• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Google dan Apple Berselisih dengan Uni Eropa soal Masa Depan AI Assistant

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
July 20, 2026
in Teknologi
0
New York Laporkan Tiga Kematian dalam Wabah Legionnaires di Upper East Side

JAKARTA, Cobisnis.com – Google dan Apple menghadapi tekanan dari Uni Eropa terkait masa depan asisten kecerdasan buatan (AI) di smartphone. Regulator menilai dominasi kedua perusahaan dapat menghambat persaingan di pasar AI.

Saat ini, Google dan Apple menguasai pasar smartphone global melalui Android dan iPhone. Berdasarkan data firma riset Omdia, keduanya mengoperasikan sekitar lima miliar perangkat aktif di seluruh dunia.

Seiring perkembangan teknologi, kedua perusahaan terus meningkatkan kemampuan AI assistant mereka. Kini, asisten virtual tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara otomatis.

Namun, Komisi Eropa ingin pengguna memiliki lebih banyak pilihan. Karena itu, regulator meminta AI assistant lain memperoleh akses yang setara dengan Gemini milik Google dan Siri milik Apple di perangkat smartphone.

Komisi Eropa juga mewajibkan Google membuka akses Android bagi AI assistant pihak ketiga paling lambat Juli 2027. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari Digital Markets Act (DMA), regulasi yang mulai berlaku di Uni Eropa sejak 2023.

Selain itu, regulator menilai aturan baru ini dapat menciptakan persaingan yang lebih sehat dalam pengembangan teknologi AI. Dengan begitu, pengembang lain memiliki kesempatan menghadirkan layanan AI yang mampu bersaing di perangkat Android maupun iPhone.

Menurut Omdia, sekitar 427 juta perangkat Android dan iPhone berada di bawah cakupan regulasi Uni Eropa. Oleh sebab itu, kebijakan tersebut diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap persaingan industri AI di kawasan tersebut.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
download intex firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: AI AssistantAndroidApplecobisnis.comDigital Markets ActGeminiGoogleiPhoneSiriuni eropa

Related Posts

Banyak Rumah Tangga Berakhir, Ini Faktor Pemicu Perceraian

Banyak Rumah Tangga Berakhir, Ini Faktor Pemicu Perceraian

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Berakhirnya sebuah pernikahan umumnya tidak dipicu oleh satu masalah tunggal. Sejumlah penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun memperlihatkan...

Budi Gunadi Sadikin Berebut Kursi Bos WHO, Ini 3 Lawannya

Budi Gunadi Sadikin Berebut Kursi Bos WHO, Ini 3 Lawannya

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Budi...

AHY Soroti Beban Ekonomi Rakyat: Harga Naik, Kerja Sulit

AHY Soroti Beban Ekonomi Rakyat: Harga Naik, Kerja Sulit

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan masih adanya persoalan ekonomi yang membebani kehidupan masyarakat....

Ini Alasan DPR Ingin Pidana Pajak dan Bank Masuk RUU Perampasan Aset

Ini Alasan DPR Ingin Pidana Pajak dan Bank Masuk RUU Perampasan Aset

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino mendorong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset memiliki cakupan yang...

Penampakan Wilayah Bandar Lampung Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penampakan Wilayah Bandar Lampung Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas tersebut terpantau sejak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Melalui "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara", Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Melalui “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”, Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

September 5, 2026
Suhu gurun yang kian ekstrem membuat unta mengalami dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian di sejumlah wilayah.

Unta Mulai Tumbang, Suhu Gurun Makin Ekstrem

September 5, 2026
Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

September 5, 2026
Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

September 5, 2026
Banyak Rumah Tangga Berakhir, Ini Faktor Pemicu Perceraian

Banyak Rumah Tangga Berakhir, Ini Faktor Pemicu Perceraian

September 6, 2026
Bandara Soetta Tutup setelah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bandara Soetta Tutup setelah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

September 6, 2026
Empat Gunung Api Erupsi Pagi Ini Anak Krakatau Salah Satunya

Empat Gunung Api Erupsi Pagi Ini Anak Krakatau Salah Satunya

September 6, 2026
Budi Gunadi Sadikin Berebut Kursi Bos WHO, Ini 3 Lawannya

Budi Gunadi Sadikin Berebut Kursi Bos WHO, Ini 3 Lawannya

September 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved