• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kemenekraf Tindaklanjuti Audiensi dengan Emtek, Buktikan Akselerasi Kreatif Subsekor Film ke Pasar Digital Asia Tenggara

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
August 9, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kemenekraf Tindaklanjuti Audiensi dengan Emtek, Buktikan Akselerasi Kreatif Subsekor Film ke Pasar Digital Asia Tenggara

JAKARTA, Cobisnis.com -Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) subsektor film berhasil membawa sineas muda tanah air menembus pasar global dengan membuka akses pasar dan distribusi pada platform streaming digital terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini menjadi tindak lanjut hasil audiensi antara Kemenekraf bersama Emtek Grup pada Selasa, 3 Juni 2025. Program AKTIF subsektor film dihadirkan sebagai langkah konkret pemerintah dalam mendorong dan memperkuat pertumbuhan industri film nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa program AKTIF Film ini merupakan wujud komitmen nyata kolaborasi hexahelix antara pemerintah, komunitas, akademisi, bisnis dan media dalam mengakselerasi pertumbuhan industri kreatif film Indonesia.

“Ekonomi kreatif tidak hanya lahir dari ide, tetapi bertumbuh melalui kolaborasi. Film sebagai medium ekspresi kreatif harus dikembangkan dan diperkuat dengan dukungan nyata dari ekosistem, termasuk media sebagai mitra strategis,” ujarnya.

Ia menambahkan, sineas lokal memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional.

“Banyak produk kreatif anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi lahir dari daerah, dan layak tampil di panggung global. Melalui program ini, kami ingin membawa mereka menembus batas, memperluas jejaring, serta mengakses kanal distribusi dan ekshibisi yang lebih luas,” tambah Menteri Teuku Riefky.

Program Akselerasi Kreatif subsektor film ini dilaksanakan melalui empat rangkaian tahapan kegiatan: kurasi, bootcamp distribusi dan promosi, distribusi dan ekshibisi, serta promosi. Kegiatan kurasi dilaksanakan bersama dengan Intitut Digital Media Emtek (IMDE), selanjutnya melalui pendekatan teori dan praktikal yang intensif selama Bootcamp Distribusi dan Promosi Film Fiksi di Kota Yogyakarta, para peserta dibekali materi Legal distribution, Ekosistem industri komersial film, Strategi storytelling dan editing untuk kebutuhan promosi, serta Marketing dan promosi film dari narasumber profesional.

Distribusi dan penayangan film terpilih dilakukan melalui Platform OTT Vidio, dengan delapan karya film terpilih yang sudah tayang secara eksklusif. KemenEKRAF dan Platform Vidio juga memastikan skema monetisasi berjalan transparan melalui pembukaan akun resmi kreator agar pembagian pendapatan dapat diakses secara adil. Sementara itu, promosi konten diperkuat oleh jaringan digital Emtek melalui unit bisnis Emtek Digital (EMD).

“Subsektor film adalah wajah budaya sekaligus tulang punggung ekonomi kreatif ke depan. Lewat program ini, kami dorong lebih banyak karya film yang tak hanya ditonton, tapi juga menjadi penggerak ekonomi baru dari sektor kreatif,” ucap Teuku Riefky.

Ia menekankan pentingnya kesinambungan program agar sineas muda yang telah dibina dapat terus berkembang dan terukur. KemenEKRAF berharap program ini dapat menjadi titik tolak bagi sineas muda untuk naik kelas.

Film terpilih yang hadir pada platform Vidio.com antara lain Gadis dan Penatu karya Saddam Putra Dewa Rimbawan, Payung Dara karya Reni Apriliana, ARJUNA (The Backstage Story) karya Nur Jihad Hisyam (Jihad Adjie), Curhatan Revi Siterusah karya Anggra Prastika Rocshe, Wong Telu karya Hensam Ramadhan Firdiansyah, Mbiyodo karya Novin Farid Styo Wibowo, Purusa: Wedding Sacred karya I Made Suniartika, dan Noda Noda Seragam karya Muslikha Ayu.

Program AKTIF Film ini membuka peluang fasilitasi dan pembinaan industri kreatif film untuk distribusi dan promosi untuk karya film berikutnya, menjadikan subsektor film sebagai lokomotif ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download samsung firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comKemenekrafpasar digital

Related Posts

Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

by Desti Dwi Natasya
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Desakan Trump ke NATO kembali mencuat di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. Oleh karena itu, desakan...

China Mediasi Pakistan Afghanistan Dorong Gencatan Senjata Baru di Urumqi

China Mediasi Pakistan Afghanistan Dorong Gencatan Senjata Baru di Urumqi

by Desti Dwi Natasya
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China mediasi Pakistan Afghanistan menjadi langkah baru dalam meredakan konflik antara dua negara Muslim tersebut. Oleh karena itu,...

Trump Ancam Iran Kembali ke “Zaman Batu”, Teheran Siap Serangan Balasan 2026

Trump Ancam Iran Kembali ke “Zaman Batu”, Teheran Siap Serangan Balasan 2026

by Hidayat Taufik
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada awal April 2026. Presiden AS Donald Trump mengancam...

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

by Hidayat Taufik
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah menegaskan gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berubah pada 2026. Kebijakan ini tetap berlaku...

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

by Zahra Zahwa
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Minat generasi Z terhadap jam tangan retro terus meningkat di tengah dominasi perangkat digital. Namun, banyak anak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

April 2, 2026
Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

April 2, 2026
MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

April 2, 2026
Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

April 3, 2026
Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Desakan Trump ke NATO, Minta Kirim Kapal ke Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

April 3, 2026
Emas Antam Jatuh Dalam Sehari, Turun Rp65.000 per Gram dan Picu Kekhawatiran

Emas Antam Jatuh Dalam Sehari, Turun Rp65.000 per Gram dan Picu Kekhawatiran

April 3, 2026
Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved