• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 18, 2026
in Lifestyle
0
Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

JAKARTA, Cobisnis.com – Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu membakar kalori. Olahraga ini mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus, serta bisa diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.

Banyak orang menjadikan jalan kaki sebagai cara untuk mengurangi berat badan tanpa harus pergi ke pusat kebugaran. Namun, hasilnya tidak hanya ditentukan oleh kecepatan langkah, tetapi juga durasi latihan dan konsistensi menjalaninya.

Jalan Pelan dengan Waktu Lebih Panjang

Mengutip laporan Women’s Health pada Jumat (16/10/2026), berjalan dengan kecepatan sekitar 4,8 kilometer per jam selama satu jam dikaitkan dengan penurunan lemak tubuh yang lebih besar pada perempuan pascamenopause.

Dokter spesialis bedah ortopedi dan olahraga di New York, Lauren Hannon Redler, menjelaskan bahwa berjalan dengan tempo lebih lambat dalam waktu yang panjang dapat membantu tubuh mempertahankan intensitas latihan di zona kardio 2.

Zona kardio 2 merupakan tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang, dengan detak jantung berkisar 60 hingga 70 persen dari detak jantung maksimal. Dalam kondisi ini, tubuh cenderung memanfaatkan lemak sebagai salah satu sumber energi.

Kendati demikian, pembakaran lemak selama berolahraga tidak selalu berbanding lurus dengan berkurangnya lemak tubuh secara keseluruhan.

Jalan Cepat dengan Waktu Lebih Singkat

Di sisi lain, meningkatkan kecepatan berjalan membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar karena intensitas aktivitas meningkat. Ahli jantung di Mount Sinai Fuster Heart Hospital, Johanna Contreras, menyebut peningkatan intensitas olahraga dapat menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

“Jika orang ingin menurunkan berat badan, mereka perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan tingkat olahraga tersebut,” katanya.

Meski dilakukan dengan tempo lebih tinggi, seseorang masih bisa berada di zona kardio 2. Hal ini bergantung pada kemampuan fisik dan respons tubuh terhadap intensitas latihan.

Tiga Faktor yang Memengaruhi Berat Badan

Keberhasilan menurunkan berat badan tidak semata-mata bergantung pada jarak tempuh atau kecepatan berjalan. Faktor keturunan, asupan makanan, dan kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap perubahan berat badan.

1. Genetik

Riwayat genetik dapat memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami obesitas, mengatur metabolisme, serta mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Variasi gen FTO dan MC4R, misalnya, berkaitan dengan risiko obesitas dan mekanisme pengaturan nafsu makan.

2. Nutrisi

Jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi menentukan asupan energi harian. Apabila asupan energi terus-menerus melampaui kebutuhan tubuh, kelebihan energi berpotensi disimpan dalam bentuk lemak.

Selain itu, keterbatasan ekonomi dapat menyulitkan sebagian masyarakat untuk mendapatkan makanan bergizi secara konsisten.

3. Lingkungan

Fasilitas di sekitar tempat tinggal maupun tempat kerja turut menentukan kemudahan seseorang untuk aktif bergerak. Keterbatasan trotoar, jalur pejalan kaki, dan ruang terbuka dapat menjadi hambatan untuk membangun kebiasaan berjalan kaki.

Jadi, Mana yang Lebih Efektif?

Jalan santai dalam durasi panjang maupun jalan cepat dalam waktu lebih singkat sama-sama dapat mendukung pengeluaran energi. Efektivitasnya bergantung pada kondisi tubuh, kemampuan berolahraga, dan waktu yang tersedia untuk beraktivitas.

Johanna Contreras menegaskan bahwa menjaga kebiasaan bergerak secara rutin merupakan hal yang penting.

“Semua aktivitas berjalan kaki itu penting,” kata Johanna.

Oleh karena itu, pilih kecepatan dan durasi yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Menjalani olahraga secara konsisten dan memperhatikan pola makan dapat membantu mendukung upaya penurunan berat badan dalam jangka panjang.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: cobisnis.comGenJalan lambatjoggingKalorilingkungan

Related Posts

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan proporsi panggilan spam tertinggi di Asia Pasifik. Laporan perusahaan keamanan...

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kemampuan mengendalikan emosi memengaruhi cara seseorang menghadapi masalah, merespons tekanan, hingga berinteraksi dengan orang lain. Ketika perasaan...

Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

Seberapa Yakin Orang Asia pada Akhirat? Ini Peringkat Indonesia

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keyakinan mengenai kehidupan setelah kematian masih dianut oleh banyak masyarakat di Asia. Namun, tingkat kepercayaan terhadap keberadaan...

Lereng Gunung Lawu Terbakar, Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

Lereng Gunung Lawu Terbakar, Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah....

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengadakan jamuan makan malam bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, dan delegasinya...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

October 17, 2026
Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Bahlil Minta Polri Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Meta Rilis Muse Spark Open, AI untuk Mac Apple

October 17, 2026
Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

October 18, 2026
10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

October 18, 2026
Ilustrasi Suplemen - pexels/Ready Made

Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Probiotik?

October 18, 2026
Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

Sulit Mengendalikan Emosi? Ini 7 Hal yang Perlu Dievaluasi

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved