JAKARTA, Cobisnis.com – Kodam XVII/Cenderawasih memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua menyusul munculnya sejumlah titik api di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara penting, antara lain Bandara Sentani, Wamena, Oksibil, dan Dekai.
“Penanganan sejak dini sangat krusial agar dampak kebakaran terhadap lingkungan, transportasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026).
Menyusul adanya penerbangan yang tertunda atau dihentikan, Kodam XVII/Cenderawasih mulai memetakan kesiapsiagaan satuan kewilayahan serta menyelaraskan langkah respons cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Upaya tersebut sejalan dengan strategi penanganan yang dibahas dalam rapat koordinasi melalui konferensi video bersama Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) pada Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Bukit Alang-Alang, tepat di belakang Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura dan dekat akses menuju RS Yowari, pada Minggu (11/10/2026).
Dalam kejadian tersebut, dua Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1701-01/Sentani, Serma Samudin dan Serka Alpius Sanggana, bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya itu dilakukan karena lokasi kebakaran sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.
Kebakaran juga melanda Kampung Wesakin, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, pada Jumat (16/10/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare.
Hingga kini, penyebab kebakaran di wilayah tersebut masih dalam penyelidikan aparat terkait.
“Dampak karhutla di wilayah pegunungan kini menjadi perhatian serius. Sebaran kabut asap yang bercampur dengan kondisi cuaca lokal telah mengurangi jarak pandang penerbangan secara signifikan,” imbuh Tri.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gangguan kabut asap di Papua dipengaruhi sejumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di negara tetangga, Papua Nugini, serta di wilayah Provinsi Papua Selatan.
Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak meninggalkan api sekecil apa pun tanpa pengawasan.
“Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran hutan diimbau segera melapor kepada Babinsa, Koramil, maupun petugas terkait. Informasi awal yang cepat dan akurat sangat menentukan keberhasilan pemadaman, terutama di lokasi pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan pemadam,” ujarnya.
Kodam XVII/Cenderawasih menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan kebakaran sejak dini untuk membantu mempercepat penanganan serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas warga, termasuk transportasi udara.













