JAKARTA, Cobisnis.com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menggunakan pendekatan tak biasa untuk menghangatkan hubungan dengan China. Dalam kunjungan resminya ke Beijing, Starmer memberikan hadiah bola pertandingan resmi laga Arsenal melawan Manchester United kepada Presiden China Xi Jinping.
Hadiah tersebut bukan sekadar cendera mata olahraga. Bola laga Premier League itu dipilih karena mencerminkan minat pribadi kedua pemimpin terhadap sepak bola, sekaligus simbol upaya diplomasi lunak di tengah hubungan Inggris-China yang sempat merenggang.
Starmer dikenal sebagai pendukung setia Arsenal. Sementara itu, Xi Jinping selama ini dilaporkan merupakan penggemar Manchester United. Pertemuan selera sepak bola ini dinilai menjadi jembatan komunikasi yang sengaja dimanfaatkan untuk mencairkan suasana politik.
Kunjungan Starmer ke China ini merupakan yang pertama dilakukan oleh seorang Perdana Menteri Inggris sejak 2018. Momen tersebut menandai upaya Inggris membuka kembali ruang dialog strategis dengan Beijing setelah hubungan bilateral mendingin sejak 2015.
Media internasional mencatat, pemberian bola pertandingan ini merupakan bagian dari sinyal niat baik Inggris. Sepak bola dipilih karena Xi Jinping dikenal sebagai pemimpin yang memiliki ketertarikan kuat terhadap olahraga tersebut sejak muda.
Xi Jinping bahkan memiliki visi jangka panjang terhadap sepak bola China, yang dikenal sebagai “tiga fase”. Mulai dari lolos kualifikasi Piala Dunia, menjadi tuan rumah, hingga target ambisius memenangkan turnamen tersebut di masa depan.
Meski prestasi sepak bola China belum memenuhi harapan, ketertarikan Xi terhadap olahraga ini sering dimanfaatkan sebagai sarana diplomasi oleh negara lain. Inggris melihat peluang itu sebagai jalur komunikasi yang lebih cair dan personal.
Sebelumnya, Liga Premier juga pernah berperan dalam hubungan bilateral kedua negara. Pada 2015, Perdana Menteri Inggris saat itu David Cameron mengajak Xi Jinping mengunjungi fasilitas latihan Manchester City.
Momen swafoto Cameron, Xi, dan striker Manchester City Sergio Aguero kala itu bahkan disebut sebagai simbol dimulainya “era keemasan” hubungan Inggris-China, sebelum akhirnya meredup karena dinamika geopolitik.
Melalui simbol sederhana berupa bola pertandingan Arsenal vs Manchester United, Starmer berharap relasi Inggris-China kembali menemukan titik temu. Di tengah ketegangan global, sepak bola kembali dipakai sebagai bahasa universal diplomasi.














