• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, March 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Desa BSI di Provinsi Lampung Berhasil Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
February 25, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Desa BSI di Provinsi Lampung Berhasil Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

LAMPUNG,Cobisnis.com 25 Februari 2022.* Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program unggulan Desa BSI atau Desa Berdaya Sejahtera Indonesia. Program pemberdayaan wilayah binaan ini difokuskan untuk pengembangan klaster usaha di wilayah desa baik di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Program ini dilakukan dengan pendampingan intensif baik teknis maupun pendekatan dakwah islam.

Saat ini Yayasan BSMU bersama BSI memiliki enam desa BSI. Sebanyak enam desa BSI ini adalah Klaster Pertanian Padi Desa Rejo Asri, Lampung; Klaster Peternakan Kambing Desa Kedarpan, Purbalingga; Klaster peternakan sapi Desa Jati Trenggalek; dan Klaster Pertanian Mina Padi Desa Candi Binangun Yogyakarta.

Pada tahun 2022 Yayasan BSMU dan BSI berencana meluncurkan Desa BSI pertama ada di Provinsi Aceh dan kedua ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Khusus untuk Desa BSI di Lampung, tercatat telah memenangkan penghargaan lingkungan Kalpataru untuk pertanian organik dan ramah lingkungan di 2019. Selain itu, Desa BSI Lampung pada 2021 juga telah mengirimkan duta petani milenial dan duta petani dari Kementerian Pertanian.

Pada 2021, Desa BSI Lampung masuk dalam salah satu program unggulan Top CSR Award untuk kategori program CSR dan leadership. Desa BSI Lampung juga merupakan salah satu program yang sudah memasuki periode exit.

Direktur Eksekutif Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro menjelaskan program Desa BSI telah memberikan manfaat ke berbagai stakeholder salah satunya adalah pembukaan akses bank dengan penambahan 152 number of account. “Hal ini mendukung terciptanya budaya transaksi non tunai dan membiasakan petani mengelola keuangan keluarga dengan baik,” kata Sukoriyanto.

Group Head Change Management and Transformation Office BSI, sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar menyampaikan program Desa BSI ini diharapkan bisa memenuhi cita-cita besar untuk mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan dampak sosial berkelanjutan. “Kami berkomitmen penuh pada pengembangan People, Planet dan Profit dengan pengutamakan kaidah Maqasid Syariah,” kata Suhendar.

Selain itu, penerima manfaat di sekitar desa binaan juga telah menyalurkan zakatnya sebanyak 20,2 ton atau Rp89 juta yang disalurkan melalui Yayasan BSMU. Hal ini merupakan manifestasi keberhasilan program dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Aset kelompok petani juga meningkat dari bantuan awal hanya Rp2,5 miliar, saat ini telah dikembangkan menjadi Rp4,2 miliar. Peningkatan aset kelompok tani ini juga berpengaruh ke pendapatan rata rata petani lokal di Lampung.

Secara umum, Desa BSI bertujuan untuk meningkatkan pendapatan mustahik menjadi muzakki. Indikator keberhasilan program pertanian di desa adalah, naiknya pendapatan kepala keluarga minimal 1 kali dari pendapatan awal. Selain itu, keunggulan program ini adalah penerapan model pertanian ramah lingkungan yang dikelola dari hulu ke hilir oleh kelompok tani itu sendiri.

Di akhir program, Yayasan BSMU bersama BSI berhasil meningkatkan kesejahteraan petani dengan 100% rumah tangga miskin berpindah menjadi rumah tangga sejahtera serta masuknya 52 kepala keluarga mitra.

Yayasan BSMU dan BSI juga berhasil mendorong sistem jaminan sosial swadaya dengan adanya alokasi CSR kelompok petani, pinjaman darurat serta aktivitas sosial lainnya.

Petani juga sudah mulai memperluas produksi, yang tadinya hanya 4 ton per hari menjadi 8 ton per hari. Perluasan bisnis juga ditambah dengan adanya bisnis benih pertanian organik serta perluasan pangsa pasar.

Di awal program banyak perubahan-perubahan yang terjadi dan yang paling signifikan adalah luas lahan yang tadinya hanya 25 hektar, berkembang menjadi 81 hektar. Penjualan produk hingga 672 ton yang didukung oleh mitra-mitra Gapsera. Omset petani Desa BSI Lampung mengalami peningkatan 2200 persen, yang saat ini senilai Rp6,7 miliar serta peningkatan keuntungan bersih pabrik sebanyak Rp757 juta.

Tags: Bank syariah indonesiacobisnis.comPertanian

Related Posts

Roy Suryo Soroti Perubahan Sikap Rismon, Singgung Adanya Tekanan

Roy Suryo Soroti Perubahan Sikap Rismon, Singgung Adanya Tekanan

by Hidayat Taufik
March 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Roy Suryo kembali angkat bicara mengenai perubahan sikap Rismon Hasiolan Sianipar. Dalam pernyataan terbarunya, Rismon menyampaikan bahwa...

Prabowo Minta Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Dibongkar hingga Dalang

Prabowo Minta Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Dibongkar hingga Dalang

by Hidayat Taufik
March 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban...

Jet Tempur F-35 AS Terpaksa Mendarat Darurat, Diduga Diserang Iran

Jet Tempur F-35 AS Terpaksa Mendarat Darurat, Diduga Diserang Iran

by Hidayat Taufik
March 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dilaporkan melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer AS di...

Program Makan Bergizi Gratis Perlu Pengawasan Ketat Agar Tujuan Gizi Nasional Tercapai

Kisah Sukses SPPG di Sumba dan Tasikmalaya, Dorong Gizi Anak hingga Ekonomi Desa

by Dwi Natasya
March 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di sejumlah daerah mulai menunjukkan dampak positif, tidak hanya bagi pemenuhan gizi...

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

by Hidayat Taufik
March 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama menyelenggarakan sidang isbat untuk menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah. Sidang ini dihadiri oleh...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Serangan Siber Berbasis AI Melonjak 89% pada 2025, Ini Temuan Laporan CrowdStrike 2026

Serangan Siber Berbasis AI Melonjak 89% pada 2025, Ini Temuan Laporan CrowdStrike 2026

March 3, 2026
Roy Suryo Soroti Perubahan Sikap Rismon, Singgung Adanya Tekanan

Roy Suryo Soroti Perubahan Sikap Rismon, Singgung Adanya Tekanan

March 20, 2026
Prabowo Minta Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Dibongkar hingga Dalang

Prabowo Minta Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Dibongkar hingga Dalang

March 20, 2026
Jet Tempur F-35 AS Terpaksa Mendarat Darurat, Diduga Diserang Iran

Jet Tempur F-35 AS Terpaksa Mendarat Darurat, Diduga Diserang Iran

March 20, 2026
Program Makan Bergizi Gratis Perlu Pengawasan Ketat Agar Tujuan Gizi Nasional Tercapai

Kisah Sukses SPPG di Sumba dan Tasikmalaya, Dorong Gizi Anak hingga Ekonomi Desa

March 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved