• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Jakarta Agak Mending, Istanbul Turki Dinobatkan Jadi Kota Paling Macet

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 1, 2025
in News
0
Jakarta Agak Mending, Istanbul Turki Dinobatkan Jadi Kota Paling Macet

JAKARTA, Cobisnis.com – Istanbul resmi menyandang predikat sebagai kota termacet di dunia setelah tingkat kepadatan lalu lintasnya melampaui ratusan kota besar lainnya. Mobilitas harian yang makin berat membuat kota dua benua itu menempati posisi teratas dalam daftar kemacetan global.

Posisi Istanbul ini membuat Jakarta turun peringkat dan tak lagi menempati posisi kota paling macet. Data terbaru menunjukkan beban perjalanan warga Istanbul jauh lebih tinggi dibanding kota-kota besar lain di Asia maupun Eropa.

Waktu tempuh rata-rata di Istanbul tercatat sangat panjang akibat tingginya ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Kondisi ini memperburuk kapasitas jalan yang tidak mampu mengikuti pertumbuhan populasi dan mobilitas.

Letak geografis Istanbul yang berada di dua benua menambah beban lalu lintas. Jutaan kendaraan harus melintas lewat titik penghubung seperti Jembatan Bosphorus, yang setiap hari menjadi pusat kepadatan utama.

Jumlah penduduk yang mencapai puluhan juta jiwa menciptakan tekanan besar pada jaringan jalan. Mobilitas antar wilayah yang terpisah oleh selat membuat perjalanan jarak pendek sekalipun memakan waktu lebih lama.

Pertumbuhan kendaraan pribadi terus terjadi, didorong preferensi warga yang merasa transportasi publik belum memadai. Keputusan ini akhirnya menambah volume kendaraan di jalan yang kapasitasnya terbatas.

Transportasi umum sebenarnya mengalami perkembangan, namun belum mampu menekan lonjakan pengguna kendaraan pribadi. Konektivitas antarkoridor dan lintas wilayah juga masih jadi tantangan besar.

Dampaknya terasa pada aktivitas ekonomi. Waktu tempuh yang panjang menurunkan produktivitas harian warga serta membuat biaya logistik meningkat karena kendaraan komersial ikut terjebak di jalur utama.

Fenomena macet ekstrem ini membuat Istanbul jadi sorotan global sebagai contoh tekanan infrastruktur di kota megapolitan yang tumbuh pesat. Kondisi tersebut menjadi pembanding bagi kota besar lain, termasuk Jakarta, yang kini mencatat perbaikan waktu perjalanan.

Dengan status sebagai kota termacet dunia, Istanbul menghadapi dorongan besar untuk mempercepat pembangunan transportasi massal, meningkatkan integrasi rute, dan menekan penggunaan kendaraan pribadi demi menurunkan beban lalu lintas.

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download coolpad firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
Tags: CobisnisIstanbulKemacetan GlobalKotaMobilitasPebisnismudaTurki

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

February 1, 2026
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama BEI Gantikan Iman Rachman

Ada Aja Gerbrakannya, MBG untuk Lansia 75 Tahun ke Atas

February 4, 2026
Menlu: Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil, Indonesia Mulai Bayar Tahun Ini

Menlu: Iuran Dewan Perdamaian Bisa Dicicil, Indonesia Mulai Bayar Tahun Ini

February 5, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

February 4, 2026
Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

February 4, 2026
Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

February 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved