JAKARTA, Cobisnis.com – Dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) hingga kini belum digunakan sama sekali. Fakta ini terungkap dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam laporan tersebut, manajemen COIN menyebutkan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari IPO masih tersimpan dan belum direalisasikan untuk kebutuhan operasional maupun pengembangan usaha. Artinya, sejak resmi melantai di bursa, belum ada alokasi dana yang dijalankan.
COIN sebelumnya menghimpun dana IPO dalam jumlah signifikan sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis di sektor aset kripto dan teknologi blockchain. Dana tersebut direncanakan untuk penguatan modal kerja, pengembangan platform, serta kebutuhan operasional lainnya.
Namun hingga periode pelaporan terakhir, realisasi penggunaan dana tercatat nol rupiah. Kondisi ini langsung menjadi perhatian pasar, terutama investor ritel yang menantikan progres konkret pasca-IPO.
Manajemen COIN menjelaskan bahwa belum digunakannya dana IPO berkaitan dengan penyesuaian strategi bisnis dan kondisi pasar yang dinamis. Perseroan memilih bersikap hati-hati dalam mengeksekusi rencana agar penggunaan dana tetap efisien dan tepat sasaran.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan regulasi aset digital yang terus berkembang, langkah menahan penggunaan dana dinilai sebagai upaya menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan. Namun di sisi lain, transparansi dan kejelasan arah bisnis tetap menjadi tuntutan publik.
Pasar modal menempatkan IPO bukan hanya sebagai ajang penghimpunan dana, tetapi juga komitmen perusahaan untuk bertumbuh. Ketika dana belum bergerak, ekspektasi investor otomatis bergeser ke arah penjelasan dan roadmap yang lebih detail.
Analis menilai, selama dana masih aman dan tidak digunakan untuk hal di luar prospektus, posisi COIN secara tata kelola masih tergolong wajar. Meski demikian, komunikasi aktif kepada publik menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar.
Kondisi ini juga mencerminkan tantangan industri kripto nasional yang masih berada dalam fase konsolidasi. Perusahaan dituntut tidak hanya agresif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan iklim bisnis dan kebijakan.
Ke depan, investor akan mencermati langkah konkret COIN dalam merealisasikan dana IPO tersebut. Bukan sekadar kapan dana digunakan, tetapi untuk apa dan seberapa efektif dampaknya terhadap kinerja perusahaan.














