• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Erupsi Anak Krakatau, Bandar Lampung Diguyur Hujan Abu

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 5, 2026
in News
0
Abu Vulkanik

Ilustrasi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.

JAKARTA, Cobisnis.com –  Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas tersebut terpantau sejak dini hari hingga siang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik berpeluang terbawa angin menuju arah barat. Sejumlah daerah di Provinsi Lampung yang berada di sebelah barat gunung mulai merasakan dampaknya.

Salah satu wilayah yang terkena hujan abu adalah Bandar Lampung. Pada Sabtu malam, warga di sejumlah kawasan melaporkan adanya debu vulkanik yang masuk ke lingkungan permukiman.

Dinda, warga Sukarame, Bandar Lampung, menyebut abu mulai dirasakan setelah magrib. Selain menempel pada tubuh ketika berada di luar, debu tersebut juga ditemukan hingga ke dalam rumah.

“Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya,” kata Dinda dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/26).

Kawasan Kemiling, Bandar Lampung, turut dilaporkan terdampak sebaran abu. Lokasi Bandar Lampung berjarak sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Lampung Selatan.

Abu vulkanik juga dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Donny mengatakan debu mulai mencapai wilayah tempat tinggalnya yang berada di sekitar Bandara Lampung.

“Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung,” kata warga Natar, Lampung Selatan tersebut.

Sebaran abu tidak hanya terjadi di wilayah daratan Lampung. Pulau Sangiang yang berada di Selat Sunda juga dilaporkan terkena abu vulkanik.

Mutia, wisatawan asal Bogor yang sedang berada di Pulau Sangiang, mengatakan abu mulai muncul pada sore hingga malam hari setelah terjadi perubahan arah angin.

“Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan,” ujar Mutia kepada CNNIndonesia.com.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengingatkan warga agar menggunakan masker dan pelindung mata jika wilayah mereka mengalami hujan abu.

“Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata,” kata Suwarno, Sabtu siang.

Suwarno mengatakan pola penyebaran abu vulkanik bergantung pada arah angin. Oleh sebab itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan kondisi serta informasi resmi dari petugas.

“Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas,” ujarnya.

Pemantauan pada Sabtu pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara berkelanjutan.

Kondisi puncak gunung belum dapat diamati karena tertutup kabut. Sementara itu, aktivitas kegempaan tetap terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi mencapai 21.600 detik.

Suara gemuruh dan dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau juga masih terdengar. Intensitas suara tersebut berada pada tingkat lemah hingga sedang.

Suwarno meminta masyarakat tidak panik menyikapi aktivitas erupsi. Meski begitu, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih terjadi.

Masyarakat dan wisatawan juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung hanya untuk menyaksikan erupsi secara langsung.

“Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegasnya.

Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika hujan abu terjadi. Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, perlindungan diri perlu digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Tags: Abu Vulkanikcobisnis.comErupsi Anak KrakatauGunung Anak Krakataugunung apiLampungSiaga Selat Sunda

Related Posts

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengadakan jamuan makan malam bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, dan delegasinya...

Kasus Jasindo Diselidiki KPK, Komisi Fiktif Diduga Muncul dari Kontrak Rp263 Miliar

Kasus Jasindo Diselidiki KPK, Komisi Fiktif Diduga Muncul dari Kontrak Rp263 Miliar

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua pejabat PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk mendalami dugaan korupsi pembayaran...

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seiring bertambahnya usia dan kesibukan, pria dapat mengalami perubahan kebugaran yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Tubuh yang...

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia 2026

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia 2026

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati posisi keenam dalam daftar negara dengan destinasi kuliner terbaik dunia 2026 versi *Condé Nast...

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid kembali tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prabowo Panggil Menteri ke Istana Bogor, Ada Agenda Apa?

Prabowo Panggil Menteri ke Istana Bogor, Ada Agenda Apa?

October 17, 2026
Gunung Arjuno-Welirang Dilalap Api, Petugas Berjuang Padamkan Kebakaran

Gunung Arjuno-Welirang Dilalap Api, Petugas Berjuang Padamkan Kebakaran

October 17, 2026
Menapaki Industri Pertambangan dari Dekat, Kolaborasi Perhapi dan NHM Ajak Mahasiswa Belajar di Gosowong

Menapaki Industri Pertambangan dari Dekat, Kolaborasi Perhapi dan NHM Ajak Mahasiswa Belajar di Gosowong

October 17, 2026
Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

October 17, 2026
Gaet Wisman Australia, Kemenpar Selenggarakan Wisata Edukasi Kenalkan Jakarta

Gaet Wisman Australia, Kemenpar Selenggarakan Wisata Edukasi Kenalkan Jakarta

October 17, 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani

Kemenpar: WISH 2026, Tingkatkan Daya Saing Pelaku Usaha Pariwisata

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Paus Leo Telepon Putin dari RS, Desak Gencatan Senjata

October 17, 2026
Nadiem Makarim Minta MA Batalkan Putusan Banding

Nadiem Makarim Minta MA Batalkan Putusan Banding

October 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved