• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kenapa Harga di Minimarket Lebih Mahal dari Pasar Tradisional? Ini Penjelasannya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 17, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kenapa Harga di Minimarket Lebih Mahal dari Pasar Tradisional? Ini Penjelasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga barang di minimarket kerap lebih tinggi dibanding pasar tradisional meski produknya sama. Perbedaan ini bukan semata soal keuntungan, tapi lebih pada struktur biaya, sistem distribusi, hingga strategi bisnis yang dijalankan oleh masing-masing pelaku usaha.

Minimarket memiliki biaya operasional tetap yang besar. Biaya sewa tempat, listrik, pendingin ruangan, keamanan, hingga sistem kasir digital menjadi komponen yang harus ditanggung setiap bulan. Seluruh biaya tersebut kemudian ikut memengaruhi harga jual barang di rak.

Sementara di pasar tradisional, pedagang beroperasi dengan struktur biaya yang jauh lebih efisien. Banyak pedagang tidak membayar pajak besar, tidak memiliki beban listrik tinggi, dan tidak membutuhkan sistem digital yang kompleks. Hal ini membuat harga barang bisa dijual lebih murah kepada pembeli.

Dari sisi rantai pasok, minimarket biasanya menggunakan sistem distribusi terpusat. Barang dari produsen dikirim ke gudang utama sebelum disebar ke seluruh cabang. Proses ini menambah biaya transportasi dan logistik, yang akhirnya juga masuk ke dalam harga jual.

Sebaliknya, pedagang pasar tradisional sering membeli barang langsung dari grosir lokal atau pemasok terdekat. Rantai distribusi yang pendek membuat biaya logistik bisa ditekan, sehingga margin keuntungan tetap ada meski harga jual lebih rendah.

Selain itu, harga barang di minimarket sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan margin keuntungan yang diatur perusahaan. Artinya, harga di rak mencerminkan biaya operasional dan kewajiban pajak yang resmi. Sementara sebagian besar pedagang pasar tidak memungut PPN, sehingga bisa lebih fleksibel dalam menentukan harga.

Dari sisi layanan, minimarket menawarkan kenyamanan dan standar pelayanan yang lebih tinggi. Konsumen membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan tempat belanja ber-AC, sistem pembayaran non-tunai, keamanan, serta jam operasional yang lebih panjang, bahkan 24 jam.

Strategi harga di minimarket juga berbeda. Harga diatur secara nasional oleh manajemen pusat, bukan berdasarkan kondisi pasar harian. Akibatnya, harga tidak bisa turun secara spontan meski stok melimpah. Pedagang pasar memiliki fleksibilitas untuk menawar harga sesuai kondisi permintaan.

Ekonom menilai bahwa perbedaan harga antara minimarket dan pasar tradisional mencerminkan dua model ekonomi yang berjalan berdampingan. Minimarket menjual kenyamanan dan kepastian, sementara pasar tradisional menjual fleksibilitas dan kedekatan sosial.

Keduanya memiliki segmen pembeli masing-masing. Dalam konteks ekonomi, keberadaan kedua model ini penting untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi modern dan daya beli masyarakat akar rumput.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: CobisnisEkonomiKonsumenmallminimarketPasar tradisionalPebisnismuda

Related Posts

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendorong perubahan pendekatan komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menuju komunikasi yang...

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat sinergi komunikasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah....

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24–25 Oktober 2026 untuk mendorong kemajuan penanganan...

Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

by Desti Dwi Natasya
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perayaan HUT ke-21 Ling Tien Kung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026), dihadiri sekitar...

OpenAI

OpenAI Hentikan Pengujian AI di Internet Terbuka

by Desti Dwi Natasya
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI memutuskan menghentikan pelatihan model kecerdasan buatan (AI) dengan akses langsung ke internet terbuka setelah serangkaian insiden...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved