• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekspansi ke Pasar Ritel, RNI Hadirkan Raja Gula Kemasan Baru

Gilang Praditya by Gilang Praditya
October 12, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Ekspansi ke Pasar Ritel, RNI Hadirkan Raja Gula Kemasan Baru

Cobisnis.com – Perkuat ekspansi ke pasar ritel, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menghadirkan kemasan baru produk gula kristal putih Raja Gula, pada Senin, (12/10/2020), di Jakarta. Peluncuran produk ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas gula yang dihasilkan perusahaan serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan produk gula di masyarakat.

Diungkapkan Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo, selain untuk meningkatkan nilai tambah, diharapkan keberadaan produk gula milik RNI dapat menstimulus geliat bisnis UMKM. Mengingat, sebagai produk BUMN, harga jual Raja Gula dipastikan tidak akan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, sehingga warung, pelaku UMKM, maupun konsumen bisa memperoleh produk dengan harga lebih terjangkau.

Eko mengatakan, dalam pendistribusian Raja Gula, pihaknya akan memprioritaskan kerjasama dengan warung serta pelaku UMKM. Agar mudah didapatkan, spreading Raja Gula dilakukan melalui kantor perwakilan cabang Rajawali Nusindo RNI Group serta secara online melalui e-commerce nushinushi.id milik Rajawali Nusindo serta Warung Pangan dan Mitra Warung Pangan yang dikelola oleh BGR Logistic.

“Saat ini Raja Gula telah tersebar di lebih dari 13.000 outlet diseluruh Indonesia. Distributor RNI terus bergerak meperluas spreading guna menambah sebaran outlet. Raja Gula sendiri dijual dengan harga rata-rata dikisaran Rp 12.000 – Rp 12.500 per kg,” ujarnya.

Menurut Eko, re-branding produk Raja Gula juga merupakan bagian dari agenda transformasi RNI yang tengah berjalan menuju penguatan lini bisnis pangan. Diharapkan melalui perubahan kemasan dan tagline tersebut dapat memunculkan image baru Raja Gula sebagai produk gula yang bersahabat dari sisi kualitas dan harga sehingga dapat diterima oleh berbagai tingkatan konsumen.

“Produk Raja Gula diluncurkan pertama kali pada 2013, sejak saat itu manajemen belum melakukan sentuhan baru atau penyegaran terhadap brand tersebut. Untuk itu pada momen ulang tahun ke-56 RNI, kami mem-branding ulang produk Raja Gula agar memperkuat daya tarik konsumen,” ungkapnya.

Eko menjelaskan mengenai perbedaan produk Raja Gula baru dengan yang lama. Menurutnya, selain dari sisi kemasan, yang membedakan adalah segmen pasarnya. Ketika diluncurkan 7 tahun lalu, Raja Gula disiapkan untuk menyasar pasar menengah ke atas atau memenuhi kebutuhan gula premium, namun saat ini RNI lebih fokus menyiapkan Raja Gula sebagai produk yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya RNI untuk turut berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui ketersediaan produk pangan yang berkualitas namun tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Secara kualitas tetap sama, kami selalu menggunakan 100 persen gula tebu murni dan diolah berdasarkan quality control yang ketat sehingga menghasilkan kadar keputihan gula atau ICUMSA yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia,” kata Eko.

Selanjutnya Eko menjelaskan, re-branding produk Raja Gula mempertegas komitmen RNI dalam melakukan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat daya saing produk pangan dalam negeri. Penguatan hilirisasi relevan dengan tujuan pembentukan BUMN Klaster Pangan yang saat ini diketuai oleh RNI, yaitu untuk menata rantai pasok komoditas pangan nasional dari hulu hingga hilir.

“Raja Gula merupakan salah satu dari sekian banyak produk pangan milik BUMN Klaster Pangan. Selanjutnya RNI akan meluncurkan berbagai jenis produk pangan lainnya seperti teh, minyak goreng, dan beras. Selain itu ada juga produk handsanitizer yang terbuat dari etanol sebagai produk samping hasil pengolahan tebu. Saat ini konsepnya sedang dimatangkan,” pungkasnya.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: Bisnis indonesiaCobisnisgulakuRni

Related Posts

Harga BBM Ditahan, Pertamina Jadi Penyangga di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Harga BBM Ditahan, Pertamina Jadi Penyangga di Tengah Gejolak Minyak Dunia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memutuskan menahan harga BBM di April 2026 meski harga minyak dunia bergejolak, dengan beban sementara ditanggung...

ECB Buka Suara Soal Minyak Mahal, Eropa Terancam Tekanan Ekonomi

ECB Buka Suara Soal Minyak Mahal, Eropa Terancam Tekanan Ekonomi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan risiko resesi jika harga minyak global melonjak tajam akibat konflik Timur Tengah....

Tawaran Minyak Rusia ke Indonesia Muncul di Tengah Dinamika Global

Tawaran Minyak Rusia ke Indonesia Muncul di Tengah Dinamika Global

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rusia membuka peluang kerja sama energi dengan Indonesia di tengah gangguan pasokan global akibat konflik di Timur...

Harga BBM Tetap per 1 April 2026, Pertamina Pastikan Stabil di Seluruh Indonesia

Harga BBM Tetap per 1 April 2026, Pertamina Pastikan Stabil di Seluruh Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan, baik untuk subsidi maupun nonsubsidi di...

Pasar Masih Cemas, Harga Minyak Belum Turun Meski Ada Sinyal Damai

Pasar Masih Cemas, Harga Minyak Belum Turun Meski Ada Sinyal Damai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia masih tinggi meski Amerika Serikat memberi sinyal akan keluar dari konflik dengan Iran, menunjukkan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jamkrindo Syariah 2025 Catat Laba Rp141 Miliar, Tumbuh Signifikan

Jamkrindo Syariah 2025 Catat Laba Rp141 Miliar, Tumbuh Signifikan

April 1, 2026
Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

March 31, 2026
Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

March 31, 2026
KAI Logistik Operasikan Container Yard 2 Merapi , Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional hingga 3 Juta Ton per Tahun

KAI Logistik Operasikan Container Yard 2 Merapi , Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional hingga 3 Juta Ton per Tahun

March 31, 2026
Diplomat PBB Mundur, Sebut Ada Skenario Serangan Nuklir ke Iran

Diplomat PBB Mundur, Sebut Ada Skenario Serangan Nuklir ke Iran

April 1, 2026
DPR Bahas Celah Hukum Pernikahan Beda Agama dan Sesama Jenis WNI di Luar Negeri

DPR Bahas Celah Hukum Pernikahan Beda Agama dan Sesama Jenis WNI di Luar Negeri

April 1, 2026
Harga BBM Ditahan, Pertamina Jadi Penyangga di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Harga BBM Ditahan, Pertamina Jadi Penyangga di Tengah Gejolak Minyak Dunia

April 1, 2026
ECB Buka Suara Soal Minyak Mahal, Eropa Terancam Tekanan Ekonomi

ECB Buka Suara Soal Minyak Mahal, Eropa Terancam Tekanan Ekonomi

April 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved