JAKARTA, Cobisnis.com – Musim kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya lima kecamatan mulai terdampak kondisi tersebut.
Wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi Kecamatan Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Namun, BPBD menjelaskan bahwa dampak kekeringan tidak terjadi secara merata karena hanya beberapa desa dan kelurahan di masing-masing kecamatan yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya telah masuk dalam pemetaan daerah rawan kekeringan. Berdasarkan hasil kajian, sekitar 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang berpotensi menghadapi dampak serupa selama puncak musim kemarau berlangsung.
Sebagai langkah penanganan, BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Distribusi dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah desa maupun kelurahan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (TKR) serta instansi terkait untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Selain memastikan ketersediaan pasokan air bersih, petugas dan armada siaga turut disiapkan selama 24 jam guna merespons laporan darurat dari masyarakat.













