JAKARTA, Cobisnis.com – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara resmi mengumumkan pengakuan negara Palestina pada Minggu (21/9/2025). Pernyataan bersejarah itu disampaikan langsung melalui kanal YouTube resminya.
Starmer menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali harapan perdamaian di Timur Tengah. Ia menekankan solusi dua negara sebagai jalan terbaik bagi rakyat Palestina dan Israel.
Inggris bergabung dengan lebih dari 150 negara yang telah lebih dulu mengakui Palestina. Langkah ini semakin menegaskan peran Inggris dalam percaturan diplomasi global.
Keputusan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga strategis dalam membangun kepercayaan internasional. Inggris berupaya menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan stabilitas kawasan.
Starmer menyatakan, pengakuan tersebut menjadi janji moral bagi rakyat Palestina. Ia berharap langkah ini membawa masa depan yang lebih baik bagi kedua belah pihak.
Pasar global mencermati keputusan ini karena dapat mempengaruhi stabilitas politik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik di kawasan sering berdampak pada harga minyak dan komoditas dunia.
Bagi Palestina, dukungan Inggris memberi legitimasi tambahan di panggung internasional. Hal ini dapat memperkuat posisi mereka dalam negosiasi diplomatik.
Sementara itu, bagi Israel, pengakuan ini bisa menjadi tekanan untuk lebih serius dalam membangun proses perdamaian. Meski berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik, Inggris tetap menegaskan sikapnya.
Keputusan ini juga mencerminkan arah baru kebijakan luar negeri Inggris di era Keir Starmer. Ia ingin menempatkan Inggris sebagai negara besar yang berani mengambil sikap dalam isu kemanusiaan.
Dengan pengakuan resmi ini, Inggris diharapkan dapat menjadi penengah yang lebih kredibel dalam konflik berkepanjangan. Dunia internasional kini menunggu langkah konkret selanjutnya dari London.













