• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Gelombang Panas Ancam Keju Ikonik Prancis, Produksi Susu Terus Menurun

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
September 7, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Western Michigan Pertanyakan Keputusan Wasit dalam Laga Kontra Michigan

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah keju artisanal paling terkenal di Prancis menghadapi ancaman akibat perubahan iklim. Para ilmuwan dan pembuat keju memperingatkan dampaknya semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.

Gelombang panas yang lebih sering terjadi membuat sapi perah mengalami stres akibat suhu tinggi. Padahal, hewan tersebut biasanya merumput di padang terbuka selama musim panas.

Selain itu, periode kekeringan yang berkepanjangan mengubah banyak padang rumput menjadi lahan kering. Hamparan hijau yang sebelumnya subur kini berubah menjadi area berwarna kuning dan minim pakan alami.

Kondisi tersebut memaksa peternak membeli pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan ternak. Sementara itu, aturan ketat dalam produksi keju tradisional membatasi fleksibilitas peternak dalam mengubah metode pemeliharaan.

Laurent Lours, peternak sapi perah dan pembuat keju yang telah bekerja selama 35 tahun, mengatakan situasi semakin memburuk. Menurutnya, masalah kekurangan rumput yang dulu muncul setiap 15 hingga 20 tahun kini terjadi hampir setiap dua tahun.

Karena itu, produksi susu mulai menurun di sejumlah wilayah. Selain menghasilkan lebih sedikit susu, sapi juga melahirkan anak yang lebih lemah atau dalam jumlah yang lebih sedikit.

Di sisi lain, beberapa produsen keju premium terpaksa menghentikan produksi. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap masa depan industri keju tradisional Prancis.

Selain volume produksi, cita rasa khas keju juga terancam berubah. Banyak keju Prancis bergantung pada karakteristik alam lokal atau terroir yang terbentuk dari jenis rumput dan lingkungan tempat sapi merumput.

Meski begitu, para peternak terus mencari cara untuk beradaptasi. Namun, mereka mengingatkan bahwa perubahan iklim yang semakin ekstrem dapat mengancam keberlangsungan salah satu warisan kuliner paling terkenal di dunia.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download intex firmware
Download Nulled WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis.comgelombang panasIndustri Susukejuperubahan iklimpeternakanPrancis

Related Posts

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Umbi kimpul dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber pangan lokal bernilai ekonomi. Tanaman tersebut...

Marc Klok Sedih Namanya Tak Masuk Skuad Garuda

Marc Klok Sedih Namanya Tak Masuk Skuad Garuda

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Marc Klok mengungkapkan kekecewaannya setelah tidak mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026....

Ganti Sampo Tiba-tiba Ketombean, Mitos atau Fakta?

Ganti Sampo Tiba-tiba Ketombean, Mitos atau Fakta?

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Munculnya serpihan pada kulit kepala setelah mengganti sampo kerap membuat orang mengira produk baru tersebut menyebabkan ketombe....

Bereskan Kamar, Mood Bisa Lebih Baik? Ini Alasannya

Bereskan Kamar, Mood Bisa Lebih Baik? Ini Alasannya

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Membereskan kamar ternyata bukan hanya membuat ruangan terlihat lebih rapi. Aktivitas sederhana tersebut juga dapat memberikan pengaruh...

Es Greenland dan Antarktika Terus Menyusut, Totalnya Capai 11,3 Triliun Ton

Es Greenland dan Antarktika Terus Menyusut, Totalnya Capai 11,3 Triliun Ton

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 11,3 triliun ton es telah hilang dari Greenland dan Antarktika sejak 1970 an. Pencairan tersebut dikaitkan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggantung Handuk - pexels/https://kaboompics.com/

4 Tanda Sudah Saatnya Ganti Handuk Baru

September 26, 2026
OJK Dorong Peternak Ayam Jabar Tembus Pasar Global

OJK Dorong Peternak Ayam Jabar Tembus Pasar Global

September 26, 2026
LRT Kelapa Gading-Manggarai Diserbu, 100.343 Penumpang dalam 10 Hari

LRT Kelapa Gading-Manggarai Diserbu, 100.343 Penumpang dalam 10 Hari

September 26, 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.

ESDM Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

September 25, 2026
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Jonatan Christie Tembus Perempatfinal Asian Games

September 27, 2026
Herbalife Run 2026 Diikuti 6.000 Peserta

Herbalife Run 2026 Diikuti 6.000 Peserta

September 27, 2026
Herbalife Run 2026

Herbalife Run 2026

September 27, 2026
Daging Beku

Bukan direndam dengan Air Hangat, Begini Cara Aman Mencairkan Daging Beku

September 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved