JAKARTA, Cobisnis.com – Masyarakat Indonesia kembali dapat menyaksikan fenomena astronomi menarik pada Mei 2026. Hujan meteor Eta Lyrids diperkirakan menghiasi langit malam selama paruh pertama bulan Mei.
Masyarakat di berbagai wilayah Indonesia bisa melihat fenomena ini tanpa alat khusus. Selain itu, cuaca cerah dan minim polusi cahaya akan membuat meteor lebih mudah terlihat.
Berdasarkan data astronomi, Eta Lyrids aktif mulai 3 hingga 14 Mei 2026. Sementara itu, puncak hujan meteor diperkirakan terjadi pada 9 Mei 2026.
Pengamat dapat mulai melihat meteor setelah titik radian muncul di ufuk timur sekitar pukul 22.18 WIB. Titik tersebut akan tetap terlihat hingga fajar sekitar pukul 05.29 WIB.
Namun, waktu terbaik untuk mengamati meteor diperkirakan sekitar pukul 04.00 WIB. Pada waktu itu, posisi radian berada lebih tinggi sehingga meteor lebih mudah terlihat.
Meski puncaknya terjadi pada 9 Mei, masyarakat masih bisa menyaksikan meteor beberapa hari sebelum dan sesudahnya. Akan tetapi, jumlah meteor yang muncul kemungkinan lebih sedikit.
Eta Lyrids tampak berasal dari rasi bintang Lyra. Karena itu, astronom memberi nama hujan meteor ini berdasarkan bintang Eta Lyrae.
Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan komet atau asteroid. Akibatnya, partikel kecil masuk ke atmosfer Bumi lalu terbakar dan menghasilkan cahaya terang.
Ilmuwan mengaitkan Eta Lyrids dengan komet C/1983 H1 (IRAS-Araki-Alcock). Setiap tahun, Bumi melintasi sisa partikel komet tersebut dan memunculkan hujan meteor.
Dibandingkan hujan meteor besar lainnya, Eta Lyrids menghasilkan meteor lebih sedikit setiap jamnya. Meski begitu, fenomena ini tetap menawarkan pemandangan langit malam yang indah.
Untuk menikmati hujan meteor, pengamat sebaiknya memilih lokasi terbuka dan gelap. Selain itu, hindari cahaya kota maupun layar ponsel yang terlalu terang.
Masyarakat juga tidak memerlukan teleskop atau binokular untuk melihat meteor. Sebaliknya, mereka cukup mengamati langit secara langsung dengan mata telanjang.













