk memberikan rekomendasi mengenai parameter operasi yang dinilai optimal dalam menghadapi kondisi proses yang terus berubah.

Di dalam AIDA terdapat Set Point Optimizer, fitur berbasis kecerdasan buatan yang memberikan rekomendasi penyesuaian terhadap sejumlah variabel proses penting, termasuk dosis reagen dan laju aliran air, untuk membantu operator mencapai kinerja metalurgi yang optimal.

Jika sebelumnya tim harus membaca dan menafsirkan ribuan variabel yang terus berubah, kehadiran sistem tersebut memungkinkan para ahli metalurgi lebih fokus pada validasi rekomendasi yang dihasilkan AI serta mengambil keputusan berdasarkan kombinasi data dan pengalaman.

Namun, penggunaan AI di AMMAN tidak berarti manusia kehilangan peran dalam pengambilan keputusan karena teknologi tersebut justru dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia dalam membaca kondisi operasi.

Setiap empat jam, tim operasi dan metalurgi meninjau rekomendasi sistem secara bersama-sama sebelum menentukan penyesuaian yang akan diterapkan di pabrik.

Pola kerja tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di lingkungan pertambangan tidak semata-mata menggantikan proses manual dengan mesin, tetapi membangun hubungan antara teknologi dan pengetahuan manusia untuk menghasilkan keputusan yang lebih cepat dan terukur.

Vice President of Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana mengatakan pemanfaatan AIDA merupakan bagian dari budaya perusahaan untuk terus melakukan perbaikan sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya mineral.

“AIDA merupakan cerminan budaya AMMAN dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Melalui transformasi digital, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap konservasi mineral. Nilai sebenarnya dari inisiatif ini terletak pada perpaduan antara teknologi canggih dan keahlian sumber daya manusia. Ketika data, inovasi, dan pengalaman bersatu, ketiganya memungkinkan pengambilan keputusan dan hasil yang lebih baik,” kata Kartika.

Perpaduan antara teknologi dan pengalaman manusia tersebut menghasilkan dampak yang terukur karena AMMAN mencatat peningkatan mineral recovery sekitar 2,5 persen melalui kombinasi perbaikan proses dan optimalisasi berbasis AI.

Dalam operasi seperti Batu Hijau yang sebelumnya telah memiliki tingkat recovery tinggi, peningkatan sekitar 2,5 persen tersebut menjadi signifikan karena semakin banyak mineral berharga yang dapat dimanfaatkan dari setiap ton bijih yang diproses.

Peningkatan recovery juga berkaitan dengan konservasi mineral karena semakin sedikit kandungan logam berharga yang berpotensi tertinggal dalam tailings atau material sisa hasil pengolahan.

Dengan demikian, teknologi yang awalnya digunakan untuk meningkatkan kinerja operasional sekaligus dapat memberikan manfaat dari sisi pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.

Namun, tantangan dalam proses pengolahan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana mineral dipulihkan, tetapi juga bagaimana memastikan material yang masuk ke fasilitas pengolahan berada dalam kondisi yang sesuai.

Setiap hari, hampir 100.000 ton bijih bergerak menuju fasilitas pengolahan Batu Hijau melalui rangkaian conveyor, tetapi aliran material tersebut tidak selalu hanya membawa batuan dengan ukuran yang diharapkan.

Benda berukuran terlalu besar maupun material asing non-batuan dapat ikut terbawa dari area pertambangan dan berpotensi mengganggu kelancaran proses berikutnya.

Jika material tersebut tidak terdeteksi sejak awal, aliran bijih menuju SAG Mill dapat terganggu dan pada akhirnya memengaruhi efisiensi operasi pengolahan.

SAG Mill sendiri merupakan mesin penggiling berukuran besar yang berperan dalam memecah bijih menjadi partikel yang lebih halus sebelum material memasuki tahapan pemisahan mineral.

Sebelumnya, pemantauan material mengandalkan kamera dua dimensi yang meskipun mampu memberikan gambaran kondisi material, masih memiliki keterbatasan ketika harus membedakan objek dalam kondisi pencahayaan tertentu atau ketika material mempunyai warna dan tekstur yang serupa.

Kondisi tersebut mendorong tim AMMAN mencari pendekatan yang dapat memberikan informasi lebih detail mengenai bentuk dan ukuran material yang bergerak di atas conveyor.

Jawabannya adalah 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation yang dipasang di sepanjang jalur conveyor sebelum material mencapai SAG Mill.

Teknologi tersebut melakukan pemindaian laser tiga dimensi secara real-time untuk mengukur bentuk, ukuran, dan volume objek yang bergerak dalam aliran material.

Kemampuan tersebut membuat operator dapat mengenali material yang berpotensi mengganggu proses lebih awal sehingga tersedia waktu untuk mengambil tindakan pencegahan sebelum material mencapai tahapan pengolahan berikutnya.

Dengan informasi yang lebih akurat, pengambilan keputusan tidak lagi hanya bergantung pada pengamatan visual, tetapi didukung oleh data mengenai kondisi material yang masuk ke fasilitas pengolahan.

Anggota tim AMMAN, Victor, mengatakan penerapan 3DPM menunjukkan bahwa inovasi dapat berangkat dari kebutuhan nyata yang muncul dalam kegiatan operasional sehari-hari.

“Inovasi 3DPM menunjukkan bahwa inovasi dapat muncul dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga menyesuaikan dan mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami. Hasilnya adalah proses yang lebih andal dan efisien sekaligus mendukung pengelolaan risiko operasional yang lebih baik,” kata Victor.

Jika AIDA menggunakan jutaan data untuk membantu menentukan parameter proses, 3DPM menggunakan pemindaian laser untuk memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai material yang bergerak menuju fasilitas pengolahan.

Keduanya memperlihatkan pola yang serupa, yakni persoalan operasional diterjemahkan menjadi kebutuhan akan informasi yang lebih akurat, kemudian teknologi digunakan untuk membantu manusia mengambil keputusan berdasarkan informasi tersebut.

Pola tersebut juga terlihat dalam transformasi digital AMMAN pada tingkat perusahaan karena sejak 2020 perusahaan secara bertahap membangun fondasi digital untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu ekosistem yang lebih terhubung.

Melalui sistem berbasis cloud, fungsi seperti keuangan, pengadaan, sumber daya manusia, pengelolaan data, serta analitik dapat bekerja dalam sistem yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan adaptif.

Digitalisasi tersebut membuat teknologi tidak hanya digunakan di area produksi, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan bisnis yang mendukung pengambilan keputusan pada berbagai fungsi perusahaan.

Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026 dalam kategori Autonomous Suite and Data & AI.

Penghargaan tersebut diberikan atas kemampuan AMMAN memanfaatkan teknologi cloud untuk mempercepat transformasi bisnis melalui cara kerja yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Salah satu hasil transformasi digital tersebut adalah pengembangan Automated Teller Gold Machine (ATGM) yang memungkinkan proses pembelian dan penebusan emas dilakukan dengan lebih cepat, aman, serta terdokumentasi secara real-time, mulai dari validasi stok hingga pencatatan transaksi secara elektronik.

Kartika mengatakan digitalisasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis AMMAN seiring dengan berkembangnya kompleksitas kegiatan perusahaan.

“Di AMMAN, digitalisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Melalui sistem yang semakin terintegrasi, kami terus memperkuat tata kelola, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Sejalan dengan visi AMMAN, kami tetap berkomitmen memanfaatkan data, otomatisasi, dan teknologi untuk mendorong kinerja bisnis yang berkelanjutan,” ujar Kartika.

Namun, keberhasilan teknologi dalam pertambangan tidak dapat hanya diukur dari seberapa cepat proses produksi berlangsung atau seberapa tinggi tingkat recovery yang dicapai.

Aktivitas pertambangan juga membawa tanggung jawab untuk memulihkan lahan, menjaga kondisi lingkungan, serta menggunakan energi dan air secara lebih bijak.

Di Batu Hijau, AMMAN telah mereklamasi 859,61 hektare lahan hingga akhir 2025, termasuk capaian reklamasi tahunan terbesar dalam sejarah operasi Batu Hijau pada 2025 dengan luas 92,67 hektare.

Reklamasi tersebut bukan sekadar menanam kembali vegetasi di lahan bekas kegiatan pertambangan karena prosesnya mencakup penyelamatan tanah, pembentukan kembali lahan, pengendalian erosi, penyemaian tanaman penutup, penanaman, hingga pemeliharaan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lahan membutuhkan proses panjang yang harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Teknologi juga digunakan untuk membantu pengelolaan lingkungan karena AMMAN memanfaatkan citra satelit untuk memantau perubahan kondisi lahan secara lebih cepat.

Dengan informasi tersebut, perubahan pada area yang dipantau dapat diketahui secara lebih akurat sehingga langkah pengelolaan lingkungan dapat dilakukan berdasarkan data.

Komitmen tersebut tidak berhenti di area operasional karena AMMAN juga melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai dengan cakupan sekitar 3.600 hektare, mendukung program perhutanan sosial, menjalankan konservasi laut melalui Transformasea di Gili Balu, serta berkontribusi dalam konservasi penyu di pesisir selatan Sumbawa.

Pada sisi energi, AMMAN juga telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 26,8 MWp sejak 2022.

Sepanjang 2025, pembangkit tersebut membantu menghindari sekitar 34.794 ton CO₂e emisi sehingga pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional.

Pengelolaan air juga menjadi bagian penting karena AMMAN membangun fasilitas desalinasi di Benete dan Sejorong serta mengoptimalkan penggunaan kembali air dalam kegiatan operasional.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan sumber daya air, terutama ketika kegiatan operasional menghadapi kondisi musim kering.

Jika dilihat secara keseluruhan, teknologi di AMMAN memiliki spektrum yang lebih luas daripada sekadar otomatisasi proses produksi.

AI digunakan untuk membantu meningkatkan mineral recovery, laser digunakan untuk mengenali material secara lebih presisi, sistem cloud digunakan untuk menghubungkan berbagai fungsi perusahaan, sedangkan citra satelit digunakan untuk membantu memantau perubahan kondisi lingkungan.

Rangkaian teknologi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi bagian dari pendekatan yang menghubungkan efisiensi operasional dengan tanggung jawab terhadap sumber daya.

Perjalanan inovasi tersebut kemudian berlanjut ke sisi hilir melalui pembangunan dan pengoperasian smelter tembaga AMMAN di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Smelter tersebut telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan commissioning related punch points dalam lingkup kontrak serta berhasil memenuhi performance guarantee test sebelum memasuki fase operasi jangka panjang.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), smelter tembaga AMMAN dirancang untuk mengolah hingga 900.000 metrik ton konsentrat per tahun yang berasal dari tambang Batu Hijau dan, pada masa depan, tambang Elang.

Kompleks terintegrasi tersebut menghasilkan katoda tembaga berkualitas tinggi, emas, perak, asam sulfat, dan selenium yang dapat digunakan dalam berbagai sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi dan transisi energi global.

Produk-produk tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai kebutuhan industri, mulai dari infrastruktur energi terbarukan dan mobilitas listrik hingga teknologi digital dan manufaktur berteknologi tinggi.

Smelter tersebut juga mengintegrasikan teknologi pengolahan terkini dan sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk mendukung tingkat pemulihan logam yang optimal, efisiensi energi yang lebih tinggi, keandalan operasional, serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

Kehadiran smelter menjadi bagian penting dari transformasi AMMAN karena kegiatan perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada pertambangan, tetapi semakin terintegrasi hingga ke pengolahan dan pemurnian mineral.

Dengan integrasi tersebut, nilai tambah mineral Indonesia dapat diciptakan lebih jauh sebelum produk masuk ke rantai industri yang lebih luas.

Jika ditarik dari hulu hingga hilir, teknologi menjadi benang merah yang menghubungkan berbagai aktivitas AMMAN, mulai dari bagaimana bijih diproses, bagaimana risiko operasional dideteksi, bagaimana keputusan dibuat berdasarkan data, hingga bagaimana lingkungan dipantau dan dikelola.

Teknologi dalam konteks tersebut tidak berdiri sebagai sekumpulan mesin atau sistem yang bekerja sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari rantai operasi yang menghubungkan manusia, data, proses produksi, keselamatan, efisiensi, dan pengelolaan lingkungan.

Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi dalam pertambangan tidak selalu berarti menciptakan teknologi yang sepenuhnya baru, tetapi juga dapat berupa kemampuan perusahaan menemukan persoalan di lapangan kemudian menyesuaikan teknologi agar mampu menjawab kebutuhan tersebut.

AIDA lahir dari kebutuhan untuk mengolah data dalam jumlah besar agar keputusan mengenai proses pengolahan dapat dibuat dengan lebih cepat dan tepat.

3DPM lahir dari kebutuhan untuk mengetahui kondisi material secara lebih akurat sebelum material tersebut masuk ke SAG Mill.

Sementara itu, pemanfaatan citra satelit, energi surya, desalinasi, dan penggunaan kembali air menunjukkan bagaimana teknologi dapat diarahkan untuk membantu perusahaan mengelola sumber daya dan dampak lingkungan.

Di titik tersebut, inovasi tidak lagi hanya berbicara tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi tentang persoalan apa yang dapat diselesaikan oleh teknologi tersebut.

Bagi industri pertambangan, pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan karena kegiatan produksi berhadapan langsung dengan sumber daya alam yang terbatas dan lingkungan yang harus tetap dijaga.

Kemampuan memanfaatkan lebih banyak mineral dari setiap ton bijih berarti perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya yang sudah ditambang.

Kemampuan mendeteksi material berpotensi mengganggu lebih awal berarti risiko terhadap kelancaran operasi dapat dikurangi.

Kemampuan mengintegrasikan data berbagai fungsi berarti keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih lengkap.

Sementara kemampuan memantau kondisi lahan dan mengelola energi serta air secara lebih terukur menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi.

Dari sini terlihat bahwa transformasi teknologi di AMMAN bukan hanya cerita mengenai AI, laser, cloud, atau mesin berkapasitas besar.

Cerita yang lebih besar adalah bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia dalam memahami operasi yang kompleks dan mengambil keputusan dengan tingkat presisi yang semakin tinggi.

Di Batu Hijau, perkembangan tersebut mengubah cara aktivitas pertambangan dilihat, dari sekadar proses mengambil dan mengolah mineral menjadi rangkaian kegiatan yang terus dipantau, dianalisis, dan disempurnakan.

Data membantu melihat apa yang terjadi, AI membantu membaca pola dan memberikan rekomendasi, laser membantu melihat material secara lebih detail, sementara manusia tetap menjadi pihak yang memvalidasi informasi dan menentukan keputusan.

Pada saat yang sama, teknologi juga memperluas cara perusahaan melihat dampak operasional, tidak hanya dari sisi produksi tetapi juga dari kondisi lahan, penggunaan energi, pengelolaan air, hingga konservasi lingkungan.

Jika pertambangan pada masa lalu banyak ditentukan oleh kemampuan manusia mengolah sumber daya, pertambangan masa kini semakin ditentukan oleh kemampuan manusia membaca data dan memanfaatkan teknologi untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.

Pada akhirnya, inovasi yang paling berarti bukan sekadar membuat operasi menjadi lebih cepat atau lebih besar, melainkan memastikan setiap sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal, setiap risiko dapat dikelola lebih baik, dan setiap dampak terhadap lingkungan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sanalah teknologi menemukan maknanya dalam pertambangan AMMAN: bukan menggantikan manusia, tetapi memperkuat kemampuan manusia untuk bekerja lebih presisi, mengelola sumber daya lebih bijak, dan membangun operasi pertambangan yang semakin inovatif sekaligus bertanggung jawab.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download micromax firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
Tags: Artificial IntelligenceBatu Hijaucobisnis.cominovasi pertambanganPT Amman mineralteknologi pertambangan

Related Posts

Drama medis Doctor X yang dibintangi Kim Ji Won akan tayang perdana 9 Oktober. Simak karakter, jajaran pemain, dan kisah dokter jenius di rumah sakit korup.

Kim Ji Won Jadi Dokter Jenius di Doctor X

by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - SBS bersiap menghadirkan drama medis terbaru berjudul Doctor X yang dibintangi Kim Ji Won. Drama tersebut telah...

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031. Simak profil, pendidikan, karier, dan kiprahnya di NU.

Profil Gus Kikin, Nakhoda Baru PBNU 2026-2031

by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)...

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 melalui musyawarah AHWA.

Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)...

Donald Trump

Trump Ancam Ubah Sikap AS soal Malvinas, Inggris Tertekan

by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan meninjau ulang sikap Washington terhadap kendali Inggris atas Kepulauan...

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan sembilan ulama sebagai anggota Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA). Kesembilan ulama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

August 30, 2026
Dokter Tirta Ungkap Cara Pilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

Dokter Tirta Ungkap Cara Pilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

August 22, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Dokter Tirta Bagikan Tips Hadapi Quarter Life Crisis untuk Anak Muda

Dokter Tirta Bagikan Tips Hadapi Quarter Life Crisis untuk Anak Muda

August 20, 2026
Aktivitas pertambangan menggunakan truk angkut milik AMMAN.

Ketika Data dan Teknologi Mengubah Wajah Pertambangan AMMAN

August 31, 2026
Drama medis Doctor X yang dibintangi Kim Ji Won akan tayang perdana 9 Oktober. Simak karakter, jajaran pemain, dan kisah dokter jenius di rumah sakit korup.

Kim Ji Won Jadi Dokter Jenius di Doctor X

August 31, 2026
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031. Simak profil, pendidikan, karier, dan kiprahnya di NU.

Profil Gus Kikin, Nakhoda Baru PBNU 2026-2031

August 31, 2026
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 melalui musyawarah AHWA.

Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

August 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved