• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

IHSG Ambruk, Kombinasi Sentimen Global dan Faktor Domestik Guncang Pasar Saham

Saeful Imam by Saeful Imam
March 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Terdongkrak Setelah Pemilu 2024

IHSG jeblok, pertanda ekonomi suram?

JAKARTA, COBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 7 persen dalam sesi pertama perdagangan pada Selasa (19/3), menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa penurunan tajam ini dipicu oleh sentimen global, termasuk kebijakan ekonomi dan perang tarif yang dijalankan Presiden AS Donald Trump, yang membuat investor lebih berhati-hati dalam menentukan langkah investasi mereka.

Iman menjelaskan bahwa tren penurunan indeks sebenarnya telah terjadi sejak pekan sebelumnya akibat ketidakpastian global. Ia menambahkan bahwa sebagian besar investor asing bereaksi terhadap pembaruan kebijakan Trump, yang menjadi salah satu faktor utama penurunan IHSG hari itu.

Namun, Ekonom Wijayanto Samirin menilai bahwa pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor domestik. Setidaknya ada lima sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG, mulai dari kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang buruk hingga kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai tidak realistis dan kurang memiliki pendekatan teknokratis yang jelas.

Wijayanto juga menyoroti berbagai isu dalam negeri yang turut melemahkan IHSG, termasuk skandal korupsi di sejumlah BUMN yang merusak kepercayaan publik serta pasar. Selain itu, rencana revisi Undang-Undang TNI yang mendapat kritik keras dari masyarakat turut memberikan tekanan terhadap pasar saham.

Menurutnya, muncul kekhawatiran bahwa perubahan dalam regulasi tersebut dapat menimbulkan protes besar. Selain itu, penurunan IHSG juga dipengaruhi oleh ketidakpastian mengenai peringkat kredit Indonesia dari lembaga seperti Fitch, Moody’s, dan S&P, yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai bahwa kondisi yang terjadi di pasar saham mencerminkan keadaan perekonomian Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Banyak investor yang tidak lagi yakin terhadap aset mereka di Indonesia, sehingga memilih untuk menjual saham dalam jumlah besar.

Ronny menambahkan bahwa kondisi ini juga didukung oleh data historis yang menunjukkan bahwa sebagian besar aksi jual berasal dari investor domestik. Indikator ekonomi lainnya seperti daya beli yang lesu serta penerimaan pajak yang menurun turut memperkuat tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Penerimaan negara dari pajak dalam dua bulan pertama tahun ini hanya mencapai Rp187,8 triliun atau turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, defisit fiskal sudah mencapai Rp31,2 triliun hingga akhir Februari 2025.

Kondisi ini semakin memperburuk kepercayaan investor terhadap Indonesia sebagai tempat investasi yang menguntungkan. Ronny memperingatkan bahwa pelarian modal yang terus berlanjut dapat menghambat perputaran uang dalam ekonomi, berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Selain faktor ekonomi, ia juga menyoroti kekhawatiran investor terkait pembentukan holding BUMN media Danantara dan revisi UU TNI. Menurutnya, intervensi negara dalam sektor bisnis, terutama dengan keterlibatan militer, bisa menimbulkan distorsi pasar dan ketidakpastian bagi investor.

Sementara itu, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, menambahkan bahwa isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani juga memicu gejolak pasar. Selain itu, kekhawatiran perang dagang serta arus keluar dana asing semakin memperburuk sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia.

Secara keseluruhan, kombinasi antara ketidakpastian global, kondisi fiskal yang memburuk, serta berbagai kebijakan domestik yang kontroversial menyebabkan IHSG mengalami tekanan signifikan. Jika situasi ini terus berlanjut, stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor terhadap Indonesia dapat semakin tergerus.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download micromax firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: IHSG anjlokPasar sahamruu tni

Related Posts

Pasar Saham Bergejolak, BEI Terapkan Trading Halt setelah IHSG Turun 8%

Pasar Saham RI Tertekan, IHSG Anjlok 66 Poin ke 5.373

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. IHSG berakhir di level...

Yunani dan Bulgaria Perbaiki Status Pasar Modal, Ini Perbedaan Keputusannya

Yunani dan Bulgaria Perbaiki Status Pasar Modal, Ini Perbedaan Keputusannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Yunani dan Bulgaria mencatat perkembangan baru di pasar saham internasional pada 2026. Keduanya mengalami perubahan klasifikasi yang...

IHSG Ditutup Ambruk 11,57% Hari Ini ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran

IHSG Ditutup Ambruk 11,57% Hari Ini ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,11 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan tajam...

Pasar Saham Bergejolak, BEI Terapkan Trading Halt setelah IHSG Turun 8%

Pasar Saham Bergejolak, BEI Terapkan Trading Halt setelah IHSG Turun 8%

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Jumat (16/10/2026). Langkah ini diambil...

Buyback NVIDIA Kembali Diperbesar, Nilainya Capai US$150 Miliar

Buyback NVIDIA Kembali Diperbesar, Nilainya Capai US$150 Miliar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - NVIDIA menyiapkan program pembelian kembali saham atau buyback terbesar dalam sejarah perusahaan. Produsen chip kecerdasan buatan tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya!

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya!

October 27, 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.

Staffinc Dorong Produktivitas Lewat Solusi Tenaga Kerja

October 27, 2026
OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

OJK Perketat Pemberantasan Pinjol Ilegal, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diblokir

October 27, 2026
Belanda Siapkan Penggantian 25.000 ASN dengan AI

Kylian Mbappe Minta Maaf kepada Masyarakat China

October 27, 2026
Luhut Dorong Pembenahan Hukum untuk Tarik Investasi Asing

Luhut Dorong Pembenahan Hukum untuk Tarik Investasi Asing

October 27, 2026
Belanda Siapkan Penggantian 25.000 ASN dengan AI

Apple Janji Ganti iPhone Duo yang Layarnya Rusak

October 27, 2026
Belanda Siapkan Penggantian 25.000 ASN dengan AI

Kasus Kim Soo Hyun, Ibu Kim Sae Ron Diserahkan ke Jaksa

October 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved