JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa punya pesan tegas buat investor yang mulai goyah. Di tengah keluarnya dana asing dari pasar modal, ia justru menyebut ini sebagai momentum beli yang sayang dilewatkan.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61%, dan angka itu jadi argumen utama Purbaya bahwa fundamental dalam negeri masih kuat.
Tekanan di pasar modal memang sedang nyata. Investor asing terus melakukan aksi jual dan dana yang keluar sudah cukup signifikan untuk menekan indeks di beberapa sesi terakhir.
Namun Purbaya memilih tidak ikut panik. Ia menilai kepanikan ini lebih banyak dipicu faktor eksternal, bukan mencerminkan kondisi riil perekonomian domestik.
Pertumbuhan 5,61% bukan angka kecil untuk ekonomi sebesar Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, angka itu justru menempatkan Indonesia di posisi yang cukup kompetitif.
Strategi serok yang ia maksud merujuk pada akumulasi saham saat harga sedang tertekan. Logikanya, saat pasar turun karena sentimen bukan fundamental, itulah saat yang menarik untuk masuk.
Tekanan dari luar, termasuk kebijakan suku bunga global dan ketegangan geopolitik, memang membuat investor asing memilih melepas aset berisiko. Net foreign sell di pasar modal pun tercatat cukup deras belakangan ini.
Di sisi lain, investor lokal justru jadi penopang utama bursa. Dana domestik sebagian mengimbangi tekanan jual asing, meski belum cukup mendorong indeks ke zona positif secara konsisten.
Pernyataan Purbaya juga dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah tidak melihat ancaman sistemik dari kondisi pasar saat ini. Kepercayaan diri itulah yang coba ia tularkan ke pelaku pasar.
Kini bola ada di tangan investor, ikut serok atau tetap wait and see sampai situasi global lebih jelas.













