JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Hingga pukul 09.00 WIB, indeks berada di level 5.256 atau turun 72 poin setara 1,35%.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 5.247 sebelum bergerak ke kisaran 5.200-an. Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level terendah 5.185 dan tertinggi 5.260.
Nilai transaksi IHSG pada pagi hari mencapai Rp1,18 triliun. Aktivitas tersebut melibatkan 2,51 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 139.521 kali.
Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona merah. Sebanyak 516 saham melemah, sedangkan 87 saham menguat dan 114 saham lainnya stagnan.
Pelemahan IHSG tidak hanya terjadi dalam perdagangan harian. Secara bulanan, indeks tercatat turun 16,50%, sementara dalam tiga bulan terakhir melemah 17,05%.
Tekanan lebih dalam terlihat pada kinerja enam bulanan dan sepanjang tahun berjalan. IHSG tercatat melemah 29,49% dalam enam bulan dan anjlok 39,18% sepanjang 2026.
Penurunan tersebut menunjukkan tekanan yang signifikan terhadap pasar saham domestik. Dominasi saham yang melemah juga menggambarkan luasnya tekanan pada perdagangan pagi itu.
Pergerakan IHSG menjadi perhatian investor di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak. Namun, data perdagangan pagi tersebut belum cukup untuk memastikan arah indeks hingga penutupan pasar.
Investor perlu mencermati perkembangan pergerakan indeks dan saham individual sepanjang sesi perdagangan. Perubahan harga saham dapat memengaruhi nilai portofolio, terutama bagi investor yang memiliki eksposur besar di pasar modal.
Dengan penurunan harian dan pelemahan kumulatif sepanjang 2026, pergerakan IHSG masih menjadi sorotan pelaku pasar. Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah tekanan jual berlanjut atau indeks mampu membatasi pelemahannya.













