JAKARTA, Cobisnis.com – Atlet biathlon Prancis, Julia Simon, meraih medali emas pada nomor 15 km individu putri di Olimpiade Musim Dingin. Namun kemenangan tersebut dibayangi kontroversi terkait vonis penipuan kartu kredit yang melibatkan rekan setimnya sendiri.
Atlet berusia 29 tahun itu sebelumnya dinyatakan bersalah atas penggunaan kartu kredit milik rekan setim nasionalnya, Justine Braisaz-Bouchet, tanpa izin. Berdasarkan laporan Associated Press, Simon dijatuhi hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan serta denda sekitar 17.820 dolar AS (15.000 euro).
Selain menggunakan kartu Braisaz-Bouchet untuk membelanjakan lebih dari 2.380 dolar AS (2.000 euro), Simon juga dinyatakan bersalah karena memakai detail kartu milik fisioterapis tim untuk melakukan pembelian pada 2021 dan 2022. Selama tiga tahun sejak kasus tersebut mencuat pada 2023, Simon membantah tuduhan itu dan mengklaim dirinya menjadi korban pencurian identitas. Namun dalam sidang pada Oktober lalu, ia mengakui kesalahannya setelah ditemukan foto kartu kredit di ponselnya.
“Saya tidak bisa menjelaskannya. Saya tidak ingat melakukannya. Saya tidak bisa memahaminya,” ujar Simon dalam persidangan, seperti dikutip media Prancis.
Kasus tersebut juga berdampak pada Braisaz-Bouchet, yang mengaku menerima serangan dan komentar negatif di media sosial setelah perkara itu terungkap. Ia mengatakan banyak orang menyalahkannya ketika kasus tersebut mencuat setelah musim gemilang Simon.
Federasi Ski Prancis (FFS) menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama enam bulan kepada Simon, dengan lima bulan di antaranya ditangguhkan. Keputusan itu memungkinkan Simon tetap tampil di Olimpiade Milan Cortina. FFS juga menjatuhkan denda tambahan sebesar 35.660 dolar AS (30.000 euro), dengan setengahnya ditangguhkan.
Ironisnya, Braisaz-Bouchet juga turun dalam lomba yang sama pada Rabu dan finis di posisi ke-80.
Usai memastikan medali emas, Simon mengaku emosional saat berdiri di podium. Ia menyebut kemenangan tersebut mengingatkannya pada keraguan, momen sulit, serta orang-orang yang mendukungnya. Kepada media, ia juga meminta agar publik memberi ruang agar dirinya dapat fokus berkompetisi, seraya menegaskan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dan dianggap selesai di internal tim.













