JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena alam ekstrem kembali menarik perhatian dunia setelah sebuah jalur pegunungan di Jepang tertimbun salju hingga mencapai ketinggian sekitar 20 meter saat musim dingin.
Tumpukan salju raksasa ini bukan kejadian langka. Setiap tahun, wilayah pegunungan Jepang mengalami curah salju sangat tinggi akibat pertemuan udara dingin Siberia dengan kelembapan dari Laut Jepang.
Saat musim dingin berakhir dan suhu mulai menghangat, otoritas setempat membuka kembali jalan dengan cara membelah timbunan salju tersebut menggunakan alat berat.
Proses ini menciptakan pemandangan unik berupa koridor jalan dengan dinding salju menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri, menyerupai lorong es raksasa.
Tinggi dinding salju di beberapa titik tercatat bisa mencapai 20 meter. Angka ini mencerminkan betapa ekstremnya kondisi iklim di kawasan tersebut selama puncak musim dingin.
Fenomena ini tidak hanya menjadi tantangan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Pembukaan jalur ini penting untuk distribusi logistik dan mobilitas warga.
Seiring waktu, koridor salju justru berkembang menjadi daya tarik wisata internasional. Wisatawan dapat berjalan kaki atau menaiki bus khusus untuk menikmati pemandangan langka ini.
Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan sektor pariwisata musiman, mulai dari transportasi, penginapan, hingga UMKM setempat.
Meski tampak indah, pengelolaan jalur ini membutuhkan standar keselamatan tinggi. Risiko longsoran salju dan perubahan cuaca tetap menjadi perhatian utama.
Fenomena dinding salju ini juga menjadi pengingat akan kekuatan alam serta tantangan perubahan iklim yang berdampak pada pola cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.
Di tengah kekaguman publik, Jepang menunjukkan bagaimana adaptasi teknologi dan manajemen infrastruktur mampu berdampingan dengan kondisi alam yang keras.














