JAKARTA, Cobisnis.com — Penentuan kursi sering menjadi pertimbangan penumpang sebelum pesawat lepas landas. Terlebih, posisi duduk kembali menjadi perhatian ketika terjadi kecelakaan penerbangan.
Sejumlah penelitian dan analisis data kecelakaan menunjukkan bahwa penumpang yang berada di bagian belakang pesawat, terutama pada kursi tengah, memiliki tingkat keselamatan yang lebih baik dalam beberapa skenario kecelakaan.
Meski demikian, posisi kursi tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Faktor seperti jenis kecelakaan, titik benturan, kerusakan pesawat, hingga proses evakuasi turut menentukan keselamatan penumpang.
Bagian Belakang Pesawat
Data sejumlah kecelakaan penerbangan menunjukkan area belakang pesawat memiliki tingkat keselamatan yang relatif lebih tinggi pada kondisi tertentu.
National Transportation Safety Board (NTSB) dalam studi pada 2017 menelaah 20 kecelakaan pesawat yang terjadi sejak 1971. Analisis tersebut menunjukkan penumpang di bagian belakang memiliki peluang bertahan hidup lebih tinggi dibandingkan penumpang yang duduk di bagian depan.
Temuan lain berasal dari analisis Time pada 2015. Studi tersebut mencatat kursi tengah pada sepertiga bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian paling rendah dari sejumlah kecelakaan yang dianalisis.
Beberapa pertimbangan terkait posisi kursi tersebut meliputi:
– Bagian belakang: Dalam skenario kecelakaan tertentu, area ini memiliki jarak lebih jauh dari bagian depan pesawat yang dapat mengalami benturan lebih dulu.
– Kursi tengah: Posisi di antara dua penumpang dapat memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi benturan.
– Dekat pintu darurat: Penumpang dapat memiliki akses lebih dekat menuju pintu keluar ketika evakuasi harus dilakukan dengan segera.
Area Sekitar Sayap
Bagian pesawat di sekitar sayap juga kerap menjadi salah satu area yang dianggap memiliki struktur relatif kuat. Hal ini berkaitan dengan fungsi sayap sebagai komponen utama yang terhubung dengan badan pesawat.
Steve Wright, mantan associate professor avionik dan sistem pesawat di UWE Bristol, mengatakan kepada Time bahwa area sekitar sayap dapat memberikan perlindungan struktural dalam situasi kecelakaan tertentu.
Sementara itu, duduk di dekat pintu darurat juga dapat memberikan keuntungan ketika evakuasi harus dilakukan dengan cepat. Struktur pintu pesawat dibuat kuat dan bagian di sekelilingnya turut diperkuat.
Dengan jarak yang lebih dekat ke pintu keluar, penumpang dapat memiliki akses lebih cepat apabila kondisi mengharuskan seluruh penumpang meninggalkan pesawat.
Keselamatan Bergantung pada Jenis Kecelakaan
Kursi bagian belakang, termasuk posisi tengah, memang menunjukkan tingkat keselamatan lebih baik dalam beberapa analisis. Namun, temuan tersebut tidak berarti posisi itu selalu menjadi yang paling aman dalam setiap kecelakaan.
Setiap kecelakaan memiliki karakteristik berbeda. Bentuk benturan, bagian pesawat yang mengalami kerusakan, kebakaran, pendaratan darurat di air, serta kondisi saat evakuasi dapat memengaruhi tingkat risiko.
Hal tersebut tercermin dari kecelakaan pesawat Air India yang melibatkan Viswashkumar Ramesh. Ia tercatat sebagai satu-satunya penumpang yang selamat meski menempati kursi 11A di bagian depan pesawat.
Wright menyebut kecelakaan tersebut memiliki pola yang tidak umum. Dalam kondisi itu, lokasi kursi Ramesh disebut turut berperan dalam mendukung keselamatannya.
Karena itu, tidak ada satu lokasi kursi yang dapat dipastikan paling aman untuk semua jenis kecelakaan penerbangan. Keselamatan penumpang tetap dipengaruhi berbagai kondisi yang terjadi selama insiden.
Selain memperhatikan lokasi tempat duduk, penumpang juga perlu memahami prosedur keselamatan sebelum penerbangan. Penggunaan sabuk pengaman, mengetahui letak pintu darurat, serta mengikuti arahan awak kabin menjadi hal penting ketika menghadapi keadaan darurat.













