JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara mengenai perjanjian jual beli saham bersyarat antara Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Dalam perjanjian tersebut, saham Bayan disebut dijual dengan harga Rp2.588 per lembar pada 15 Oktober 2026.
Harga tersebut jauh di bawah harga saham BYAN di pasar pada tanggal yang sama. Berdasarkan data RTI Business, saham Bayan berada di level Rp11.100 per lembar pada 15 Oktober 2026.
Direktur BYAN, Alexander Ery Wibowo, menegaskan perseroan bukan pihak dalam transaksi tersebut. Karena itu, manajemen tidak dapat mengonfirmasi substansi pertanyaan mengenai perjanjian jual beli saham tersebut.
“Perseroan tidak menjadi pihak dalam transaksi tersebut, Perseroan tidak bisa memberikan konfirmasi atas hal-hal yang menjadi substansi pertanyaan-pertanyaan sebagaimana disebutkan di atas,” ujar Alexander dalam keterbukaan informasi pada Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan laporan kepemilikan saham PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 19 Oktober 2026, Dato’ Low Tuck Kwong tercatat memiliki 2.766.667.800 saham atau 8,30%. Sementara itu, Elaine Low memiliki 7.333.833.700 saham atau 22%.
Adapun PT Jhonlin Baratama tercatat memiliki 10.084.088.370 saham BYAN, setara 30,25%. Alexander menyebut Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara bersama-sama masih memiliki 30,30% saham perseroan berdasarkan komposisi yang disampaikan manajemen.
Bayan juga menyatakan belum menerima informasi yang mengindikasikan adanya perubahan pengendalian perusahaan. Pernyataan tersebut mengacu pada surat pemberitahuan yang diterima dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 8 Oktober 2026.
Selain itu, manajemen menyebut belum menerima pemberitahuan mengenai pengendali baru yang mengumumkan pengambilalihan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi tersebut menjadi bagian dari penjelasan resmi perseroan mengenai status kepemilikan sahamnya.
Perbedaan antara harga transaksi yang disebutkan dalam perjanjian dan harga pasar BYAN menjadi sorotan dalam perkembangan ini. Namun, Bayan menegaskan bahwa perseroan tidak terlibat langsung dalam transaksi tersebut sehingga tidak mengonfirmasi rincian perjanjiannya.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, manajemen Bayan belum menerima informasi resmi mengenai pengendali baru yang telah mengumumkan pengambilalihan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada informasi dan pemberitahuan resmi terkait transaksi tersebut.













