JAKARTA, Cobisnis.com – Iran menutup sebagian Selat Hormuz pada Selasa (17/2) waktu setempat. Penutupan ini dilakukan seiring latihan militer di kawasan tersebut, meski jalur laut strategis tetap dipantau agar risiko terhadap kapal komersial minimal.
Selat Hormuz, yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar energi global, merupakan salah satu jalur minyak terpenting dunia. Data menunjukkan sekitar 13 juta barel minyak mentah melintasi selat ini setiap hari, setara 31% dari total aliran minyak global lewat jalur laut.
Penutupan ini merupakan yang pertama sejak ketegangan militer meningkat awal tahun lalu. Latihan bertajuk “Smart Control of the Strait of Hormuz” diklaim sebagai upaya meningkatkan kesiapan operasional dan pengawasan wilayah laut di sekitar selat.
Meski sebagian selat ditutup, pihak berwenang memastikan kapal komersial tetap bisa menavigasi jalur alternatif dengan aman. Para pelaku industri pelayaran diminta mengikuti protokol keselamatan dan menjauh dari area latihan.
Situasi ini terjadi bersamaan dengan perundingan nuklir yang berlangsung di Jenewa, Swiss, di mana pihak terkait berupaya mencari kesepakatan mengenai program nuklir Iran. Ketegangan regional mempengaruhi pergerakan pasar energi dan keamanan transportasi minyak.
Sejalan dengan kondisi tersebut, harga minyak dunia sempat menurun. Brent turun 1,8% ke US$ 67,48 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% ke US$ 62,65 per barel. Penurunan ini menandakan pasar merespons ketidakpastian pasokan energi secara global.
Pakar keamanan maritim menilai dampak penutupan ini relatif kecil terhadap aliran minyak dunia karena jalur komersial memiliki rute aman di luar area latihan. Kapal-kapal besar tetap bisa melintas dengan mematuhi peringatan navigasi.
Penutupan selektif ini juga menjadi sinyal bahwa latihan militer dan pengawasan wilayah laut akan semakin intensif. Hal ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan pertahanan dan stabilitas regional.
Selain dari sisi energi, penutupan sebagian Selat Hormuz berimplikasi pada perdagangan global. Perusahaan yang bergantung pada pengiriman minyak dan produk energi lain perlu menyesuaikan jadwal pengiriman sementara waktu.
Secara keseluruhan, langkah Iran menutup sebagian Selat Hormuz menunjukkan keseimbangan antara latihan militer dan menjaga kelancaran perdagangan minyak dunia, meski risiko geopolitik tetap harus diperhitungkan oleh pasar global.













