JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah video yang menampilkan warga negara Indonesia (WNI) menukar uang rupiah di Jepang ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, pria asal Indonesia itu mencoba menukarkan uang Rp50.000 melalui mesin penukaran otomatis di Jepang.
Awalnya, pria tersebut terlihat antusias saat memasukkan uang kertas Rp50.000 ke dalam mesin money changer. Ekspresi wajahnya menunjukkan rasa penasaran terhadap nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang.
Namun suasana berubah ketika layar mesin menampilkan hasil penukaran. Uang Rp50.000 yang dimasukkan hanya dikonversi menjadi 360 yen. Nilai tersebut jauh di bawah ekspektasi dan langsung memicu reaksi kaget.
Situasi makin tidak menguntungkan karena transaksi tidak bisa dibatalkan. Mesin penukaran tetap melanjutkan proses hingga selesai tanpa opsi pengembalian uang rupiah.
Hasil akhir memperlihatkan uang kertas Rp50.000 berubah menjadi koin-koin yen. Dari lembaran biru, uang tersebut berubah menjadi recehan dengan nilai terbatas untuk transaksi harian di Jepang.
Peristiwa ini mencerminkan perbedaan nilai tukar mata uang yang cukup tajam antara rupiah dan yen. Selain kurs, biaya layanan dan mekanisme mesin otomatis juga memengaruhi hasil penukaran.
Dalam konteks ekonomi, kejadian ini menyoroti posisi rupiah di pasar global yang masih relatif lemah terhadap mata uang negara maju. Hal ini juga berdampak pada daya beli wisatawan Indonesia di luar negeri.
Video tersebut langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai kejadian ini sebagai pelajaran soal pentingnya memahami kurs sebelum menukar uang.
Ada pula yang menyebut pengalaman tersebut sebagai gambaran nyata risiko menukar uang di mesin otomatis tanpa informasi yang cukup.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bagi wisatawan Indonesia agar lebih cermat memilih tempat penukaran uang, terutama saat berada di luar negeri.














