• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Harga Cabai Anjlok, Sayuran di Bogor Jadi Lebih Murah

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Harga Cabai Anjlok, Sayuran di Bogor Jadi Lebih Murah

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Pasar Anyar, Bogor, mulai turun signifikan. Salah satunya cabai rawit merah yang sempat menembus Rp70.000 per kilogram kini anjlok menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan harga ini membawa angin segar bagi konsumen rumah tangga yang sebelumnya terbebani lonjakan harga.

Turunnya harga cabai rawit merah juga diikuti oleh sayuran lain seperti tomat, kentang, timun, wortel, hingga sawi. Penjual mengaku kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan pasokan dari daerah penghasil yang membuat stok di pasar lebih stabil.

Harga cabai rawit merah yang semula berada di level tinggi Rp70.000 per kilogram sempat menekan daya beli masyarakat. Dengan harga terbaru Rp30.000, perputaran belanja konsumen berpotensi meningkat karena masyarakat memiliki ruang lebih untuk membeli kebutuhan lain.

Tomat, kentang, dan timun juga ikut mengalami koreksi harga. Para pedagang menyebut tren ini memberikan dampak positif terhadap aktivitas pasar, dengan jumlah transaksi yang kembali meningkat setelah sebelumnya melambat akibat harga mahal.

Wortel dan sawi yang menjadi kebutuhan harian masyarakat kini bisa didapat dengan harga lebih terjangkau. Hal ini diperkirakan akan memperkuat daya beli terutama dari kalangan menengah ke bawah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga pangan.

Dari sisi pedagang, turunnya harga memang menekan margin keuntungan, namun volume penjualan yang lebih besar menjadi kompensasi. Aktivitas jual beli di pasar tradisional kembali menggeliat setelah sempat lesu ketika harga berada di titik tinggi.

Bagi petani, situasi ini mencerminkan tantangan tersendiri. Harga yang terlalu rendah berisiko menekan pendapatan, terutama bagi komoditas yang memiliki biaya produksi cukup tinggi. Namun, pasokan yang lancar dianggap sebagai sinyal positif dari sisi distribusi dan panen.

Turunnya harga sayuran ini juga menjadi indikator stabilitas pangan di daerah. Pemerintah daerah dan pelaku pasar mencatat perbaikan distribusi logistik dari sentra produksi menuju pasar sebagai salah satu faktor kunci.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai penurunan harga sejumlah sayuran perlu terus dipantau agar tidak merugikan petani secara berlebihan. Stabilitas harga yang sehat diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan kesejahteraan petani.

Fenomena di Pasar Anyar Bogor ini menunjukkan betapa fluktuasi harga pangan sangat memengaruhi dinamika ekonomi lokal. Penurunan harga cabai rawit merah dan sayuran lain memberikan harapan bagi konsumen, sekaligus menjadi sinyal bagi pengambil kebijakan untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan distribusi.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
online free course
download xiomi firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: CobisnisEkonomi IndonesiaHarga turnPebisnismudapetanisayuran

Related Posts

Harga Emas Berpotensi Terus Menguat, Investor Diminta Waspadai Profit Taking

Belanda Geser 86 Ton Cadangan Emas ke Inggris, Antisipasi Ketidakpastian Global

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Sentral Belanda atau DNB memindahkan 86 ton emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke Inggris di...

Ekonomi Didorong Tumbuh di Atas 6%, Purbaya Yakin Kelas Menengah Bangkit

Ekonomi Didorong Tumbuh di Atas 6%, Purbaya Yakin Kelas Menengah Bangkit

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pendapatan masyarakat kelas menengah akan kembali tumbuh dalam 1 sampai 2...

Amran Pecat 13 Pejabat Kementan karena Judi Online

Amran Pecat 13 Pejabat Kementan karena Judi Online

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 13 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian karena dinilai tidak disiplin dan...

Kemensos Periksa Data 1,4 Juta Penerima Bansos yang Terindikasi Judi Online

Kemensos Periksa Data 1,4 Juta Penerima Bansos yang Terindikasi Judi Online

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Sosial tengah mendalami data 1,4 juta penerima bantuan sosial yang terindikasi terlibat judi online. Data tersebut...

Api Meluas di Cagar Alam Merapi Ungup Ungup Tim BKSDA Turun Tangan

Api Meluas di Cagar Alam Merapi Ungup Ungup Tim BKSDA Turun Tangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Ijen, tepatnya di area Cagar Alam Merapi Ungup Ungup. Kobaran...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Amran Pecat 13 Pejabat Kementan karena Judi Online

Amran Pecat 13 Pejabat Kementan karena Judi Online

September 4, 2026
Manajemen Indosat Sapa Pelanggan di Harpelnas 2026

Manajemen Indosat Sapa Pelanggan di Harpelnas 2026

September 4, 2026
DMS+ memaparkan roadmap scale-up 2027 bertajuk Wider, Higher, Bigger melalui ekspansi platform, vertical movie, Creator Room, My Movie, dan IP Management.

DMS+ Siapkan Roadmap Scale-Up 2027 “Wider, Higher, Bigger”

September 4, 2026
Kemensos menjelaskan perubahan desil DTSEN yang dipengaruhi masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN dan telah dikoreksi melalui Volume 3.1.

Kemensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Berubah

September 4, 2026
Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

September 5, 2026
Suhu gurun yang kian ekstrem membuat unta mengalami dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian di sejumlah wilayah.

Unta Mulai Tumbang, Suhu Gurun Makin Ekstrem

September 5, 2026
Melalui "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara", Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Melalui “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”, Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

September 5, 2026
Makan Telur - pexels/ROMAN ODINTSOV

Waktu Terbaik Makan Makanan Berprotein Waktu Sarapan atau Makan Malam?

September 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved