• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Jangan Ragu Investasi Saat Pandemi, Ini Pilihannya

Indra Purnama by Indra Purnama
August 27, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Jangan Ragu Investasi Saat Pandemi, Ini Pilihannya

Cobisnis.com – Di era pandemi seperti saat ini banyak sektor usaha terkena dampaknya, bahkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak luput dari tekanan. Bahkan sektor UMKM menjadi salah satu sektor paling terdampak dari wabah yang telah mendunia. Akibat kondisi ketidakpastian yang masih terjadi, pelaku ekonomi khususnya investor berbondong-bondong melakukan penyelamatan dan perlindungan aset (hedging) atas investasinya.

Menurut Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), emas menjadi pilihan saat ini di tengah wabah Coronavirus. Guncangan ekonomi yang terjadi akibat wabah tersebut, membuat investor harus memilih instrumen yang aman untuk penempatan dananya demi mengurangi risiko yang lebih besar. Emas adalah pilihan utama.

Melihat kebelakang, saat krisis tahun 1997 – 1998 lalu investor lebih banyak berburu dolar karena dianggap paling aman, namun kondisi saat ini berbeda. Justru emas menjadi salah satu instrument safe heaven yang paling banyak diminati investor. Enny menegaskan bahwa saat pandemic global saat ini ekonomi Amerika juga sedang terkontraksi sangat dalam sehingga dolar tidak lagi menjadi lirikan para investor.

“Yang ingin saya katakan bahwa kalau bapak ibu orientasinya adalah untuk jangka pendek mengamankan aset makanya memang emas menjadi pilihan yang relatif yang paling aman. Kalau kita lihat sejarahnya jangankan pada masa pandemi, sebelum pandemic aja nilai emas nilainya stabil, artinya nilai dari emas tidak banyak tergerus untuk kondisi normal,” tuturnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Vice President Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Jakarta 1 PT Pegadaian (Persero), Rudy Kurniawan, membenarkan bahwa investasi emas menjadi pilihan yang tepat di saat kondisi pandemi. Pasalnya tren harga emas terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2019 harga emas dalam satuan rupiah tumbuh 14,5 persen dari Rp. 625.000 menjadi Rp. 716.000 per gram. Kemudian pada semester I 2020, harga emas meningkat 16 persen dari Rp. 717.000 menjadi Rp. 832.000 per gram.

“Jadi memang emas selalu ada momentum saat pra krisis, krisis atau paska krisis. Apakah masih mungkin naik? selama ini belum ada yang bilang mau turun. Ketika krisis banyak investor yang cari aman makanya mereka beralih ke investasi yang sifatnya safe heaven, dan buktinya banyak investor yang kemudian mengalihkan investasinya ke dalam portofolio emas,” ujar Rudy dalam diskusi dengan tema Membidik Instrumen Investasi yang Cocok di Era New Normal, di hotel Aston Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Rudy menambahkan keuntungan dari investasi emas lainnya yaitu liquid atau mudah dicairkan dalam bentuk uang serta lebih tahan terhadap inflasi. Sebagai komoditas unggulan, harga emas dipengaruhi oleh faktor suplai dan demand. Dengan permintaan yang relatif terus bertumbuh serta produksi yang semakin langka dan mahal, maka emas terus berpotensi terjadi peningkatan harga.

Ditegaskan Rudy bahwa untuk beralih untuk investasi emas, masyarakat tidak perlu menunggu saat memiliki uang lebih. Dengan berbagai kemudahan dan murahnya pemesanan emas khususnya yang melalui Galeri 24 yang merupakan anak usaha dari PT Pegadaian (Persero), masyarakat bisa memiliki tabungan emas dengan nominal pembelian yang kecil. Bahkan Pegadaian juga menawarkan layanan pembelian emas masa depan dengan harga saat ini.

Bahkan saat ini Pegadaian telah meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital Sistem (PDS) yang memudahkan nasabahnya bertransaksi emas. Melalui aplikasi ini bisa dilakukan top up, penjualan hingga transaksi lainnya.

“Strategi investasi emas ketika punya uang harus segera dibelikan, atau dengan beli emas dengan cara dicicil. Layanan ini udah ada di Pegadaian, jadi konsepnya adalah dengan strategi gradual buying,” tuturnya.

Emas sebagai pilihan investasi, adalah tren global Lukman Hqeem, Analisa Pasar dari Esandar Arthamas Berjangka melihat tren investasi emas ini akan berlanjut dan menjanjikan ditahun-tahun yang akan datang. Ada sejumlah fundamental menurutnya yang akan menjadi pijakan harga emas naik lebih lanjut. Masalah Covid-19 menjadi alasan besar harga emas naik dalam jangka pendek hingga panjang. Hingga ditemukannya vaksin virus ini, harga emas memiliki alasan untuk terus naik.

Perang dagang antara China dan AS turut andil mendorong kenaikan harga emas. Tak heran bila sejumlah pihak meyakini harga emas masih bisa mencapai $ 2.300 pertroy ons di akhir tahun ini bahkan mencapai harga $3.000 di tahun depan. Perang dagang menumpulkan harapan pemulihan ekonomi global yang teredam sejak krisis keuangan AS di tahun 2009, jelas Lukman Hqeem.

Secara khusus, Wealth Advisory Head Bank OCBC NISP, Stephanie M Kristanto, mengatakan di tengah situasi ekonomi yang sulit ini diperlukan perencanaan keuangan yang matang sehingga nantinya segala kebutuhan hidup bisa tercukupi. Dia menyarankan kepada publik agar mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk kebutuhan jangka pendek atau jangka panjang.

Setidaknya, menurut Stephanie Kristianto adalah mengalokasi pos belanja 30 persen dari pendapatan perlu dialokasikan untuk dana darurat. Kemudian 20 persen untuk amal, 20 persen untuk investasi dan sisanya untuk kebutuhan dan juga pembayaran cicilan. Bahkan dengan alokasi sebesar Rp. 20.000 sekalipun namun dilakukan dengan konsistensi dan komitmen yang kuat, akan memberikan manfaat yang begitu besar di kemudian hari.

Tak heran bila Bank OCBC NISP meluncurkan program #Save20, yaitu sebuah layanan menabung atau investasi sebesar Rp20.000 per hari. Gerakan ini akan sangat tepat dilakukan oleh kaum milenial yang memiliki pendapatan tetap dalam setiap bulannya sehingga di masa depan ada dana yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut.

“Bagi kita kalau mengeluarkan uang Rp20.000 di awal bulan itu enteng, tapi jika dikeluarkan di akhir bulan itu kaya sayang. Rp20.000 itu bisa jadi penyelamat kita untuk bertahan hidup bagi sebagian orang,” ujar Stephanie.

Dalam kalkulasinya apabila tabungan Rp20.000 hanya diendapkan ditabungan biasa dalam kurun waktu 10 tahun maka nilainya hanya akan tumbuh sekitar 0,1 persen atau menjadi sekitar Rp48,23 juta. Namun jika dialihkan ke tabungan berjangka (deposito) dalam kurun waktu yang sama akan tumbuh 4 persen atau menjadi Rp58,89 juta.

Sementara, mengenai investasi reksa dana dengan pendapatan tetap maka nilainya akan tumbuh 7,46 persen atau menjadi Rp220,40 juta. Sedangkan jika dialihkan ke reksa dana pasar saham dari gerakan menabung Rp20.000 per hari dalam jangka waktu 20 tahun maka potensi pendapatan akan tumbuh 11,87 persen atau menjadi Rp388,84 juta.

“Kalau dengan gerakan Rp20.000 saja udah bisa berjuta-juta, bayangkan kalau bapak ibu konsisten menabung lebih dari Rp20.000 jadi berapa yang bisa terkumpul dari gerakan itu,” pungkas dia.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download redmi firmware
Download WordPress Themes Free
online free course

Related Posts

Bilal Hasan Cetak KO Ronde 2 dalam Debutnya di UFC

Bilal Hasan Cetak KO Ronde 2 dalam Debutnya di UFC

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Petarung keturunan Indonesia, Bilal Hasan, mencatat kemenangan dalam debutnya di UFC Shanghai 2026. Bilal mengalahkan petarung asal...

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ada cara sederhana untuk melihat gambaran kebugaran tubuh tanpa menggunakan alat khusus. Tes tersebut dikenal sebagai sitting...

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Pusat Statistik atau BPS menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Masyarakat juga dijamin...

Hari Merdeka Malaysia Terancam Kabut Asap Karhutla Indonesia

Hari Merdeka Malaysia Terancam Kabut Asap Karhutla Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia diprediksi masih menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia hingga perayaan...

23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pelatih Nova Arianto memastikan 23 pemain masuk skuad Timnas Indonesia U20 untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U20...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

August 29, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

August 29, 2026
Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

August 29, 2026
Bilal Hasan Cetak KO Ronde 2 dalam Debutnya di UFC

Bilal Hasan Cetak KO Ronde 2 dalam Debutnya di UFC

August 29, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

August 29, 2026
Hari Merdeka Malaysia Terancam Kabut Asap Karhutla Indonesia

Hari Merdeka Malaysia Terancam Kabut Asap Karhutla Indonesia

August 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved