• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

JLL: Kondisi Ekonomi dan Ketidakpastian Global Memengaruhi Tren Perkantoran di Kawasan Asia Pasifik

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
August 20, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonomi global

Ilustrasi ekonomi global.

JAKARTA, Cobisnis.com – Biaya penataan ulang kantor (office fit-out) di berbagai negara Asia Pasifik terus mengalami peningkatan. Menurut JLL (NYSE: JLL), kenaikan tersebut didorong oleh keterbatasan tenaga kerja, tekanan harga material, serta meningkatnya kompleksitas sistem mekanikal, elektrikal, dan teknologi bangunan.

Temuan tersebut dipaparkan dalam Asia Pacific Office Fit-Out Costs Guide 2026, yang menyajikan informasi mengenai tren pasar dan faktor-faktor yang memengaruhi biaya penataan ulang kantor di 27 kota pada 14 negara di kawasan Asia Pasifik.

Panduan ini mengidentifikasi peluang sekaligus tantangan penting dalam perencanaan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) dan strategi office fit-out di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompleks pada 2026.

Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor signifikan yang memengaruhi risiko biaya proyek. Konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah berdampak memicu volatilitas pasar energi global.

Fenomena ini begitu terasa di kawasan Asia Pasifik yang sangat bergantung pada impor energi, petrokimia, serta material dengan kebutuhan energi tinggi.

Martin Hinge, Executive Managing Director, Project & Development Services (PDS) JLL Asia Pacific, mengatakan bahwa biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik masih menunjukkan perbedaan yang cukup besar dibandingkan kawasan lain di dunia.

“Biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik menunjukkan variasi yang lebih beragam dibandingkan kawasan lain. Jepang, Singapura, Australia, dan Selandia Baru memiliki biaya renovasi yang lebih tinggi dari kota di negara lainnya. Ini menunjukkan terbatasnya ketersediaan tenaga kerja serta standar kualitas bangunan yang tinggi. Sementara itu, India, Tiongkok, dan beberapa negara di Asia Tenggara masih menawarkan biaya yang relatif lebih kompetitif. Dalam banyak kasus, biaya tersebut dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dibandingkan penurunan biaya produksi. Kami juga melihat bahwa terbatasnya jumlah proyek yang berjalan serta meningkatnya persaingan di sejumlah pasar membuat harga semakin kompetitif. Karena itu, analisis pada tingkat kota menjadi jauh lebih relevan dibandingkan sekadar melihat rata-rata kawasan,” ujar Martin ditulis Kamis (20/8/2026).

Secara regional, rata-rata biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik mencapai US$1.550 per meter persegi, dengan kenaikan sebesar 2–5% secara tahunan. Dibandingkan kota-kota utama di Asia Tenggara, Jakarta memiliki biaya penataan ulang kantor yang lebih rendah dibandingkan Singapura, Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

Perbandingan tersebut membantu perusahaan memahami perbedaan biaya antar kota sehingga dapat menyusun perencanaan investasi dan standar desain kantor secara lebih tepat.

“Jakarta masih menjadi salah satu pasar perkantoran strategis di Asia Tenggara. Perbandingan biaya penataan ulang kantor Jakarta dengan kota-kota utama lainnya di kawasan memberikan referensi bagi perusahaan dalam menentukan prioritas, strategi pengadaan, serta perencanaan ruang kerja yang selaras dengan kondisi pasar,” Rosari Chia, Head of Office Leasing Advisory, JLL Indonesia

Laporan ini juga menunjukkan komposisi biaya office fit-out di setiap negara di Asia Pasifik. Di Indonesia, layanan mekanikal dan elektrikal (M&E) menyumbang porsi biaya terbesar, disusul oleh pekerjaan konstruksi, sedangkan jasa profesional menjadi komponen dengan porsi biaya terendah.

Sejalan dengan temuan tersebut, Daniel Malacchini, Head of Cost Advisory & Cost Management, Project & Development Services (PDS), Asia Pacific, JLL, mengatakan bahwa analisis berbasis kota kini menjadi faktor yang semakin penting dalam mendukung pengambilan keputusan investasi dan pemilihan lokasi di Asia Pasifik.

“Kami melihat, hal ini mendorong diskusi dengan banyak perusahaan yang mempertimbangkan dampak geopolitik dan akses terhadap rantai pasok saat mengevaluasi risiko biaya proyek serta upaya mitigasi yang diperlukan,” ujarnya.

Biaya penataan ulang kantor masih menghadapi kenaikan akibat keterbatasan tenaga kerja, penyesuaian harga berbasis risiko, serta peningkatan margin kontraktor.

Volatilitas pasar energi juga semakin memengaruhi penetapan harga kontraktor dan strategi pengadaan di seluruh kawasan. Sebanyak 68% pemimpin fungsi biaya di Asia Pasifik menyebut tekanan harga baja dan tembaga sebagai perhatian utama.

Pergerakan nilai tukar menciptakan distorsi biaya yang signifikan sehingga mendorong kontraktor untuk menyesuaikan premi risiko. Studi ini menegaskan bahwa perusahaan multinasional memerlukan analisis dua mata uang (dual-currency analysis) serta strategi pengadaan yang mempertimbangkan kondisi pasar lokal guna menghindari kesalahan dalam penyusunan anggaran.

Sebanyak 88% pasar di Asia Pasifik melaporkan peningkatan permintaan terhadap proyek sustainable fit-out, sementara 46% organisasi secara aktif menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi energi.

Didukung teknologi sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko, bukan lagi sekadar peningkatan fasilitas. Kondisi ini menjadikan perencanaan biaya sejak tahap awal serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada kondisi pasar lokal semakin penting.

Shweta Choudhari, Director, Research and Strategy, Work Dynamics, Asia Pacific, JLL, mengatakan bahwa pelaksanaan proyek penataan ulang kantor di Asia Pasifik kini menjadi semakin kompleks.

“Meskipun situasi ekonomi ekonomi mulai beranjak stabil di beberapa wilayah sepanjang 2025 hingga awal 2026, tantangan makro ekonomi global dan regional masih memengaruhi prediktabilitas biaya, kelayakan konstruksi, serta pelaksanaan proyek di tingkat lokal. Memahami bagaimana dinamika tersebut membentuk kondisi pasar di Asia Pasifik menjadi faktor penting untuk memastikan keberhasilan perencanaan proyek dan rencana finansial perusahaan,” ujarnya.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download lava firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Tags: Asia Pasifikcobisnis.comJLLketidakpastian globalkondisi ekonomi

Related Posts

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk...

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan...

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rasa lelah setelah bekerja tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, komunikasi dengan banyak orang, hingga...

Polemik ‘Pasal Gibran Banget’ Memanas, Denny Adukan KPU ke DKPP

Polemik ‘Pasal Gibran Banget’ Memanas, Denny Adukan KPU ke DKPP

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana bersama sejumlah pihak melaporkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Kemlu Monitor Kondisi WNI di Arab Saudi Usai Serangan Houthi

Kemlu Monitor Kondisi WNI di Arab Saudi Usai Serangan Houthi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi setelah serangan kelompok Houthi menyasar Bandara...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

October 15, 2026
Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

October 14, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
Menpar Berharap Camino de Flores jadi Peran dalam Pemulihan Pariwisata Flores

Menpar Berharap Camino de Flores jadi Peran dalam Pemulihan Pariwisata Flores

October 14, 2026
Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak - pexels/Vitaly Gariev

Seberapa Sering Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak demi Menajaga Kesehatan?

October 15, 2026
Ilustrasi Seseorang Terkena Gangguan Kesehatan Mental - pexels/Liza Summer

Kelompok Muda Paling Rentan, Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

October 15, 2026
Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

October 15, 2026
Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

October 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved