• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Ewindo Berikan Edukasi Ibu Rumah Tangga Budidaya Sayuran di Pekarangan Rumah

Indra Purnama by Indra Purnama
September 17, 2020
in Industri
0
Ewindo Berikan Edukasi Ibu Rumah Tangga Budidaya Sayuran di Pekarangan Rumah

Cobisnis.com – Pandemi Covid-19 membuat begitu banyak perubahaan dalam kehidupan manusia salah satunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang turut memberi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat termasuk kebutuhan paling dasar yaitu pangan. Masyarakat pun semakin sadar harus memperbanyak konsumi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan sebagai langkah preventif mencegah penularan Covid-19.

Mendasari hal tersebut, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) sebagai  produsen benih sayuran Cap Panah Merah memberikan edukasi kepada ibu-ibu rumah tangga di Kampung Malang Nengah Purwakarta untuk bercocok tanam di lahan perkotaan atau Urban Farming dengan membuat kebun demplot (demo plot). 

Hari ini dilakukan Peresmian Hibar Eco Village di Kampung Malang Nengah Purwakarta oleh Bupati Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika, SE beserta Managing Director EWINDO Glenn Pardede. Peresmian tersebut ditandai dengan panen jagung pulut besama. 

Glenn Pardede mengatakan, “Tujuan dari didirikannya demplot-demplot yang berada di pekarangan rumah warga ini adalah untuk memberikan transfer pengetahuan khususnya terkait praktek budidaya sayuran yang baik di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan seadanya.”

“Nantinya diharapkan Kampung Malang Nengah ini bisa menjadi kampung dengan konsep Eco Village agar masyarakat bisa merasakan peningkatan kesejahteraan dengan menjual hasil panen dan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan di wilayahnya,” Ujar Glenn Pardede.

Kegiatan urban farming ini sekaligus untuk menunjukkan peran penting wanita dalam budidaya sayuran dan lebih lanjut untuk mempromosikan pentingnya mengkonsumsi sayuran dimana seorang ibu rumah tangga menjadi penentu apa yang akan dikonsumsi oleh keluarganya. Demplot ini awalnya dikelola oleh 30 ibu rumah tangga dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Lestari di rumah mereka masing-masing, saat ini pesertanya terus bertambah hingga mencapai 70 orang.

Ketua Kelompok Bina Tani Lestari, Eni Lestiorini menerangkan, “Kami mendapat dukungan dari Cap Panah Merah sejak tahun 2018 lalu dan memasuki tahun 2020, jumlah pesertanya semakin meningkat dan berkembang menjadi gerakan satu kampung. Saat ini, sebanyak 70 orang ibu-ibu rumah tangga terlibat mengelola demplot di Kampung Malang Negah. Satu yang sangat menarik, ketika memasuki pandemi Covid-19, demplot ini bahkan mampu menyuplai kebutuhan sayuran di dua RW (Rukun Warga) selama masa PSBB.”

“Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini. Sekarang ibu-ibu di Kampung Malang Nengah memiliki kegiatan baru di lapangan yang menambah nilai bagi rumah tangga mereka dalam mendapatkan lebih banyak pendapatan dan tidak perlu lagi repot-repot mencari sayuran untuk dikonsumsi sehari-hari. Para ibu mengelola pendapatan dari hasil panenan untuk ditabung, selain itu juga untuk membeli saprotan dan menjual hasil pasca panen,” tambah Eni Lestiorini. 

Sebanyak 20 varietas dari Panah Merah dibudidayakan di sini, yakni Jagung Pulut ungu JANTAN F1,  Jagung Pulut RASANYA F1, Jagung Pulut JUTAWAN F1, Tomat SERVO F1, Cabai Rawit PELITA F1, Cabai Rawit DEWATA F1, Pakcoy NAULI F1, Sawi DAKOTA, Caisim SHINTA, Caisim TOSAKAN, Kangkung BANGKOK, LABUMADU F1, Labu RUMA F1, Terong MUSTANG F1, Terong LALITA F1, Pare LIPA F1, Kacang Panjang PARADE TAVI, Bunga Kol PM126 F1, Kol SEHATI F1 dan Basil JUWITA.

“Belakangan ini kegiatan urban farming menjadi salah tren penerapan gaya hidup sehat di masyarakat, orang-orang berlomba memamerkan tanaman dan hasil panennya di media sosial. Kami berharap, kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di Kampung Malang Nengah ini bisa menjadi contoh di berbagai daerah Indonesia agar bisa meningkatkan taraf kehidupan dari kegiatan menanam di pekarangan baik secara ekonomi, estetika, ekologi maupun edukasi,” tutup Glenn Pardede.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Bisnis indonesiabudidayaCobisnisewindopanah merahsayuran

Related Posts

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya menyetujui penjualan chip AI Nvidia H200 ke China dengan ketentuan...

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Turkish Delight, atau dikenal sebagai lokum, adalah permen tradisional Turki yang sudah ada sejak abad ke-15. Permen...

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sultan Ahmed Mosque, yang dikenal dengan julukan Blue Mosque, adalah salah satu ikon paling terkenal di Istanbul,...

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan geopolitik global kembali menguat setelah Iran menyatakan kesiapan menghadapi potensi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan...

Cuma Makan Putih Telur Saat Sarapan, Ini yang Terjadi

Cuma Makan Putih Telur Saat Sarapan, Ini yang Terjadi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ahli diet asal Amerika Serikat, Karen Ansel, RDN, mencoba pola sarapan ekstrem dengan hanya mengonsumsi putih telur...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Purbaya Sebut Coretax Masih Banyak Masalah, Perbaikan 1 Bulan Belum Cukup

Purbaya Tegas: Rokok Ilegal Harus Masuk Sistem atau Ditindak

January 14, 2026
Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

January 15, 2026
OJK

OJK Laporkan Temuan Fraud Dana Syariah Indonesia (DSI) ke Polisi

January 15, 2026
Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

January 15, 2026
Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

January 15, 2026
BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved