• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, February 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

IHSG Ambruk, Kombinasi Sentimen Global dan Faktor Domestik Guncang Pasar Saham

Saeful Imam by Saeful Imam
March 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Terdongkrak Setelah Pemilu 2024

IHSG jeblok, pertanda ekonomi suram?

JAKARTA, COBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 7 persen dalam sesi pertama perdagangan pada Selasa (19/3), menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa penurunan tajam ini dipicu oleh sentimen global, termasuk kebijakan ekonomi dan perang tarif yang dijalankan Presiden AS Donald Trump, yang membuat investor lebih berhati-hati dalam menentukan langkah investasi mereka.

Iman menjelaskan bahwa tren penurunan indeks sebenarnya telah terjadi sejak pekan sebelumnya akibat ketidakpastian global. Ia menambahkan bahwa sebagian besar investor asing bereaksi terhadap pembaruan kebijakan Trump, yang menjadi salah satu faktor utama penurunan IHSG hari itu.

Namun, Ekonom Wijayanto Samirin menilai bahwa pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor domestik. Setidaknya ada lima sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG, mulai dari kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang buruk hingga kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai tidak realistis dan kurang memiliki pendekatan teknokratis yang jelas.

Wijayanto juga menyoroti berbagai isu dalam negeri yang turut melemahkan IHSG, termasuk skandal korupsi di sejumlah BUMN yang merusak kepercayaan publik serta pasar. Selain itu, rencana revisi Undang-Undang TNI yang mendapat kritik keras dari masyarakat turut memberikan tekanan terhadap pasar saham.

Menurutnya, muncul kekhawatiran bahwa perubahan dalam regulasi tersebut dapat menimbulkan protes besar. Selain itu, penurunan IHSG juga dipengaruhi oleh ketidakpastian mengenai peringkat kredit Indonesia dari lembaga seperti Fitch, Moody’s, dan S&P, yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai bahwa kondisi yang terjadi di pasar saham mencerminkan keadaan perekonomian Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Banyak investor yang tidak lagi yakin terhadap aset mereka di Indonesia, sehingga memilih untuk menjual saham dalam jumlah besar.

Ronny menambahkan bahwa kondisi ini juga didukung oleh data historis yang menunjukkan bahwa sebagian besar aksi jual berasal dari investor domestik. Indikator ekonomi lainnya seperti daya beli yang lesu serta penerimaan pajak yang menurun turut memperkuat tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Penerimaan negara dari pajak dalam dua bulan pertama tahun ini hanya mencapai Rp187,8 triliun atau turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, defisit fiskal sudah mencapai Rp31,2 triliun hingga akhir Februari 2025.

Kondisi ini semakin memperburuk kepercayaan investor terhadap Indonesia sebagai tempat investasi yang menguntungkan. Ronny memperingatkan bahwa pelarian modal yang terus berlanjut dapat menghambat perputaran uang dalam ekonomi, berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Selain faktor ekonomi, ia juga menyoroti kekhawatiran investor terkait pembentukan holding BUMN media Danantara dan revisi UU TNI. Menurutnya, intervensi negara dalam sektor bisnis, terutama dengan keterlibatan militer, bisa menimbulkan distorsi pasar dan ketidakpastian bagi investor.

Sementara itu, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, menambahkan bahwa isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani juga memicu gejolak pasar. Selain itu, kekhawatiran perang dagang serta arus keluar dana asing semakin memperburuk sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia.

Secara keseluruhan, kombinasi antara ketidakpastian global, kondisi fiskal yang memburuk, serta berbagai kebijakan domestik yang kontroversial menyebabkan IHSG mengalami tekanan signifikan. Jika situasi ini terus berlanjut, stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor terhadap Indonesia dapat semakin tergerus.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: IHSG anjlokPasar sahamruu tni

Related Posts

Prediksi Gila tapi Masuk Akal: Skenario Pasar Saham di 2026

Tekanan Global Meningkat, IHSG Terkoreksi ke 8.800

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase koreksi dan bergerak di area 8.800. Tekanan pasar...

Ilustrasi pergerakan saham AWAN

Kenapa IHSG Melemah 40 Poin di Awal Perdagangan Kamis 21 Agustus 2025 Meski Mayoritas Sektor Menghijau?

by Rizki Meirino
August 21, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Kamis (21/8) meski sebagian besar sektor masih...

Keponakan Prabowo Bantah RUU TNI Penyebab IHSG Anjlok

Keponakan Prabowo Bantah RUU TNI Penyebab IHSG Anjlok

by Farida Ratnawati
March 19, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono membantah volatilitas perdagangan saham yang terjadi kemarin, yang menyebabkan Bursa...

Saham TINS

IHSG Anjlok 6,12%, Cerminan Kekhawatiran Investor terhadap Ekonomi Indonesia yang Makin Suram

by Saeful Imam
March 19, 2025
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 6,12% pada perdagangan Selasa (18/3/2025), mencerminkan kekhawatiran investor...

Danantara

IHSG Anjlok, BEI Lakukan Trading Halt Imbas Sentimen Global dan Kebijakan Pemerintah

by Saeful Imam
March 19, 2025
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan sementara perdagangan atau trading halt akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mulai 2027, Biaya Parkir Akan Digabung STNK dan Dibayar Sekali Setahun

Mulai 2027, Biaya Parkir Akan Digabung STNK dan Dibayar Sekali Setahun

February 16, 2026

Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026 Resmi Terbit, Ini Jadwal Lengkap Sekolah

February 16, 2026
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

November 4, 2020
Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

February 16, 2026
Keistimewaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan

Keistimewaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan

February 16, 2026
Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

February 16, 2026
Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

February 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved