• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Harga Beras Indonesia Paling Mahal di ASEAN, Bank Dunia Soroti Inefisiensi Sektor Pertanian

Saeful Imam by Saeful Imam
September 25, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Harga Beras Indonesia Paling Mahal di ASEAN, Bank Dunia Soroti Inefisiensi Sektor Pertanian

Beras di Indonesia paling mahal

JAKARTA, COBISNIS.COM – Bank Dunia melaporkan bahwa harga beras di Indonesia terus menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Bahkan, data menunjukkan bahwa harga beras di dalam negeri mencapai 20% lebih tinggi dibandingkan harga beras di pasar global.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena harga yang tinggi tidak sebanding dengan pendapatan petani lokal.

Menurut Eliza Mardian, pengamat pertanian dari Center of Reform on Economic (CORE), tingginya harga beras di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor utama adalah penyempitan lahan pertanian yang semakin signifikan.

Eliza menjelaskan bahwa sebagian besar petani di Indonesia, hampir 62%, hanya memiliki lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar. Lahan yang sempit tersebut, meskipun dioptimalkan, sulit mencapai skala ekonomi yang efisien.

Kondisi ini menyebabkan biaya per satuan produksi menjadi lebih mahal. Eliza menambahkan bahwa biaya produksi yang tinggi juga disebabkan oleh rendahnya adopsi teknologi pertanian di Indonesia.

Ia menuturkan bahwa sebagian besar petani adalah penduduk dengan tingkat ekonomi rendah, sehingga sulit bagi mereka untuk berinvestasi dalam peralatan pertanian modern.

Eliza juga menjelaskan bahwa penghasilan dari hasil panen hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup beberapa bulan saja, sehingga investasi dalam teknologi pertanian yang canggih tidak menjadi prioritas bagi para petani.

Situasi ini semakin memperparah kondisi pertanian di Indonesia, di mana penggunaan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, Eliza menyebutkan bahwa biaya tenaga kerja menjadi komponen terbesar dalam biaya produksi pertanian, yaitu mencapai 47%.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya tenaga kerja yang bersedia bekerja di sektor pertanian, sehingga membuat upah tenaga kerja menjadi lebih tinggi.

Ia menyarankan perlunya mekanisasi untuk menekan biaya tenaga kerja.

Eliza juga menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki angkatan kerja yang besar, sebagian besar dari mereka enggan bekerja di sektor pertanian.

Oleh karena itu, mekanisasi mulai dari proses penanaman, pemanenan, hingga pasca panen dinilai sangat dibutuhkan untuk menekan biaya produksi.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menilai bahwa tingginya harga beras di Indonesia juga disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Pembatasan impor, kenaikan biaya produksi, serta pengetatan tata niaga melalui kebijakan non-tarif menjadi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap mahalnya harga beras.

Namun, Carolyn menekankan bahwa meskipun harga beras tinggi, pendapatan petani tidak ikut meningkat. Berdasarkan Survei Pertanian Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan rata-rata petani kecil hanya mencapai kurang dari USD 1 per hari, atau sekitar Rp 15.199. Bahkan, dalam satu tahun, pendapatan petani hanya mencapai sekitar USD 341 atau Rp 5,2 juta.

Selain itu, survei BPS juga mengungkap bahwa petani tanaman pangan, khususnya beras, memiliki pendapatan yang jauh lebih rendah dibandingkan petani di sektor perkebunan atau hortikultura. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun konsumen harus membayar mahal untuk beras, petani sebagai produsen tetap mendapatkan keuntungan yang sangat rendah.

Carolyn menilai bahwa petani mengalami keuntungan yang minim, sementara konsumen harus membayar harga beras yang tinggi.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
Tags: bank duniaharga beras indonesia paling mahal

Related Posts

Sri Mulyani

Sri Mulyani Kembali Jabat Anggota Dewan Penasihat Bank Dunia

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya mengemban jabatan di Bank Dunia sebagai anggota Dewan Penasihat. Penunjukan tersebut menegaskan...

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Independent Co Chair atau Ketua Bersama Independen untuk penggalangan...

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Independent Co-Chair atau Ketua Bersama Independen dalam proses penggalangan dana...

Bank Dunia Prediksi Inflasi Indonesia 3% dan PDB 5,1% pada 2024

Bank Dunia Prediksi Inflasi Indonesia 3% dan PDB 5,1% pada 2024

by Saeful Imam
June 25, 2024
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Bank Dunia memperkirakan inflasi di Indonesia akan mencapai rata-rata 3 persen pada tahun 2024. Direktur Bank Dunia...

Ini Tiga Pesan Kunci dari Bank Dunia untuk Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Ini Tiga Pesan Kunci dari Bank Dunia untuk Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

by Saeful Imam
June 24, 2024
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Bank Dunia memandang ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah gejolak ekonomi global yang berkelanjutan. Direktur Bank Dunia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

October 18, 2026
Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

October 18, 2026
Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

October 18, 2026
Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

October 18, 2026
Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

October 18, 2026
WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

October 18, 2026
Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

October 18, 2026
Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved