• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kenapa Harga di Minimarket Lebih Mahal dari Pasar Tradisional? Ini Penjelasannya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 17, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kenapa Harga di Minimarket Lebih Mahal dari Pasar Tradisional? Ini Penjelasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga barang di minimarket kerap lebih tinggi dibanding pasar tradisional meski produknya sama. Perbedaan ini bukan semata soal keuntungan, tapi lebih pada struktur biaya, sistem distribusi, hingga strategi bisnis yang dijalankan oleh masing-masing pelaku usaha.

Minimarket memiliki biaya operasional tetap yang besar. Biaya sewa tempat, listrik, pendingin ruangan, keamanan, hingga sistem kasir digital menjadi komponen yang harus ditanggung setiap bulan. Seluruh biaya tersebut kemudian ikut memengaruhi harga jual barang di rak.

Sementara di pasar tradisional, pedagang beroperasi dengan struktur biaya yang jauh lebih efisien. Banyak pedagang tidak membayar pajak besar, tidak memiliki beban listrik tinggi, dan tidak membutuhkan sistem digital yang kompleks. Hal ini membuat harga barang bisa dijual lebih murah kepada pembeli.

Dari sisi rantai pasok, minimarket biasanya menggunakan sistem distribusi terpusat. Barang dari produsen dikirim ke gudang utama sebelum disebar ke seluruh cabang. Proses ini menambah biaya transportasi dan logistik, yang akhirnya juga masuk ke dalam harga jual.

Sebaliknya, pedagang pasar tradisional sering membeli barang langsung dari grosir lokal atau pemasok terdekat. Rantai distribusi yang pendek membuat biaya logistik bisa ditekan, sehingga margin keuntungan tetap ada meski harga jual lebih rendah.

Selain itu, harga barang di minimarket sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan margin keuntungan yang diatur perusahaan. Artinya, harga di rak mencerminkan biaya operasional dan kewajiban pajak yang resmi. Sementara sebagian besar pedagang pasar tidak memungut PPN, sehingga bisa lebih fleksibel dalam menentukan harga.

Dari sisi layanan, minimarket menawarkan kenyamanan dan standar pelayanan yang lebih tinggi. Konsumen membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan tempat belanja ber-AC, sistem pembayaran non-tunai, keamanan, serta jam operasional yang lebih panjang, bahkan 24 jam.

Strategi harga di minimarket juga berbeda. Harga diatur secara nasional oleh manajemen pusat, bukan berdasarkan kondisi pasar harian. Akibatnya, harga tidak bisa turun secara spontan meski stok melimpah. Pedagang pasar memiliki fleksibilitas untuk menawar harga sesuai kondisi permintaan.

Ekonom menilai bahwa perbedaan harga antara minimarket dan pasar tradisional mencerminkan dua model ekonomi yang berjalan berdampingan. Minimarket menjual kenyamanan dan kepastian, sementara pasar tradisional menjual fleksibilitas dan kedekatan sosial.

Keduanya memiliki segmen pembeli masing-masing. Dalam konteks ekonomi, keberadaan kedua model ini penting untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi modern dan daya beli masyarakat akar rumput.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: CobisnisEkonomiKonsumenmallminimarketPasar tradisionalPebisnismuda

Related Posts

OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan atau...

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari kedelapan. Area yang...

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Telkomsel dan PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAP meluncurkan MAPrivilege, program yang menghubungkan ekosistem digital Telkomsel dengan...

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bencana alam dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki Tas Siaga...

Suahasil Nazara Ungkap Momen Mendadak Jadi Menteri Keuangan

Suahasil Nazara Ungkap Momen Mendadak Jadi Menteri Keuangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

ASABRI Perkuat Layanan Peserta di Bulan Dana Pensiun 2026

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

Pokémon Siapkan Kolaborasi Wayang hingga Pokémon RUN

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved