Indonesia takluk 63-77 dari Malaysia pada pertandingan terakhir Grup C yang berlangsung di Arena Seremban, Malaysia, Senin (31/8/2026) malam.
Hasil tersebut membuat Indonesia menempati peringkat ketiga klasemen Grup C dengan satu kemenangan dan dua kekalahan.
Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih saat menghadapi Singapura, sedangkan dua kekalahan lainnya didapat ketika berhadapan dengan Hong Kong dan Malaysia.
Pelatih Timnas Basket Indonesia David Singleton menilai timnya seharusnya dapat menunjukkan performa yang lebih baik saat menghadapi Malaysia.
“Sangat kecewa dengan hasil ini. Karena kami seharusnya bisa tampil lebih baik. Kami tidak bermain bagus dalam offense dan defense,” ungkapnya setelah pertandingan yang dikutip dari laman IBL pada Selasa (1/9/2026).
Secara statistik, Indonesia memang tertinggal dari Malaysia dalam sejumlah aspek penting.
Malaysia unggul dalam perolehan rebound dengan 42 berbanding 29. Tim tuan rumah juga mencatatkan 17 offensive rebound yang kemudian menghasilkan 22 second chance points.
Indonesia juga melakukan 22 turnovers, dengan 13 di antaranya berupa steal yang dilakukan Malaysia.
Kesalahan tersebut dimanfaatkan Malaysia untuk menghasilkan 28 points from turnovers. Malaysia juga unggul dalam points in the paint dengan perbandingan 44-34.
“Kami kalah di rebound, dan terlalu banyak turnovers,” kata pemain Indonesia, M. Reza Fahdani Guntara.
“Seperti kata Coach Dave, kami seharusnya bisa lebih baik dari ini. Sepertinya kami harus kembali berlatih dengan keras untuk menyambut ronde berikutnya. Kami percaya Coach Dave,” tambahnya.
Dari sisi pencetak angka, Jerome Anthony Beane Jr. menjadi pemain Indonesia dengan kontribusi poin terbanyak setelah mencatatkan 23 poin.
Dame Diagne menyusul dengan 16 poin.
Sementara dari kubu Malaysia, Chun Hong Ting menjadi pencetak angka terbanyak dengan 21 poin, diikuti Tychique Bosango yang membukukan 15 poin dan 14 rebound serta Wei Yong Ong dengan 13 poin.
Meski kalah pada laga terakhir, Indonesia tetap berhak melaju ke Round 2 setelah finis di posisi ketiga Grup C.
Pada babak berikutnya, Indonesia akan bergabung di Grup F bersama Hong Kong, Malaysia, Thailand, Mongolia, dan Fiji.
Dengan demikian, skuad asuhan David Singleton masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan menuju putaran final FIBA Asia Cup 2029.