• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Erupsi Anak Krakatau, Bandar Lampung Diguyur Hujan Abu

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 5, 2026
in News
0
Abu Vulkanik

Ilustrasi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.

JAKARTA, Cobisnis.com –  Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas tersebut terpantau sejak dini hari hingga siang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik berpeluang terbawa angin menuju arah barat. Sejumlah daerah di Provinsi Lampung yang berada di sebelah barat gunung mulai merasakan dampaknya.

Salah satu wilayah yang terkena hujan abu adalah Bandar Lampung. Pada Sabtu malam, warga di sejumlah kawasan melaporkan adanya debu vulkanik yang masuk ke lingkungan permukiman.

Dinda, warga Sukarame, Bandar Lampung, menyebut abu mulai dirasakan setelah magrib. Selain menempel pada tubuh ketika berada di luar, debu tersebut juga ditemukan hingga ke dalam rumah.

“Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya,” kata Dinda dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/26).

Kawasan Kemiling, Bandar Lampung, turut dilaporkan terdampak sebaran abu. Lokasi Bandar Lampung berjarak sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Lampung Selatan.

Abu vulkanik juga dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Donny mengatakan debu mulai mencapai wilayah tempat tinggalnya yang berada di sekitar Bandara Lampung.

“Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung,” kata warga Natar, Lampung Selatan tersebut.

Sebaran abu tidak hanya terjadi di wilayah daratan Lampung. Pulau Sangiang yang berada di Selat Sunda juga dilaporkan terkena abu vulkanik.

Mutia, wisatawan asal Bogor yang sedang berada di Pulau Sangiang, mengatakan abu mulai muncul pada sore hingga malam hari setelah terjadi perubahan arah angin.

“Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan,” ujar Mutia kepada CNNIndonesia.com.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengingatkan warga agar menggunakan masker dan pelindung mata jika wilayah mereka mengalami hujan abu.

“Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata,” kata Suwarno, Sabtu siang.

Suwarno mengatakan pola penyebaran abu vulkanik bergantung pada arah angin. Oleh sebab itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan kondisi serta informasi resmi dari petugas.

“Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas,” ujarnya.

Pemantauan pada Sabtu pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara berkelanjutan.

Kondisi puncak gunung belum dapat diamati karena tertutup kabut. Sementara itu, aktivitas kegempaan tetap terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi mencapai 21.600 detik.

Suara gemuruh dan dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau juga masih terdengar. Intensitas suara tersebut berada pada tingkat lemah hingga sedang.

Suwarno meminta masyarakat tidak panik menyikapi aktivitas erupsi. Meski begitu, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih terjadi.

Masyarakat dan wisatawan juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung hanya untuk menyaksikan erupsi secara langsung.

“Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegasnya.

Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika hujan abu terjadi. Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, perlindungan diri perlu digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Tags: Abu Vulkanikcobisnis.comErupsi Anak KrakatauGunung Anak Krakataugunung apiLampungSiaga Selat Sunda

Related Posts

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membuka kembali evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan...

Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (27/9) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar...

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Umbi kimpul dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber pangan lokal bernilai ekonomi. Tanaman tersebut...

Marc Klok Sedih Namanya Tak Masuk Skuad Garuda

Marc Klok Sedih Namanya Tak Masuk Skuad Garuda

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Marc Klok mengungkapkan kekecewaannya setelah tidak mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026....

Ganti Sampo Tiba-tiba Ketombean, Mitos atau Fakta?

Ganti Sampo Tiba-tiba Ketombean, Mitos atau Fakta?

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Munculnya serpihan pada kulit kepala setelah mengganti sampo kerap membuat orang mengira produk baru tersebut menyebabkan ketombe....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggantung Handuk - pexels/https://kaboompics.com/

4 Tanda Sudah Saatnya Ganti Handuk Baru

September 26, 2026
OJK Dorong Peternak Ayam Jabar Tembus Pasar Global

OJK Dorong Peternak Ayam Jabar Tembus Pasar Global

September 26, 2026
LRT Kelapa Gading-Manggarai Diserbu, 100.343 Penumpang dalam 10 Hari

LRT Kelapa Gading-Manggarai Diserbu, 100.343 Penumpang dalam 10 Hari

September 26, 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.

ESDM Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

September 25, 2026
Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

September 27, 2026
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Ternyata Segini Hadiah Juara Liga 1

September 27, 2026
Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

September 27, 2026
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Jonatan Christie Tembus Perempatfinal Asian Games

September 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved