• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, February 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Dunia Memasuki Era “Kebangkrutan Air” dengan Dampak yang Tak Terpulihkan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 21, 2026
in News
0
Dunia Memasuki Era “Kebangkrutan Air” dengan Dampak yang Tak Terpulihkan

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia telah memasuki “era kebangkrutan air global” dengan konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kondisi krisis air yang selama ini dikenal disebut sudah terlalu ringan untuk menggambarkan skala masalah yang sebenarnya.

Berbagai wilayah di dunia kini menghadapi persoalan air yang sangat parah. Kabul diperkirakan berpotensi menjadi kota modern pertama yang kehabisan air sepenuhnya. Mexico City tenggelam sekitar 20 inci per tahun akibat pengambilan air tanah berlebihan dari akuifer di bawah kota. Sementara di Amerika Serikat bagian barat daya, negara-negara bagian terus berseteru mengenai pembagian air Sungai Colorado yang semakin menyusut akibat kekeringan.

Laporan yang dirilis Selasa oleh United Nations University dan didasarkan pada studi di jurnal Water Resources menyebut situasi global saat ini terlalu serius untuk sekadar disebut “krisis air” atau “wilayah kekurangan air”.

“Jika kita terus menyebut kondisi ini sebagai krisis, itu menyiratkan bahwa masalahnya sementara dan bisa diatasi dengan cepat,” ujar Kaveh Madani, Direktur Institute for Water, Environment and Health di United Nations University sekaligus penulis laporan tersebut. “Dengan kebangkrutan, kita tetap perlu memperbaiki dan mengurangi dampaknya, tetapi juga harus beradaptasi dengan realitas baru yang jauh lebih terbatas,” katanya.

Konsep kebangkrutan air dianalogikan seperti keuangan. Alam menyediakan “pendapatan” berupa hujan dan salju, namun manusia menghabiskan air jauh lebih cepat daripada kemampuan alam untuk mengisinya kembali. Sungai, danau, rawa, serta akuifer bawah tanah dieksploitasi berlebihan, sementara perubahan iklim memperparah situasi melalui panas ekstrem dan kekeringan yang mengurangi ketersediaan air.

Dampaknya terlihat nyata: sungai dan danau menyusut, rawa mengering, akuifer terus menurun, tanah runtuh dan membentuk lubang amblesan, gurun meluas, salju berkurang, dan gletser mencair. Bahkan di wilayah yang sistem airnya relatif lebih stabil, pencemaran mengurangi pasokan air layak minum.

Data dalam laporan tersebut mencengangkan. Lebih dari 50% danau besar dunia kehilangan air sejak 1990, sekitar 70% akuifer utama mengalami penurunan jangka panjang, area rawa seluas hampir Uni Eropa hilang dalam 50 tahun terakhir, dan gletser menyusut 30% sejak 1970. Hampir 4 miliar orang di dunia mengalami kelangkaan air setidaknya satu bulan setiap tahun.

“Banyak wilayah hidup melampaui kemampuan hidrologisnya,” kata Madani, seraya menegaskan bahwa kondisi lama tidak mungkin kembali seperti semula.

Meski demikian, konsumsi air masih sering dianggap remeh. Kota-kota seperti Los Angeles, Las Vegas, dan Teheran terus berkembang meski pasokan air terbatas. “Semuanya terlihat baik-baik saja sampai akhirnya tidak,” ujar Madani.

Beberapa kawasan mengalami tekanan yang lebih berat, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara yang menghadapi stres air tinggi serta kerentanan iklim ekstrem. Asia Selatan mengalami penurunan air kronis akibat pertanian berbasis air tanah dan pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat. Di AS barat daya, Sungai Colorado menjadi contoh bagaimana perjanjian pembagian air didasarkan pada kondisi lingkungan yang sudah tidak relevan lagi.

Meski situasinya mengkhawatirkan, Madani menilai pengakuan terhadap “kebangkrutan air” dapat mendorong perubahan dari respons darurat jangka pendek menuju strategi jangka panjang untuk mengurangi kerusakan permanen.

Laporan ini merekomendasikan sejumlah langkah, antara lain transformasi sektor pertanian pengguna air terbesar dunia melalui perubahan jenis tanaman dan irigasi yang lebih efisien, peningkatan pemantauan air menggunakan AI dan penginderaan jauh, pengurangan polusi, serta perlindungan lebih kuat bagi rawa dan air tanah.

Air juga dinilai dapat menjadi “jembatan di dunia yang terfragmentasi”, karena isu ini mampu melampaui perbedaan politik. “Semakin banyak negara yang menyadari nilai dan pentingnya air, dan itulah yang membuat saya optimistis,” ujar Madani.

Tags: cobisnis.comKebangkrutanAirKrisisAirGlobalPerubahanIklim

Related Posts

Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

by Hidayat Taufik
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo yang...

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Satgas PRR Dipastikan Bergerak Cepat, Safrizal Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana Aceh

by Dwi Natasya
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Satuan Tugas Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menjadi pembicara dalam Simposium Pemulihan...

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

by Dwi Natasya
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan (RR) dan...

AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

by Hidayat Taufik
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Militer Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan rencana operasi militer berkelanjutan yang dapat berlangsung selama beberapa pekan untuk...

Indosat Tancap Gas di Bandung, Perluas 5G dan Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Digital

Indosat Tancap Gas di Bandung, Perluas 5G dan Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Digital

by Dwi Natasya
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan digital berkualitas melalui penguatan dan perluasan jaringan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fatwa DSN-MUI Nomor 166/2026 Resmi Terbit, Industri Bulion Syariah Dapat Kepastian Hukum

Fatwa DSN-MUI Nomor 166/2026 Resmi Terbit, Industri Bulion Syariah Dapat Kepastian Hukum

February 15, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

November 4, 2020
Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

February 16, 2026
Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Satgas PRR Dipastikan Bergerak Cepat, Safrizal Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana Aceh

February 15, 2026
Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

February 15, 2026
AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

February 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved