JAKARTA, Cobisnis.com – Situasi geopolitik yang memburuk di Iran memunculkan ketidakpastian atas partisipasi negara tersebut dalam Piala Dunia 2026. Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung terhadap stabilitas keamanan nasional Iran, sehingga memicu spekulasi mengenai kemungkinan pengunduran diri mereka dari ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Menanggapi potensi tersebut, FIFA menegaskan bahwa telah tersedia mekanisme regulasi yang mengatur perubahan peserta turnamen. Dalam regulasi resmi kompetisi, disebutkan bahwa apabila sebuah asosiasi sepak bola menarik diri atau dikeluarkan dari turnamen, maka panitia penyelenggara memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah yang dianggap perlu demi menjaga keberlangsungan dan integritas kompetisi.
Apabila pengunduran diri terjadi sebelum undian utama putaran final, FIFA pada umumnya akan menunjuk tim pengganti untuk menjaga keseimbangan komposisi grup. Tim pengganti tersebut biasanya berasal dari negara dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos melalui jalur kualifikasi di zona yang sama. Di kawasan Asia, sejumlah negara seperti Irak dan Uni Emirat Arab mulai mencuat sebagai kandidat potensial pengganti Iran.
Sementara itu, jika pengunduran diri terjadi setelah turnamen resmi dimulai, maka slot Iran berpotensi tidak digantikan. Dalam skenario ini, pertandingan yang seharusnya melibatkan Iran kemungkinan besar akan diputuskan melalui mekanisme walkover, dengan lawan otomatis dinyatakan menang.
Hingga kini, FIFA menyatakan masih memantau perkembangan situasi secara intensif dan belum mengambil keputusan final. Fokus utama federasi internasional tersebut adalah memastikan aspek keamanan serta kelancaran penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.













