• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kenapa Ikan Nila Jadi Hama di Jepang? Ini Masalah Besarnya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 16, 2025
in Nasional
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jepang semakin serius menangani penyebaran ikan nila yang kini dianggap sebagai hama perairan. Status itu muncul karena nila berkembang terlalu cepat dan mengganggu keseimbangan ekosistem, terutama di danau dan sungai yang jadi habitat ikan asli Jepang.

Pakar lingkungan menyebut ikan nila bukan spesies lokal, sehingga keberadaannya otomatis menekan populasi ikan asli seperti ayu dan funa. Nila memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih tinggi dibanding ikan lokal, membuat kompetisi makanan tidak lagi seimbang.

Selain itu, nila dikenal sebagai ikan yang makan hampir apa saja, mulai dari tanaman air sampai telur ikan lain. Pola makan yang agresif ini mempercepat penurunan populasi ikan lokal yang sudah sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Di beberapa wilayah Jepang, nila berkembang sepanjang tahun tanpa musim tertentu. Laju reproduksi yang cepat membuat jumlahnya melonjak dalam waktu singkat, sehingga sulit dikendalikan oleh otoritas setempat.

Dampak lain yang menonjol adalah kerusakan habitat. Saat mencari makan, nila mengaduk dasar sungai dan danau sehingga air menjadi keruh. Air yang keruh membuat cahaya matahari sulit menembus, dan tanaman air pun kesulitan tumbuh.

Masalah ekologis ini berdampak langsung pada sektor ekonomi, terutama perikanan kecil. Nelayan melaporkan hasil tangkapan ikan lokal menurun karena nila mendominasi perairan dan memicu perubahan rantai makanan.

Beberapa daerah bahkan menghabiskan anggaran tambahan untuk memantau dan mengendalikan penyebaran nila. Biaya ini menjadi beban baru bagi pemerintah daerah yang sudah menghadapi persoalan lingkungan lain seperti pemanasan air dan polusi.

Tekanan terhadap spesies lokal membuat beberapa komunitas memulai kampanye edukasi agar masyarakat tidak melepaskan ikan nila ke perairan umum. Pemerintah juga memperketat aturan pelepasan spesies non-lokal untuk mencegah masalah serupa di masa depan.

Sejumlah peneliti menilai bahwa invasi nila bisa menjadi peringatan lebih besar soal sensitifnya ekosistem Jepang. Negara itu bergantung pada keanekaragaman hayati air tawar untuk wisata, kuliner, dan kebudayaan.

Dengan kondisi yang terus berubah, Jepang menghadapi tantangan serius dalam menjaga ekosistem perairan tetap stabil. Invasi nila memperlihatkan betapa rapuhnya keseimbangan tersebut ketika spesies asing berkembang tanpa kendali.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
online free course
download coolpad firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: CobisnisEkosistemIkan NilajepanglingkunganPebisnismuda

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
BSI Tetapkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah

BSI Tetapkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah

February 4, 2026
Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

February 4, 2026
Pramono Tawarkan Bantuan ke Banten untuk Tangani Krisis Sampah Tangsel

Pramono Tawarkan Bantuan ke Banten untuk Tangani Krisis Sampah Tangsel

February 5, 2026
Apa Itu Ngabuburit Tradisi Masyarakat Menjelang Sore Menunggu Buka Puasa

Apa Itu Ngabuburit Tradisi Masyarakat Menjelang Sore Menunggu Buka Puasa

February 5, 2026
Kinerja Bank Mandiri Tetap Tangguh Sepanjang 2025, Dorong Intermediasi dan Sinergi Program Pemerintah

Siap Masuk Dunia Kerja, Ini Alasan HUAWEI MatePad 11.5 New Standard Edition Cocok untuk First Jobber

February 5, 2026
BRIN: Fenomena Pergerakan Tanah di Tegal Diprediksi Masih Aktif

BRIN: Fenomena Pergerakan Tanah di Tegal Diprediksi Masih Aktif

February 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved