• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, November 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 13, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Putrama Wahju Setyawan di Grha BNI, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas evaluasi dan percepatan program pembiayaan perumahan, khususnya Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Dalam penyaluran KPP, BNI mencatat realisasi sebesar Rp2,42 triliun atau sekitar 89,6 persen dari target Rp2,7 triliun.

Target tersebut meningkat dari target awal sebesar Rp1,5 triliun setelah BNI mengajukan penambahan plafon penyaluran.

Hingga saat ini, pembiayaan telah menjangkau 3.144 debitur, dengan penyaluran sebesar Rp1,02 triliun pada sisi permintaan (demand) dan Rp1,404 triliun pada sisi pasokan (supply).

Secara nasional, pemerintah telah meningkatkan plafon KPP menjadi Rp50 triliun. Hingga periode pelaporan dalam evaluasi tersebut, realisasi KPP telah mencapai Rp27,2 triliun.

BNI mencatat pencapaian sebesar 92,99 persen dari target penyalurannya dan berkontribusi sekitar 9,22 persen terhadap total realisasi KPP nasional. BNI juga menjadi salah satu bank dengan kontribusi besar dalam penyaluran KPP bagi pengembang perumahan.

Sementara itu, penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP oleh BNI telah mencapai 13.476 unit atau 80,2 persen dari kuota tahun 2026 sebanyak 16.800 unit.

Berdasarkan data penyaluran yang disampaikan dalam pertemuan, penerima KPR FLPP BNI didominasi pekerja swasta dan buruh dengan porsi 54 persen, disusul kelompok wiraswasta, petani, dan nelayan sebesar 14 persen.

Untuk memenuhi kuota FLPP hingga Desember 2026, BNI menyiapkan sejumlah strategi percepatan.

Upaya tersebut mencakup optimalisasi basis data nasabah segmen komersial beserta jejaring rantai pasoknya (value chain), optimalisasi rumah siap huni (ready stock) dari mitra pengembang, serta peningkatan intensitas kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Komisioner BP Tapera menyampaikan apresiasi atas kontribusi BNI dalam penyaluran FLPP.

Pada 2025, BNI menjadi bank penyalur FLPP terbesar keempat. Pada 2026, BNI kembali berada di peringkat keempat dengan realisasi sebanyak 13.476 unit berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan.

Penyaluran tersebut saat ini masih didominasi rumah tapak, sehingga pengembangan pembiayaan untuk rumah susun subsidi juga diharapkan dapat menjadi peluang perluasan akses hunian bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan perbankan, termasuk BNI, dalam menjalankan program pembiayaan perumahan.

Evaluasi bersama diperlukan untuk melihat perkembangan penyaluran, mengidentifikasi potensi yang masih dapat dioptimalkan, serta memperkuat langkah percepatan agar target program dapat tercapai.

“Terima kasih kepada BNI dan seluruh perbankan yang terus mendukung program perumahan. Kita perlu terus melakukan evaluasi, melihat potensi yang ada, dan mendorong percepatan agar target penyaluran dapat tercapai serta semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses pembiayaan perumahan,” ujar Maruarar. Dalam keterangan Pers Kepada Cobisnis.com, Selasa (13/10/2026).

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri PKP dan menegaskan komitmen BNI untuk menjalankan program perumahan sesuai target yang telah ditetapkan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran KPP dan FLPP serta penguatan kerja sama dengan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.

“BNI berkomitmen mendukung program perumahan pemerintah dan memenuhi target penyaluran yang telah ditetapkan.” ujarnya

Melalui evaluasi dan koordinasi bersama perbankan, Kementerian PKP terus mendorong optimalisasi KPP dan FLPP sebagai instrumen pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Sinergi dengan perbankan dan seluruh ekosistem perumahan diharapkan dapat mempercepat penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung pencapaian target program perumahan tahun 2026.

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Putrama Wahju Setyawan di Grha BNI, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas evaluasi dan percepatan program pembiayaan perumahan, khususnya Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Dalam penyaluran KPP, BNI mencatat realisasi sebesar Rp2,42 triliun atau sekitar 89,6 persen dari target Rp2,7 triliun. Target tersebut meningkat dari target awal sebesar Rp1,5 triliun setelah BNI mengajukan penambahan plafon penyaluran.

Hingga saat ini, pembiayaan telah menjangkau 3.144 debitur, dengan penyaluran sebesar Rp1,02 triliun pada sisi permintaan (demand) dan Rp1,404 triliun pada sisi pasokan (supply).

Secara nasional, pemerintah telah meningkatkan plafon KPP menjadi Rp50 triliun. Hingga periode pelaporan dalam evaluasi tersebut, realisasi KPP telah mencapai Rp27,2 triliun.

BNI mencatat pencapaian sebesar 92,99 persen dari target penyalurannya dan berkontribusi sekitar 9,22 persen terhadap total realisasi KPP nasional. BNI juga menjadi salah satu bank dengan kontribusi besar dalam penyaluran KPP bagi pengembang perumahan.

Sementara itu, penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP oleh BNI telah mencapai 13.476 unit atau 80,2 persen dari kuota tahun 2026 sebanyak 16.800 unit.

Berdasarkan data penyaluran yang disampaikan dalam pertemuan, penerima KPR FLPP BNI didominasi pekerja swasta dan buruh dengan porsi 54 persen, disusul kelompok wiraswasta, petani, dan nelayan sebesar 14 persen.

Untuk memenuhi kuota FLPP hingga Desember 2026, BNI menyiapkan sejumlah strategi percepatan. Upaya tersebut mencakup optimalisasi basis data nasabah segmen komersial beserta jejaring rantai pasoknya (value chain), optimalisasi rumah siap huni (ready stock) dari mitra pengembang, serta peningkatan intensitas kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Komisioner BP Tapera menyampaikan apresiasi atas kontribusi BNI dalam penyaluran FLPP. Pada 2025, BNI menjadi bank penyalur FLPP terbesar keempat. Pada 2026, BNI kembali berada di peringkat keempat dengan realisasi sebanyak 13.476 unit berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan.

Penyaluran tersebut saat ini masih didominasi rumah tapak, sehingga pengembangan pembiayaan untuk rumah susun subsidi juga diharapkan dapat menjadi peluang perluasan akses hunian bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan perbankan, termasuk BNI, dalam menjalankan program pembiayaan perumahan.

Evaluasi bersama diperlukan untuk melihat perkembangan penyaluran, mengidentifikasi potensi yang masih dapat dioptimalkan, serta memperkuat langkah percepatan agar target program dapat tercapai.

“Terima kasih kepada BNI dan seluruh perbankan yang terus mendukung program perumahan.

Kita perlu terus melakukan evaluasi, melihat potensi yang ada, dan mendorong percepatan agar target penyaluran dapat tercapai serta semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses pembiayaan perumahan,” ujar Maruarar.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri PKP dan menegaskan komitmen BNI untuk menjalankan program perumahan sesuai target yang telah ditetapkan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran KPP dan FLPP serta penguatan kerja sama dengan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.

“BNI berkomitmen mendukung program perumahan pemerintah dan memenuhi target penyaluran yang telah ditetapkan.” ujarnya

Melalui evaluasi dan koordinasi bersama perbankan, Kementerian PKP terus mendorong optimalisasi KPP dan FLPP sebagai instrumen pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Sinergi dengan perbankan dan seluruh ekosistem perumahan diharapkan dapat mempercepat penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung pencapaian target program perumahan tahun 2026.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy course download free
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: bnicobisnis.comMaruarar SiraitProgram PerumahanPutrama Wahju SetyawanRumah subsidi

Related Posts

Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., turun langsung ke lapangan untuk memastikan program...

Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mencopot AKBP Andika Dharma Sena dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Pencopotan...

MA Nyatakan Suket Gibran Tak Sah, Ini Penjelasan KPU

MA Nyatakan Suket Gibran Tak Sah, Ini Penjelasan KPU

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memberikan tanggapan terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan penyetaraan...

Tak Ditindaklanjuti, Putusan MK-MA soal Gibran Berpotensi Picu Masalah Hukum

Tak Ditindaklanjuti, Putusan MK-MA soal Gibran Berpotensi Picu Masalah Hukum

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pakar Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, mengingatkan adanya dampak serius apabila putusan Mahkamah Konstitusi dan...

MA Urungkan Konferensi Pers Bahas Putusan Suket Ijazah Gibran

MA Urungkan Konferensi Pers Bahas Putusan Suket Ijazah Gibran

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mahkamah Agung membatalkan rencana konferensi pers untuk menjelaskan putusan terkait pembatalan surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Wakil...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

November 2, 2026
JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

November 2, 2026
WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

November 2, 2026
PLN Indonesia Power

Inovasi Biomassa PLN Indonesia Power Raih 2nd Runner-up Renewable Energy Awards 2026

November 2, 2026
Samsung dikabarkan akan menghadirkan kembali kamera bawah layar pada ponsel lipat terbarunya tahun depan, dengan tantangan kualitas foto selfie.

Samsung Siapkan Kembali Kamera Bawah Layar di HP Lipat

November 2, 2026
Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

November 2, 2026
Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

November 2, 2026
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas potensi serangan baru ke Iran. Pentagon disebut telah memetakan target, sementara Teheran menyiapkan respons.

Trump dan Netanyahu Bahas Opsi Serangan Baru ke Iran

November 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved