JAKARTA, Cobisnis.com – Keindahan alam dan kekayaan budaya dunia kembali menjadi sorotan menjelang 2026. Majalah bisnis dan gaya hidup Forbes merilis daftar 10 negara paling indah yang direkomendasikan untuk dikunjungi.
Daftar ini disusun berdasarkan lanskap alam, kekayaan budaya, pengalaman wisata, hingga daya tarik visual yang dinilai mampu memberikan pengalaman perjalanan kelas dunia bagi wisatawan global.
Forbes menilai tren perjalanan internasional pada 2026 akan semakin mengarah pada destinasi dengan keaslian alam dan nilai konservasi yang kuat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran wisata berkelanjutan.
Maladewa menempati posisi teratas berkat laguna jernih, kehidupan bawah laut yang kaya, serta lanskap atol yang unik. Negara ini juga dikenal sebagai salah satu wilayah dengan daratan terendah di dunia.
Antigua dan Barbuda masuk daftar berkat pantai-pantai tropisnya yang ikonik dan kawasan konservasi burung fregat terbesar di Karibia. Yunani menyusul dengan kombinasi pegunungan, pulau-pulau indah, dan kawasan konservasi laut.
Thailand dinilai unggul melalui lanskap karst di Krabi dan kawasan hutan pegunungan di Chiang Mai. Oman mencuri perhatian lewat perpaduan gurun, pegunungan, dan pesisir yang masih alami.
Indonesia menjadi salah satu negara yang paling disorot dalam daftar ini. Dengan sekitar 17.000 pulau dan lebih dari 100 gunung berapi aktif, Indonesia menawarkan bentang alam yang sangat beragam.
Forbes menyoroti Danau Toba di Sumatra, Raja Ampat di Papua, serta kawasan Komodo sebagai contoh kekayaan alam yang memiliki nilai global. Indonesia juga masuk kategori negara megadiversitas dunia.
Mauritius dan Amerika Serikat melengkapi daftar dengan kekuatan ekosistem laut, taman nasional berskala besar, serta lanskap ekstrem yang menjadi daya tarik wisata internasional.
Spanyol dan New Zealand menutup daftar melalui kombinasi sejarah, arsitektur, dan lanskap alam dramatis. Rekomendasi ini menjadi panduan bagi traveler yang mulai merencanakan perjalanan global di 2026.
Masuknya Indonesia dalam daftar ini mencerminkan posisi strategis sektor pariwisata nasional. Selain berdampak pada citra global, hal ini juga membuka peluang ekonomi dan investasi di sektor pariwisata berkelanjutan.














