JAKARTA, Cobisnis.com – Pernah merasa sudah rajin menyikat gigi tetapi warna gigi tetap terlihat kekuningan?
Kondisi tersebut ternyata tidak selalu menandakan gigi kotor karena warna alami gigi dipengaruhi oleh struktur di dalamnya.
Dikutip dari kanal YouTube Ini Kata Dokter, Rabu (09/9/2026), gigi memiliki dua lapisan utama, yaitu enamel sebagai lapisan terluar dan dentin yang berada di bawahnya.
Enamel memiliki sifat keras, bening, dan sedikit transparan sehingga warna dentin yang kekuningan dapat terlihat dari luar.
Warna dentin setiap orang juga berbeda karena dipengaruhi faktor genetik sehingga warna alami gigi tidak selalu putih.
Ketika enamel menipis akibat usia, kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, konsumsi makanan dan minuman asam, atau faktor bawaan, warna dentin akan semakin terlihat.
Selain faktor dari dalam, noda dari kopi, teh, cokelat, wine, nikotin, plak, dan karang gigi juga dapat membuat gigi tampak lebih kuning.
Untuk menjaga gigi tetap cerah, salah satu caranya adalah memperbanyak minum air putih, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman berwarna pekat.
Buah dan sayuran renyah seperti apel, wortel, pir, dan seledri juga dapat membantu membersihkan sisa makanan serta meningkatkan produksi air liur.
Pasta gigi whitening dapat digunakan untuk mengangkat noda pada permukaan enamel, tetapi produk tersebut tidak mengubah warna dentin.
Saat memilih pasta gigi, kandungan fluoride juga penting karena membantu memperkuat enamel dan mencegah karies.
Jika perubahan warna tidak membaik, dokter gigi dapat melakukan prosedur seperti scaling dan polishing, bleaching, veneer, atau internal bleaching sesuai penyebabnya.
Dengan demikian, gigi kuning tidak selalu berarti kebersihannya buruk karena warna gigi juga dipengaruhi kondisi enamel dan dentin.













